0


Alhamdulillah tahun baru islam 1 Muharam 1433.H telah berlalu, 22 hari sudah kita memasuki bulan Muharam, tapi gema Muharaman dengan acara GEBYAR MUHARAM masih terus berlangsung setiap malam di berbagai wilayah, ini suatu tanda umat islam perduli dan memahami hikmah yang ada dalam bulan tersebut, semoga ilmu yang disampaikan disetiap tabligh akbar gema Muharam meningkatkan ketakwaan buat kita umat muslim yang mencintai nabinya Muhammad SAW, amiin Yaa Robbal `alamiin

Dari: www.eramuslim.com


KEISTIMEWAAAN BULAN MUHARAM

Muharram adalah bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Al-Quran. "Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah
pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."

Keempat bulan itu adalah, Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat dengan hal ini karena Rasululullah Saw dalam haji kesempatan haji terakhirnya
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."

Selain keempat bulan khusus itu, bukan berarti bulan-bulan lainnya tidak memiliki keutamaan, karena masih ada bulan Ramadhan yang diakui sebagai bulan paling suci dalam satu satu tahun. Keempat bulan tersebut secara khusus disebut bulan-bulan yang disucikan karena ada
alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.

Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah Swt memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmatnya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas
kehendakNya.



Keutamaan Bulan Muharram

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Ibadah puasa yang paling baik setelah puasa Ramadan adalah berpuasa di bulan Muharram."

Meski puasa di bulan Muharram bukan puasa wajib, tapi mereka yang berpuasa pada bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt. Khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari `Asyura.

Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Muhammad Saw hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Menurut orang-orang Yahudi itu, tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari ketika Nabi Musa dan
pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.

Mendengar hal ini, Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Kami lebih dekat hubungannya dengan Musa daripada kalian" dan langsung menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari `Asyura. Bahkan dalam sejumlah tradisi umat Islam, pada awalnya berpuasa pada hari `Asyura
diwajibkan. Kemudian, puasa bulan Ramadhan-lah yang diwajibkan sementara puasa pada hari `Asyura disunahkan.

Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika Rasullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari `Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika puasa bulan Ramadhan menjadi puasa wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan
kewajiban puasa pada hari `Asyura dihilangkan. Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah Saw biasa berpuasa pada hari `Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Abdullah Ibn Mas`ud mengatakan, "Nabi Muhammad lebih memilih berpuasa pada hari `Asyura dibandingkan hari lainnya dan lebih memilih berpuasa Ramadhan dibandingkan puasa `Asyura." (HR Bukhari dan Muslim). Pendek kata, disebutkan dalam sejumlah hadist bahwa puasa di hari `Asyura hukumnya sunnah.

Beberapa hadits menyarankan agar puasa hari `Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari `Asyura. Alasannya, seperti diungkapkan oleh Nabi Muhammad Saw, orang Yahudi hanya berpuasa pada hari `Asyura saja dan Rasulullah ingin membedakan puasa umat Islam dengan puasa orang Yahudi. Oleh sebab itu ia menyarankan umat Islam berpuasa pada hari `Asyura ditambah puasa satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya (tanggal 9 dan 10 Muharram atau tanggal 10 dan 11 Muharram).

Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu boleh
dilakukan.

Legenda dan Mitos Hari `Asyura

Meski demikian banyak legenda dari salah pengertian yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari `Asyura, meskipun tidak ada sumber otentiknya dalam Islam. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari`Asyura Nabi Adam diciptakan, pada hari `Asyura Nabi Ibrahim dilahirkan, pada hari `Asyura Allah Swt menerima tobat Nabi Ibrahim, pada hari `Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada
hari `Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari `Asyura.

Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari `Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari `Asyura tidak bisa dikaitkan dengan
peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari `Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan
hari `Asyura.

Anggapan-anggapan yang salah lainnya tentang bulan Muharram adalah kepercayaan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang tidak membawa keberuntungan, karena Husain terbunuh pada bulan itu. Akibat adanya anggapan yang salah ini, banyak umat Islam yang tidak melaksanakan pernikahan pada bulan Muharram dan melakukan upacara khusus sebagai
tanda ikut berduka atas tewasnya Husain dalam peperangan di Karbala, apalagi disertai dengan ritual merobek-robek baju atau memukuli dada sendiri.

Nabi Muhammad sangat melarang umatnya melakukan upacara duka karena meninggalnya seseorang dengan cara seperti itu, karena tindakan itu adalah warisan orang-orang pada zaman jahiliyah.

Rasulullah bersabda, "Bukanlah termasuk umatku yang memukuli dadanya, merobek bajunya dan menangis seperti orang-orang pada zaman jahiliyah."

Bulan Pengampunan Dosa

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Kata Muharram artinya `dilarang`. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan pertumpahan
darah.

Seperti sudah disinggung di atas, bahwa bulan Muharram banyak memiliki keistimewaan. Khususnya pada tanggal 10 Muharram. Beberapa kemuliaan tanggal 10 Muharram antara lain Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun ke depan. (Tarmizi)
(ln/Islamicity)

Dikirim pada 18 Desember 2011 di Islami


Juli 2011 dengan tiada terduga saya terpanggil oleh perusahaan tempat saya bekerja untuk berangkat melaksanakan ibadah umroh ke Tanah Suci,. belum pernah naik pesawat terbang sama sekali apalagi pergi ke tanah suci, Saya benar-benar belum bisa membayangkan bagaimana Ka’bah, bukit Marwah dan bukit Shoffah, terbayang nanti kalau Syai pasti naik turun bukit dan panas dan buta atas apa yang akan ia temui di Tanah Suci.

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah ternyata saya diberi ongkos umroh untuk dua orang, ini berarti saya boleh bawa istri ikut kesana, maka begitu sudah positif betul akan diberangkatkan umroh, saya langsung tanyakan ke istri saya .. bu pengin umroh gak ke Mekkah, kalau mau syaratnya mudah, ibu harus sholat tepat waktu, aurat selalu tertutup, berdoa dan baca sholawat haji Insyaalloh gak lama lagi ibu doanya terkabul bisa Umroh ke tanah suci,. dengan tekad bulat dan di tengah kesibukannya saat itu, saya berusaha mencari dana talangan karena ongkos yang ditanggung perusahaan masih kurang, sambil mengurus pasport dan silaturahmi ke sanak family sekalian mohon maaf , karena dua minggu sebelum Ramadhan saya dan istri mau berangkat Umroh ke tanah suci selama 9hari

Saat tiba hari keberangkatan saya menggunakan bus menuju bandara Cengkareng Jakarta, selama perjalanan terus berdzikir inikah yang namanya panggilan Alloh dengan tidak disangka sangka bisa berangkat ke tanah suci, Setelah masuk kedalam pesawat jenis Boeing 747-400 .. Subhanalloh begitu banyaknya penumpang 400 orang lebih belum ditambah barang bawaan, kalao bukan karena izin Alloh gak mungkin bisa terbang, Setelah 9jam penerbangan nonstop akhirnya pesawat mendarat di Madinah, langsung menuju hotel kira-kira 300 meteran dari masjid Nabawi, Subhanalloh , Alhamdulillah akhirnya saya bersama istri bisa sholat isya di masjid Nabawi,.. Subhanalloh begitu luasnya lebih luas dari stadion persib didalamnya dipenuhi dengan ornamen2 dan ukiran yang terbuat dari emas, hawanya sejuk berAC diluar masjid suhu 45C, Setelah selesai sholat saya bertemu kembali sama istri di salah satu sudut diluar masjid ,. kemudian saya jalan jalan dulu sambil lihat2 pedagang kaki5 sekalian mengenal medan supaya tidak nyasar, selama 3 malam di Madinah sempat sholat di Raudhoh dan ziarah ke tempat2 bersejarah disekitaar Madinah, selepas Lohor perjalanan dilanjut ke Mekkah..

Setelah mandi dan berpakaian ihrom kemudian checkout dari hotel untuk menuju Mekkah, kira-kira perjalanan di 12km bus berhenti di BirAli ini namanya daerah miqot /batas yang dari arah Madinah, disini kita sholat sunah ihrom dan niat Umroh, nah mulai saat inilah segala macam larangan yang membatalkan Umroh berlaku sampai nanti kita melaksanakan tahallul. Perjalanan dari sini menuju Mekkah masih 400 km lebih yang ditempuh 6 jam lebih,.. selama perjalanan mengucapkan Talbiyah, dzikir , Subhanalloh sepanjang perjalanan dikanan kiri jalan hanya berupa gunung batu dan padang pasir hanya sedikit dijumpai perkampungan penduduk , tak terlihat ada tanaman yang menghijau.. kurang lebih jam 10malam WAS sampai di Mekkah langsung menuju hotel simpan barang, makan malam dan kira-kira jam 01.00 WAS menuju Masjidilharam untuk melaksanakan Thowaf,.. Alhamdulillah Subhanalloh tak terasa air mata menetes saat memasuki pintu utama Masjidilharam dan melihat Ka`bah

Selama thowaf saya sambil berdoa, mohon ampun dari dosa, baca sholawat, dan baca 7surat untuk menandakan thowat telah dilaksanakan 7kali putaran, setelah itu berdoa di makom Ibrohim dan sholat sunah, Kemudian dilanjut Syai 7balikan dari bukit Marwah ke bukit Shoffah,.. setelah selesai Syai dilanjut gunting rambut atau Tahallul,. maka selesailah sudah rangkaian ibadah Umroh.dan smua yg tadinya diharamkan menjadi halal, kemudian saya masih penasaran tanya sama pembimbing pak mana bukitnya kok gak ada saya kira naik turun bukit, setelah dikasih tahu ... ow itu bukitnya ada dibawah jadi tadi kita Syai di bangunan lantai dua. Alhamdulillah walau sedikit pegel dan mata sedikit memerah akhirnya dapat dilaksanakan dengan lancar. kemudian kami kembali ke hotel untuk ganti pakaian dan istirahat sebentar kemudian berangkat lagi ke Baitulloh untuk sholat subuh berjamaah, selama 3 malam di Mekkah kami gak menyianyiakan kesempatan ini untuk selalu beribadah di Masjidilharm dan sholat sedekat mungkin ke Ka`bah,.. setelah makan malam bada isya istirahat kemudian jam01.00 WAS berangkat lagi ke Masjidilharam sholat tahajud, baca quran, dzikir dll sampai menjelang subuh,

Tibalah saatnya hari terakhir di Mekkah kebetulan hari Jumaat maka takdisiasiakan kesempatan ini untuk sholat Jumat di dekat Ka`bah,. karena ada info akan checkout setelah makan siang,.. sedangkan teman yang lain tidak Jumatan hanya Thowaf wada, tapi dengan tekad bulat saya tunda Thowaf wada setelah sholat Jumat,.. Subhanalloh baru jam 10.00WAS Masjidil haram sudah penuh jamaah, dalam situasi yang panas terik tapi di lantai dekat Ka`bah alhamdulillah tidak terasa panas beda dengan lantai diluar masjid. Begitu sholat Jumat selesai saya langsung Thowaf wada kemudian cepat2 kembali ke hotel checkout untuk menuju ke Jeddah,.. Alhamdulillah walau makan siang tertinggal tapi bus yng dicharter untuk ke Jeddah belum datang, jadi bisa berangkat bersama rombongan.

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan selama Thowaf wada tsb istri saya selalu menangis terisak isak tak terbendung airmatanya terus mengalir,, pokoknya dari awal sampai akhir Thowaf cuma kebanyakan hanya mengucapkan doa sapujagat, begitu juga saya airmata terus mengalir rasanya berat berpisah dengan Baitulloh selalu mohon panjangkan usia dan beri kesehatan sehingga suatu saat nanti bisa kembali lagi ke Baitulloh.,

Tepat jam 14.00WAS bus datang setelah rombongan semua naik lalu berangkatlah kita ke Jeddah untuk transit semalam , karena baru kesokan harinya saya dan teman2 kembali ke Indonesia. sebelum tiba di hotel Jeddah singgah dulu di sebuah pantai dan sholat ashar di Masjid terapung sambil menikmati pemandangan setelah itu chckin di hotel AL-Azhar Jeddah menjelang senja, sambil istirahat iseng2 nyalakan teve, astaghfirulloh disini banyak chanel teve dari luar negeri yang penuh tontonan aurat, berbeda dengan di Madinah dan Mekkah hanya ada satu chanel teve lokal saja.

Keesokan harinya Minggu saya dan istri melihat lihat sebuah masjid yang lain dari yang lain karena di halaman masjid tsb adalah tempat untuk melakukaan qishos / hukuman pancung terpidana mati,.disitu masih terlihat tetesan darah terhukum katanya Jumat kemaren ada yang dieksekusi.. saya merenung dalam hati kalau ini diterapkan di negara kita untuk menghukum koruptor insyaalloh negara kita tidak akan terpuruk ekonominya dan makmur rakyatnya. Setelah dari situ saya pergi ke tempat shoping namanya AL-Balad sekalian menghabiskan uang real dan menyimpan selembar saja buat kenang2an,

Setelah makan siang di hotel saya dan rombongan langsung checkout kemudian menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah untuk kembali lagi ke tanah air naik pesawat maskapai yang sama jenis boeing 747-400 berangkat dari Jeddah bada maghrib nonstop langsung ke Cengkareng, Alhamdulillah pesawat mendarat dengan selamat, dijemput sama sanak family yang ada di Jakarta begitu ketemu langsung salaman. berpelukaan dan isak tangispun terjadi lagi, setelah barang bagasi terkumpul, melanjutkan perjalaanan kembali ke Bandung , Alhamdulillah menjelang azan maghrib saya dan istri sampai kerumah , . dan mengalirlah kembali air mata ini demikian pengalaman saya pertama kali naik pesawat langsung pergi wisata Umroh ke tanah suci, smoga tulisan ini menjadi penyemangat menggugah hati pembacanya punya keinginan ibadah ke tanah suci, mohon maaf bila ada kesalahan,



Dikirim pada 23 Oktober 2011 di Renungan


connect with ABATASA