0


Kebesaran Tuhan ada di mana-mana, kali ini saya ajak anda menikmati kebesaranNya di dalam rumahnya suku Eskimo, yang kalau anda lihat di TV, di Koran, majalah atau di internet seperti rumah kura-kura yang kepala dan kakinya sedang masuk kedalamnya tempurungnya, sehingga yang terlihat hanya tempurungnya saja dan tertungkup yang berbentuk melingkar setengah bola. Rumah unik yang terbuat dari Es, lagi lagi dengan akal yang diberikan pada manusia, manusia mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, termasuk dalam lingkungan yang serba ekstrem.

Anda ingin merasakan ada di dalam rumah es atau iglo? Oke, saya ajak anda kedalamnya dan merasakan bagaimana orang-orang Eskimo tidur di dalamnya, ya tidur di dalam rumah es. Kita tak perlu mesti pergi jauh-jauh ke Kutub Utara sana atau pergi jauh-jauh ke negara Kanada di bagian utaranya, saya ajak anda ke Moskow saja.

Di Moskow kreasi ukiran es di musim dingin memang tak habis-habisnya, kreasi ukiran es di musim dingin beda-beda tema dan beda-beda tempat. Tahun lalu ada di WDNH dengan temanya sekitar ruang angkasa, karena kebetulan pada tahun kemarin, 2011, peringatan tepat setengah abad manusia pertama ke angkasa, Yuri Gagarin, tepatnya pada tanggal 12 April 1961!

Nah di musim di depan musium Aeronautika itu di bangun tempat untuk pameran ukiran es di ruang terbuka dengan tiket masuk 200 rubel. Nah kali ini tempatnya pindah ke Sokolniki, karena di tempat-tempat atau taman-taman lain yang saya sering kunjungi memang tak ada ukiran es, kecuali di Sokolniki. Mengapa Sokoniki? Itu urusan penyelenggara, yang penting bagi kita dapat menikmatinya. Perjalanan ke taman Sokoniki tak perlu saya uraikan lagi. Singkat kata kita ada di Taman Sokolniki, letaknya dekat dengan stasiun metro(Kereta bawah tanah) Sokolniki.

Oke mari kita langsung masuk, tapi jangan lupa beli tiket dulu dan anda dilayani dengan mesin otomatis, nah ini bisa dijadikan model buat beli tiket, antri di hadapan mesin, masukan uang seharga tiket, tiketnya keluar dan anda serahkan kepada petugas atau penjaga di pintu masuk ke dalam ruangan ukiran es.

Dengan tiket bervariasi dari yang gratis buat anak-anak balita, 200 rubel untuk pelajar dan mahasiswa dan 300 rubel( sekitar 90.000- 100.000 rupiah, tergantung kurs saat itu) untuk orang dewasa. Asik ya ... kita beli tiket antri di hadapan mesin! Mesin tak bisa diajak kompromi, jadi mislanya anda mau "nakal" anda orang dewasa tapi membeli tiketnya yang 200 rubel dan anda masukan uang dua ratus rubel, ya keluar tiket yang dua ratus itu, tapi ketika anda masuk ke ruangan ukiran es, ya tak bisa, karena tiket anda kurang 100 rubel !

Nah ketika akan masuk anda harus pakai jaket khusus berwarna biru, padahal anda sudah memakai jaket harian di musium dingin lengkap, nah terpaksa harus di dobel dengan jaket tadi, dan andapun terlihat semakin gemuk, apa boleh buat bila anda tak ingin resiko kedingin yang amat membekukan, di luar ruangan suhu memang sekitar plus dua derajat C, tapi ketika anda masuk ke dalam ruangan ukiran es ini anda disambut dengan suhu ekstrem, langsung ke minus 25 derajat C! Bayangkan dari plus 2 ke minus 25, jadi perbedaan suhu tiba-tiba drastis dan hidung dan mulut anda seketika mengeluarkan uap panas dan langsung membentuk asap, seperti anda merokok!

Dengan ruangan yang di tata lampu dominan warna biru dan dinding dengan warna hitam pekat, anda bisa-bisa langsung kehilangan orientasi arah, anda tak tahu lagi anda sedang menghadap ke mana, ke Utara, Selatan, Barat atau Timur? Karena di dalamnya anda masuk, lagi-lagi semacam labirin.

Nah anda dibuat tertegun dan terpesona, karena setelah masuk ke labirin tadi, anda sudah berputar-putar pada tempat yang sama, dekat tapi terasa jauh! Dan setelah ke luar dari kota-kota labirin yang sudah anda lalui, anda disambut rumah Iglo... ya rumahnya bangsa Eskimo yang menempati alam Kutub Utara sana.

Iglo yang selama ini hanya saya lihat di TV, di film-film, di buku-buku, ensiklopedia dan lain sebagainya, sekarang ada dihadapan saya, ya di hadapan saya itu Iglo... rumah suku Eskimo yang semunya terbuat dari pahatan es, dari balok-balok es yang yang disusun sedemikian rapatnya, agar tak ada angin sedikitpun yang dapat masuk ke Iglo tersebut.

Apa yang anda rasakan? Persis sama dengan saya, saya duga di dalamnya dingin, karena ada di dalam es! Tapi apa yang saya rasakan juah berbeda, di luar Iglo suhu minus 25 derajat C, di dalam Iglo ternyata hangat... ya hangat... anda tak percaya bukan? Sayapun mulanya begitu, sebelum membutikan sendiri. Sukar saya bayangkan sebelumnya, mana bisa di dalam es kok hangat? Atau karena ada penghatnya? Kalau ada pemanasnya, bukankah es itu akan mencair? Ah sudahlah itu urusan ahli fisika.

Setelah saya merasakan kehangatan Iglo di tengah-tengah dinginnya ruang ukiran es ini, mari kita lanjutkan perjalanan kita, oya anda bisa foto-foto di dalam ruang ini sebebasnya, tanpa bayar lagi. Biasanya di tempat lain, untuk foto, vidio dan sebagainya harus pakai tiket lagi, di tempat ini ternyata tidak, sukur alhmadulillah. Ya sudah saya foto semua obyek sepuas-sepuasnya, mengapa?

Karena moment ini hanya ada di musim dingin dan di tiap musim dingin temanya berbeda, jadi kalau tak diabadikan sekarang, tahun depan tak ada lagi temayang sama,
Inilah yang membuat saya berpikir "kasihan" mengapa? Karena ada ukiran es yang dibentuk nabi Isa AS beserta ibunya, Maria, beserta Malaikat dengan cirinya bersayap, lengkap dengan goanya! Loh kok kasihan? Karena selesai pameran ini, ukiran es nabi Isa AS, yang disebut Yesus itu akan mencair, meleleh dan kembali menjadi air!

Ya sudahlah itu urusan sang pengukir, tapi mari saya ajak anda terus masuk ke dalam pameran ini dan anda merasakan kemegahan ruang yang penuh dengan berbagai macam ukiran es yang seakan tak habis-habisnya dan karena ini ukiran es dan es mudah patah, maka suhu minus 25 derajat C tetap dipertahankan! Akibatnya kalau anda di dalam ruang tadi jangankan sejam dua jam, baru masuk saja anda sudah merasa seperti orang"ditampar" nyes....!

Di depan Iglo tadi ada kuda serba putih dengan posisi berdiri yang gagahnya bukan main, ada puteri duyung..., nah ini yang unik, ternyata Rusiapun percaya akan cerita rakyat bahwa puuteri duyung itu berbadan wanita dengan wajahnya cantik dengan "kakinya" ekor ikan, sebagai gambaran lihat filmnya Johnny Depp, Pirates Of The Carribean IV, di situ ada "Puteri Duyung" yang cantik yang sekaligus monster yang menyeramkan.

Nah di ruang ukiran es inipun ikan duyung di ukir dengan gambaran wanita cantik dengan ekor ikannya, tapi memang kalah cantik dengan senyuman gadis Rusia, tentu yang muslimah dan berjilbab, sayang di kolom oase iman tak disediakan tempat untuk foto walau hanya selembar, ya sudah anda membayangkan saja kecantikan gadis Rusia yang muslimah.

Jadi dengan merasakan masuk di dalam rumah Iglo lengkaplah sudah merasakan iklim-iklim ektrem di bumi. Karena sayapun pernah merasakan panasnya padang pasir di Mesir dan Saudi Arabia dengan suhu plus 46 derajat C! Di Moskow pernah merasakan minus 31 derajat C! Lalu apa yang dapat kita pelajari dari suku Eskimo atau berhadapan dengan suhu yang serba ektrem, ya optimis dan berbahagialah hidup di Indonesia, tak pernah merasakan suhu seektrem di kedua tempat tadi, di kutub dan di gurun.

Mereka bisa bertahan hidup, mengapa kita tidak? Mereka tetap bisa berkarya dan berbuat sesuatu di saat iklim begitu dingin yang membekukan atau di saat iklim begitu panas menyengat, lalu mengapa kita banyak mengeluh dan mengaduh, padahal Indonesia secara iklim adalah surga, apalagi sumber daya alamnya yang melimpah, apa yang kurang? Mengapa tidak bersukur hidup di Indonesia?

Di Indonesia tak perlu direpotkan dengan pakaian berlapis-lapis di musim dingin, dan yang punya mobil tak perlu direpotkan mengganti ban setiap musim dingin, perlu diketahui ganti bannya dihitung tergantung pada jenis/merk mobil yang dipakai dan tergantung ukuran band, setiap ban harganya sekitar 250-300 rubel atau sekitar 90- 100 ribu rupiah perban, jadi total di kali 4, karena tak mungkin hanya diganti salah satu ban saja!

Kita kembali ke Iglo, dengan rumah yang semua terbuat dari es dan mereka juga mengambil sumber makanan atau ikan banyak dengan mengebor es, anda bisa bayangkan betapa repotnya mereka dan betapa enjoynya hidup di Indonesia, sumber makanan ada di mana-mana dan dengan kaos oblong dan celana pendek saja, sudah bisa ke luar rumah bagi laki-laki tentunya dan itu tak bisa terjadi pada suku Eskimo dan tak akan pernah terjadi di Moskow pada musim dingin ketika suhu dibawah titik beku, kecuali kalau mau mencari penyakit! Oke sampai sekian, .... (sumber: eramuslim)

Dikirim pada 27 Januari 2012 di Uncategories


Memasuki tahun 2012, desainer muda Dian Pelangi memprediksi akan banyak sekali permainan warna dalam tren berbusana muslim. Warna-warna yang sebelumnya jarang muncul, seperti shocking pink akan jadi populer. Setelah tahun-tahun sebelumnya para desainer muslim masih memilih warna aman- seperti cokelat dan warna-warna pastel-, kini mereka banyak mengeluarkan koleksi warna terang.

Ada pula permainan tabrak warna, yang sudah lama menjadi ciri khas rancangan Dian Pelangi sejak 2009. Para pencinta fashion bisa memadukan warna-warna yang ‘berani’ ini dengan warna lain yang lebih ‘kalem’ seperti hitam, krem, dan coklat. Pemilihan motif untuk busana muslim juga menjadi lebih beragam. Motif-motif geometris, abstrak, gradasi, tye dye, dan jumputan akan semakin marak. “Motif-motif yang unik dan aneh aku prediksi akan banyak muncul,” katanya.

Di sisi lain, model busana Muslim konvensional seperti gamis dan abaya akan semakin ditinggalkan oleh para Muslimah muda. Dian mengatakan, saat ini pemakai busana Muslim, khususnya anak muda sudah lebih sadar fashion. Mereka bahkan banyak yang ahli padu padan agar penampilan tidak lantas membosankan.

Gaya berkerudung saat ini pun sudah bermacam-macam dan mudah ditiru. Dian mengakui, kocek yang dikeluarkan untuk bergaya ala street style memang lebih mahal. Tapi hal ini bisa diakali dengan membeli busana yang multifungsi, sehingga bisa menghemat. Misalnya, pilihlah baju yang bisa dimodifikasi menjadi beberapa model. Bisa juga diakali dengan membeli kerudung yang bisa dikreasikan menjadi bermacam-macam bentuk.

Celana juga akan menjadi outfit yang muncul dengan berbagai macam model. Harem, jodphur, badwings, menjadi must have items yang bisa diburu. Muslimah sendiri, menurut Dian, sudah semakin enggan menggunakan tight jeans yang sempat populer. Mereka akan memilih celana model longgar yang lebih nyaman dan tetap modis.

Untuk pemilihan aksesoris, cincin-cincin berukuran besar akan mengambil alih tren di tahun ini. Sedangkan gaya berkerudung yang akan jadi tren adalah model turban, berupa sejuntai kerudung yang dililit-lilit di kepala. Model ini sudah sejak dulu populer di Mesir dan negara Timur Tengah. Jika ingin mengikuti gaya ini, pilihlah bahan yang tidak panas seperti lycra, sehingga bisa diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. (yahooshe)

Dikirim pada 11 Januari 2012 di Uncategories


Alhamdulillah tahun baru islam 1 Muharam 1433.H telah berlalu, 22 hari sudah kita memasuki bulan Muharam, tapi gema Muharaman dengan acara GEBYAR MUHARAM masih terus berlangsung setiap malam di berbagai wilayah, ini suatu tanda umat islam perduli dan memahami hikmah yang ada dalam bulan tersebut, semoga ilmu yang disampaikan disetiap tabligh akbar gema Muharam meningkatkan ketakwaan buat kita umat muslim yang mencintai nabinya Muhammad SAW, amiin Yaa Robbal `alamiin

Dari: www.eramuslim.com


KEISTIMEWAAAN BULAN MUHARAM

Muharram adalah bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Al-Quran. "Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah
pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."

Keempat bulan itu adalah, Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat dengan hal ini karena Rasululullah Saw dalam haji kesempatan haji terakhirnya
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."

Selain keempat bulan khusus itu, bukan berarti bulan-bulan lainnya tidak memiliki keutamaan, karena masih ada bulan Ramadhan yang diakui sebagai bulan paling suci dalam satu satu tahun. Keempat bulan tersebut secara khusus disebut bulan-bulan yang disucikan karena ada
alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.

Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah Swt memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmatnya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas
kehendakNya.



Keutamaan Bulan Muharram

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Ibadah puasa yang paling baik setelah puasa Ramadan adalah berpuasa di bulan Muharram."

Meski puasa di bulan Muharram bukan puasa wajib, tapi mereka yang berpuasa pada bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt. Khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari `Asyura.

Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Muhammad Saw hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Menurut orang-orang Yahudi itu, tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari ketika Nabi Musa dan
pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.

Mendengar hal ini, Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Kami lebih dekat hubungannya dengan Musa daripada kalian" dan langsung menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari `Asyura. Bahkan dalam sejumlah tradisi umat Islam, pada awalnya berpuasa pada hari `Asyura
diwajibkan. Kemudian, puasa bulan Ramadhan-lah yang diwajibkan sementara puasa pada hari `Asyura disunahkan.

Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika Rasullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari `Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika puasa bulan Ramadhan menjadi puasa wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan
kewajiban puasa pada hari `Asyura dihilangkan. Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah Saw biasa berpuasa pada hari `Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.

Abdullah Ibn Mas`ud mengatakan, "Nabi Muhammad lebih memilih berpuasa pada hari `Asyura dibandingkan hari lainnya dan lebih memilih berpuasa Ramadhan dibandingkan puasa `Asyura." (HR Bukhari dan Muslim). Pendek kata, disebutkan dalam sejumlah hadist bahwa puasa di hari `Asyura hukumnya sunnah.

Beberapa hadits menyarankan agar puasa hari `Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari `Asyura. Alasannya, seperti diungkapkan oleh Nabi Muhammad Saw, orang Yahudi hanya berpuasa pada hari `Asyura saja dan Rasulullah ingin membedakan puasa umat Islam dengan puasa orang Yahudi. Oleh sebab itu ia menyarankan umat Islam berpuasa pada hari `Asyura ditambah puasa satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya (tanggal 9 dan 10 Muharram atau tanggal 10 dan 11 Muharram).

Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu boleh
dilakukan.

Legenda dan Mitos Hari `Asyura

Meski demikian banyak legenda dari salah pengertian yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari `Asyura, meskipun tidak ada sumber otentiknya dalam Islam. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari`Asyura Nabi Adam diciptakan, pada hari `Asyura Nabi Ibrahim dilahirkan, pada hari `Asyura Allah Swt menerima tobat Nabi Ibrahim, pada hari `Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada
hari `Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari `Asyura.

Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari `Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari `Asyura tidak bisa dikaitkan dengan
peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari `Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan
hari `Asyura.

Anggapan-anggapan yang salah lainnya tentang bulan Muharram adalah kepercayaan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang tidak membawa keberuntungan, karena Husain terbunuh pada bulan itu. Akibat adanya anggapan yang salah ini, banyak umat Islam yang tidak melaksanakan pernikahan pada bulan Muharram dan melakukan upacara khusus sebagai
tanda ikut berduka atas tewasnya Husain dalam peperangan di Karbala, apalagi disertai dengan ritual merobek-robek baju atau memukuli dada sendiri.

Nabi Muhammad sangat melarang umatnya melakukan upacara duka karena meninggalnya seseorang dengan cara seperti itu, karena tindakan itu adalah warisan orang-orang pada zaman jahiliyah.

Rasulullah bersabda, "Bukanlah termasuk umatku yang memukuli dadanya, merobek bajunya dan menangis seperti orang-orang pada zaman jahiliyah."

Bulan Pengampunan Dosa

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Kata Muharram artinya `dilarang`. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan pertumpahan
darah.

Seperti sudah disinggung di atas, bahwa bulan Muharram banyak memiliki keistimewaan. Khususnya pada tanggal 10 Muharram. Beberapa kemuliaan tanggal 10 Muharram antara lain Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun ke depan. (Tarmizi)
(ln/Islamicity)

Dikirim pada 18 Desember 2011 di Islami


Juli 2011 dengan tiada terduga saya terpanggil oleh perusahaan tempat saya bekerja untuk berangkat melaksanakan ibadah umroh ke Tanah Suci,. belum pernah naik pesawat terbang sama sekali apalagi pergi ke tanah suci, Saya benar-benar belum bisa membayangkan bagaimana Ka’bah, bukit Marwah dan bukit Shoffah, terbayang nanti kalau Syai pasti naik turun bukit dan panas dan buta atas apa yang akan ia temui di Tanah Suci.

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah ternyata saya diberi ongkos umroh untuk dua orang, ini berarti saya boleh bawa istri ikut kesana, maka begitu sudah positif betul akan diberangkatkan umroh, saya langsung tanyakan ke istri saya .. bu pengin umroh gak ke Mekkah, kalau mau syaratnya mudah, ibu harus sholat tepat waktu, aurat selalu tertutup, berdoa dan baca sholawat haji Insyaalloh gak lama lagi ibu doanya terkabul bisa Umroh ke tanah suci,. dengan tekad bulat dan di tengah kesibukannya saat itu, saya berusaha mencari dana talangan karena ongkos yang ditanggung perusahaan masih kurang, sambil mengurus pasport dan silaturahmi ke sanak family sekalian mohon maaf , karena dua minggu sebelum Ramadhan saya dan istri mau berangkat Umroh ke tanah suci selama 9hari

Saat tiba hari keberangkatan saya menggunakan bus menuju bandara Cengkareng Jakarta, selama perjalanan terus berdzikir inikah yang namanya panggilan Alloh dengan tidak disangka sangka bisa berangkat ke tanah suci, Setelah masuk kedalam pesawat jenis Boeing 747-400 .. Subhanalloh begitu banyaknya penumpang 400 orang lebih belum ditambah barang bawaan, kalao bukan karena izin Alloh gak mungkin bisa terbang, Setelah 9jam penerbangan nonstop akhirnya pesawat mendarat di Madinah, langsung menuju hotel kira-kira 300 meteran dari masjid Nabawi, Subhanalloh , Alhamdulillah akhirnya saya bersama istri bisa sholat isya di masjid Nabawi,.. Subhanalloh begitu luasnya lebih luas dari stadion persib didalamnya dipenuhi dengan ornamen2 dan ukiran yang terbuat dari emas, hawanya sejuk berAC diluar masjid suhu 45C, Setelah selesai sholat saya bertemu kembali sama istri di salah satu sudut diluar masjid ,. kemudian saya jalan jalan dulu sambil lihat2 pedagang kaki5 sekalian mengenal medan supaya tidak nyasar, selama 3 malam di Madinah sempat sholat di Raudhoh dan ziarah ke tempat2 bersejarah disekitaar Madinah, selepas Lohor perjalanan dilanjut ke Mekkah..

Setelah mandi dan berpakaian ihrom kemudian checkout dari hotel untuk menuju Mekkah, kira-kira perjalanan di 12km bus berhenti di BirAli ini namanya daerah miqot /batas yang dari arah Madinah, disini kita sholat sunah ihrom dan niat Umroh, nah mulai saat inilah segala macam larangan yang membatalkan Umroh berlaku sampai nanti kita melaksanakan tahallul. Perjalanan dari sini menuju Mekkah masih 400 km lebih yang ditempuh 6 jam lebih,.. selama perjalanan mengucapkan Talbiyah, dzikir , Subhanalloh sepanjang perjalanan dikanan kiri jalan hanya berupa gunung batu dan padang pasir hanya sedikit dijumpai perkampungan penduduk , tak terlihat ada tanaman yang menghijau.. kurang lebih jam 10malam WAS sampai di Mekkah langsung menuju hotel simpan barang, makan malam dan kira-kira jam 01.00 WAS menuju Masjidilharam untuk melaksanakan Thowaf,.. Alhamdulillah Subhanalloh tak terasa air mata menetes saat memasuki pintu utama Masjidilharam dan melihat Ka`bah

Selama thowaf saya sambil berdoa, mohon ampun dari dosa, baca sholawat, dan baca 7surat untuk menandakan thowat telah dilaksanakan 7kali putaran, setelah itu berdoa di makom Ibrohim dan sholat sunah, Kemudian dilanjut Syai 7balikan dari bukit Marwah ke bukit Shoffah,.. setelah selesai Syai dilanjut gunting rambut atau Tahallul,. maka selesailah sudah rangkaian ibadah Umroh.dan smua yg tadinya diharamkan menjadi halal, kemudian saya masih penasaran tanya sama pembimbing pak mana bukitnya kok gak ada saya kira naik turun bukit, setelah dikasih tahu ... ow itu bukitnya ada dibawah jadi tadi kita Syai di bangunan lantai dua. Alhamdulillah walau sedikit pegel dan mata sedikit memerah akhirnya dapat dilaksanakan dengan lancar. kemudian kami kembali ke hotel untuk ganti pakaian dan istirahat sebentar kemudian berangkat lagi ke Baitulloh untuk sholat subuh berjamaah, selama 3 malam di Mekkah kami gak menyianyiakan kesempatan ini untuk selalu beribadah di Masjidilharm dan sholat sedekat mungkin ke Ka`bah,.. setelah makan malam bada isya istirahat kemudian jam01.00 WAS berangkat lagi ke Masjidilharam sholat tahajud, baca quran, dzikir dll sampai menjelang subuh,

Tibalah saatnya hari terakhir di Mekkah kebetulan hari Jumaat maka takdisiasiakan kesempatan ini untuk sholat Jumat di dekat Ka`bah,. karena ada info akan checkout setelah makan siang,.. sedangkan teman yang lain tidak Jumatan hanya Thowaf wada, tapi dengan tekad bulat saya tunda Thowaf wada setelah sholat Jumat,.. Subhanalloh baru jam 10.00WAS Masjidil haram sudah penuh jamaah, dalam situasi yang panas terik tapi di lantai dekat Ka`bah alhamdulillah tidak terasa panas beda dengan lantai diluar masjid. Begitu sholat Jumat selesai saya langsung Thowaf wada kemudian cepat2 kembali ke hotel checkout untuk menuju ke Jeddah,.. Alhamdulillah walau makan siang tertinggal tapi bus yng dicharter untuk ke Jeddah belum datang, jadi bisa berangkat bersama rombongan.

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan selama Thowaf wada tsb istri saya selalu menangis terisak isak tak terbendung airmatanya terus mengalir,, pokoknya dari awal sampai akhir Thowaf cuma kebanyakan hanya mengucapkan doa sapujagat, begitu juga saya airmata terus mengalir rasanya berat berpisah dengan Baitulloh selalu mohon panjangkan usia dan beri kesehatan sehingga suatu saat nanti bisa kembali lagi ke Baitulloh.,

Tepat jam 14.00WAS bus datang setelah rombongan semua naik lalu berangkatlah kita ke Jeddah untuk transit semalam , karena baru kesokan harinya saya dan teman2 kembali ke Indonesia. sebelum tiba di hotel Jeddah singgah dulu di sebuah pantai dan sholat ashar di Masjid terapung sambil menikmati pemandangan setelah itu chckin di hotel AL-Azhar Jeddah menjelang senja, sambil istirahat iseng2 nyalakan teve, astaghfirulloh disini banyak chanel teve dari luar negeri yang penuh tontonan aurat, berbeda dengan di Madinah dan Mekkah hanya ada satu chanel teve lokal saja.

Keesokan harinya Minggu saya dan istri melihat lihat sebuah masjid yang lain dari yang lain karena di halaman masjid tsb adalah tempat untuk melakukaan qishos / hukuman pancung terpidana mati,.disitu masih terlihat tetesan darah terhukum katanya Jumat kemaren ada yang dieksekusi.. saya merenung dalam hati kalau ini diterapkan di negara kita untuk menghukum koruptor insyaalloh negara kita tidak akan terpuruk ekonominya dan makmur rakyatnya. Setelah dari situ saya pergi ke tempat shoping namanya AL-Balad sekalian menghabiskan uang real dan menyimpan selembar saja buat kenang2an,

Setelah makan siang di hotel saya dan rombongan langsung checkout kemudian menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah untuk kembali lagi ke tanah air naik pesawat maskapai yang sama jenis boeing 747-400 berangkat dari Jeddah bada maghrib nonstop langsung ke Cengkareng, Alhamdulillah pesawat mendarat dengan selamat, dijemput sama sanak family yang ada di Jakarta begitu ketemu langsung salaman. berpelukaan dan isak tangispun terjadi lagi, setelah barang bagasi terkumpul, melanjutkan perjalaanan kembali ke Bandung , Alhamdulillah menjelang azan maghrib saya dan istri sampai kerumah , . dan mengalirlah kembali air mata ini demikian pengalaman saya pertama kali naik pesawat langsung pergi wisata Umroh ke tanah suci, smoga tulisan ini menjadi penyemangat menggugah hati pembacanya punya keinginan ibadah ke tanah suci, mohon maaf bila ada kesalahan,



Dikirim pada 23 Oktober 2011 di Renungan

Menyambut kedatangan tamu agung ke Bandung tgl, 3 Januari 2011, ada baiknya kita mengenal siapaa tamu mulya tsb beliau adalah Al-Imam Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafidz Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz. rencana kunjungan adalah jam08.00 -11.30 Tabligh akbar, istighozah & dzikir bersama di Masjid Agung Sumedang, Jam 13.00 - 16.00 silaturahmi bersama 500 undangan ulama se Jabar di MT & Dakwah Asy-syifaa Walmahmuudiyyah Sumedang, dilanjutkan touring ke Bandung dan mampir dulu ke Simapng Tanjungsari utk acara peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Asyifaa Centre di Tanjungsari, kemudian melanjutkan perjalanan touring ke Masjid Raya Bandung untuk Tabligh Akbar dan dzikir bersama sampai jam 24.00

Beliau adalah Al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafidz putera dari Abdallah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidrous putera dari Al-Hussain putera dari Al-Syaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abdallah putera dari ‘Abdarrahman putera dari ‘Abdallah putera dari Al-Syaikh ‘Abdarrahman Assaqof putera dari Muhammad Maula Al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib Al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari Al-Imam Al-Muhajir Ilallah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali Al-‘Uraidi putera dari Ja’far Asshadiq putera dari Muhammad Al-Baqir putera dari ‘Ali Zainal ‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah Azzahra puteri dari Rasul Muhammad SAWW.


Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Syaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, Al-Habib Salim bin Hafiz dan Al-Habib Hafiz bin Abdallah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.
Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan Syaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, Al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr.
Namun secara tragis, ketika Al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.
Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota Al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.
Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di Al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia Al-Habib Muhammad bin ‘Abdullah Al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama madzhab Shafi‘i Al-Habib Zain bin Smith, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.
Kali ini tempatnya adalah Al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul SAW pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing, usaha beliau yang demikian gigih mulai menunjukkan hasil yang besar, mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Rasul SAWW

.
Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah mengikuti beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini beliau mulai mengunjungi kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, beliaupun belajar ilmu dari mufti Ta‘iz Al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Syaikh Al-Habib Muhammad Al-Haddar, sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.
Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul SAWW di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari Al-Maghfurlah Al-Qutub Al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad Assaqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya SAWW dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai oleh Al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni Al-Habib Ahmed Mashur Al-Haddad dan Al-Habib ‘Attas Al-Habsyi.


Sejak itulah nama Al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, beliau mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah SWT dan Rasul SAW dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru.
Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat Al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.


Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-Al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya para murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar bin Hafiz. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen Al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia.
Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim Yaman, dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.

Murid-murid di Indonesia: Tidak terhitung berapa jumlah murid Habib Umar yang tersebar di penjuru dunia, termasuk di Indonesia yang juga sangat banyak, dan diantara mereka itu banyak yang menjadi ulama besar dan mempunyai Ma’had (Pesantren) atau Majlis Ta’lim. Diantara murid-murid Habib Umar di Indonesia adalah Habib Munzir bin Fuad Al Musawa (Majlis Rasulullah SAW, Jakarta), Habib Abdurrahman bin Muhammad Alaydrus (Condet, Jakarta Timur), Habib Jindan bin Naufal bin Salim Bin-Jindan (Ma’had Al Fakhrihiyyah, Tangerang), Habib Ahmad bin Naufal bin Salim Bin-Jindan (Ma’had Al Fakhrihiyyah, Tangerang), Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih (Darul Hadits Faqihiyyah, Malang), Habib Abdul Qadir bin Umar Mauladdawilah (Malang, yang menulis Manaqib Habib Umar), Syaikh Abdullah Abdun (Mahad Darut Tauhid, Malang), Syaikh Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi (Ma’had Asy Syifa Wal Mahmudiyyah, Bandung), Habib Abu Bakar Assegaf (Pasuruan, Jawa Tengah), Ustadz Payage (Da’i TPI asal Papua), dll.



sunber:

http://pondokhabib.wordpress.com/2010/09/24/biografi-al-habib-umar-bin-salim-bin-hafiz/

Dikirim pada 26 Desember 2010 di Tokoh

Melewati Bostwana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Tanzania, Kenya, Turki, Suriah, dan Yordania, Nathim Caircross (28 tahun) dan Imtiyaz Ahmad Haron (25 tahun) mengayuh sepeda ke Arab Saudi. Setiap hari mereka harus mengayuh sejauh 80-100 km, bermula dari Cape Town, Afrika Selatan. "Mengayuh sepeda ke Kerajaan dari Cape Town adalah pengalaman yang melelahkan. Kami melakukan perjalanan dengan cara ini sehingga kita siap untuk menjalani kerasnya ibadah haji," kata Cairncross, yang berprofesi sebagai perencana kota, sepeti dikutip arabnews.com.
Di Cape Town mereka kuliah hukum Islam di sebuah universitas. Cairncross hobi berselancar angin, Haron hobi kickboxing dan mendaki gunung. Cairncross kemudian kursus perencanaan kota yang kemudian mengantarnhya kepada dunia kerja. Mereka mengaku bahagia begitu tiba di perbatasan Arab.
Mereka memulai perjalanan pada 7 Februari 2010. Ini adalah perjalanan haji pertama mereka. "Kami bisa naik pesawat, tapi kami menghargai perjalanan yang berbeda. Jadi kami memilih menggunakan sepeda kami. Bersepeda adalah kegiatan yang paling kami sukai," kata Cairncross.
Senja tiba, mereka akan mencari masjid atau memasang untuk beristirahat. Selepas Subuh, mereka melanjutkan perjalanan lagi. Selama perjalanan, Selama perjalanan,eka menemukan orang-orang yang ramah dan menyambut baik mereka. Orang-orang salut atas perjalanan haji mereka. Tawaran makan pun berdatangan selama di perjalanan
Mereka membawa bekal yang minim. Tawaran bantuan uang pun berdatangan kepada mereka. Di perbatasan Arab, petugas keamanan juga menyambut ramah dua jamaah yang harus pula turun naik pegunungan dengan mengayuh sepeda. Melewati sembilan negara selama sembilan bulan, mereka sering mengganti ban dan memperbaiki rantai sepeda. Masalah bahasa sedikit menjadi kendala dalam perjalanan mereka. Tapi, mereka bisa mengatasinya. Selesai berhaji, mereka akan pulang melalui Afrika Barat.
Liputan,6 com mekkah,(AN/ARI)

Dikirim pada 30 Oktober 2010 di Renungan

10-10-2010 jam10.10 menit Apa artinyaa??
Jakarta (ANTARA News) - Jika anda mau coba keberuntungan, bisa jadi hari ini adalah saat yang tepat. Hari ini, hari ke-10 di bulan ke-10 di tahun ke-10 abad 21, disebut-sebut sebagai salah satu hari keberuntungan pada abad ini. Itu kata koran Daily Mail, lho.

Para numerologis menyatakan angka-angka 10 sempurna berturut-turut itu bukan cuma terjadi setiap seratus tahun, tapi "saat yang ampuh untuk lahir kembali".

Di Inggris, terdaftar 31.050 pasangan yang menikah pada tanggal ini, dan jumlah pengantin itu 10 kali lipat dibandingkan hari Minggu biasa.

Pasangan lainnya berencana melahirkan bayi mereka lewat operasi Caesar pada hari tersebut dengan harapan anak mereka diberkahi keberuntungan.

Di Dubai, salah satu rumah sakit membolehkan 10 calon ibu memilih hari kelahiran bayi mereka yang akan dilakukan lewat operasi Cesar.

Di China, upacara pernikahaan antara jam 10 pagi hingga 10 pagi lewat 10 menit sudah dipesan berbulan-bulan sebelumnya. Di Las Vegas, Amerika Serikat, hotel-hotel menyediakan paket pernikahan 10.10.10.

Sonia Ducie, penulis buku "Numerology: Your Personal Guide For Life" mengemukakan bahwa angka 10 sangatlah kuat, dan makin kuat karena ditulis berulang kali sesuai tanggal.

"Sepuluh adalah angka kebijaksanaan, karena memuat semua kandungan angka satu hingga sembilan." "Angka satu pada 10.10.10 artinya semua soal fokus, arah baru, energi besar dan kelahiran kembali."

"Ini adalah hari yang tepat untuk membulatkan tekad ikut tes wawancara (lamaran kerja) karena angka ini membantu anda mencapai tujuan," katra Ducie.

Soal utak-atik angka merupakan hal yang diminati Matt Parker, ahli matematika di Queen Mary’s College, University of London. Awalnya, dia terpukau dengan tanggal ketika dia ikut wisata sekolah 21 tahun lalu,

"Aku dapat mengingat tempat saya berada pada 11.45 malam 6 Juli 1989, atau 23.45.6.7.89. Menarik sekali. Tepat saat itu saya berhenti sejenak, dan saat itulah saya ingin jadi ahli matematika," katanya.

Parker mengatakan bahwa manusia tampaknya punya hasrat akan keteraturan. " Kita menyukai pola-pola dan otak kita sudah terbentuk untuk menemukan pola-pola itu."

Ahli matematika itu yakin manusia mengembangkan kemampuan menemukan pola untuk mengalahkan dunia yang penuh bahaya dan tak dapat diduga.

Zaman dahulu, orang dengan segera dapat memahami bahwa tanaman dapat tumbuh subur jika benih ditanam pada waktu tertentu.

"Peradaban kita terbangun oleh kemampuan kita dalam menemukan berbagai pola lalu menyadari bahwa pola itu dapat kita manfaatkan."

Nah, percaya atau tidak, terserah anda. Daily Mail menyarankan agar anda menggunakan kesempatan hari ini - kalau tidak, - anda terpaksa menunggu seratus tahun lagi untuk mencapai 10 Oktober 2110. Mungkin hanya sedikit dari kita yang bisa mencapai tanggal itu.

Dikirim pada 10 Oktober 2010 di Uncategories
24 Sep

Istilah Islam KTP, yang sejak lama kita kenal, kini tidak banyak lagi digunakan. Yang disebut Islam KTP adalah orang yang di dalam KTP disebut beragama Islam, tetapi dianggap bukan pemeluk Islam yang taat karena tidak menjalankan ibadah ritual seperti salat, zakat, atau haji. Kalau mereka berpuasa dan berderma, mungkin tidak seluruh puasa dan derma itu sama dengan puasa dan zakat yang sesuai dengan syariat Islam. Terkesan istilah Islam KTP bermaksud menunjukkan bahwa mereka tampaknya Islam, tetapi bukan Islam yang sesungguhnya. Sekitar 60 tahun lalu, Clifford Geertz memunculkan istilah abangan dan santri. Kelompok abangan ialah mereka yang disebut Islam KTP. Tidak sulit membedakan kelompok abangan dengan santri.

Secara bertahap, sesuai dengan pertambahan usia dan perkembangan masyarakat, mereka yang dulu disebut Islam KTP itu mulai belajar tentang Islam. Banyak di antara mereka yang beribadah salat dengan baik. Tidak sedikit di antara mereka yang pergi haji. Bahkan, ada yang lebih taat daripada mereka yang sejak dulu termasuk kelompok santri. Masjid dalam kampus PTN terkenal, seperti UI, IPB, ITB, UGM, dan ITS, menjadi basis kegiatan anak muda Islam terdidik.

Setelah ormas-ormas dan partai Islam menerima Pancasila, batas antara abangan dan santri makin samar. Di mata pemilih kalangan santri, partai Islam tidak jauh berbeda dengan partai berasas Pancasila yang juga ikut berjuang bagi aspirasi politik bernuansa Islam. Banyak perempuan yang dulu termasuk kelompok abangan atau Islam KTP kini menggunakan jilbab. Kantor-kantor, hotel-hotel, bandara, stasiun KA, dan pelabuhan menyediakan musala bagi masyarakat luas. Pompa besin berlomba menyediakan musala yang bersih dan nyaman. Sungguh suatu perubahan yang menggembirakan.

Setelah banyak sekali mereka yang kita sebut Islam KTP menjalankan ibadah mahdhoh (ritual) dengan tekun, apakah hampir semua muslim di Indonesia bisa kita sebut sebagai pemeluk Islam yang taat? Kalau kriteria Islam taat itu adalah bersalat, berhaji, dan berderma, jawabannya pasti positif. Tetapi, kita perlu meninjaunya dari sudut pandang yang lebih luas. Kita saksikan di dalam kehidupan sehari-hari terdapat realitas yang amat bertentangan dengan fakta itu. Praktik korupsi makin marak di pusat maupun daerah. Kejujuran atau sikap amanah masyarakat tidak menggembirakan. Rasa saling percaya dalam masyarakat menipis. Sudah banyak anak Islam seusia pelajar SMP yang berhubungan seks. Amat sulit bagi kita menjelaskan kontradiksi seperti itu.

Salat, puasa, dan haji adalah simbolisasi ibadah mahdhoh, yang bersifat ragawi. Substansi atau tujuan tiga ibadah itu, yang bersifat batiniah, tidak berbeda. Dengan salat, kita diharapkan tercegah dari perilaku keji dan mungkar. Seberapa banyak umat Islam Indonesia yang bisa mencapai tingkat seperti itu? Bukan hanya orang awam, tetapi juga banyak tokoh.

Menurut surat Al Baqarah ayat 183, ibadah puasa diharapkan membuat kita menjadi orang yang bertakwa. Ayat 188 surat tersebut berbunyi, “Janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim dengan maksud kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa padahal kamu mengetahui.”

Kini kita menyaksikan banyak sekali muslimin di Indonesia, termasuk kaum terpelajar, pejabat, kelompok profesional, bahkan mungkin sedikit tamatan pesantren, yang berpuasa Ramadan, tetapi ternyata tidak mencapai dampak positif dari ibadah mahdhoh itu seperti yang dipesankan Al Baqarah ayat 183-188. Banyak di antara kita yang masih memperjualbelikan keadilan. Apa sebutan yang tepat bagi mereka yang berpuasa tetapi dengan sadar terus-menerus melanggar larangan Allah? Apakah mereka itu kita sebut Islam KTP atau Islam yang taat?

Kita juga menyaksikan banyak muslimin yang sudah berhaji (dan mungkin berumrah berkali-kali), tetapi dampak ibadah haji dan umrah itu belum sesuai dengan harapan. Seakan ibadah vertikal (kepada Tuhan) dan perilaku sosial (yang berpotensi ibadah) tidak menyambung dan terputus, bahkan bertolak belakang. Padahal, seharusnya ada kaitan yang kuat antara ibadah ritual (vertikal) dan sosial itu.

Kita perlu bertanya, mengapa Denmark yang konon mayoritas penduduknya tidak percaya kepada Tuhan bisa menjadi negara yang paling bersih dari korupsi dan Indonesia yang sering kita klaim sebagai negara agamais (religius) ternyata termasuk negara yang indeks korupsinya tidak baik?

Kita juga menyaksikan bahwa jutaan umat Islam masih membutuhkan uluran tangan sesama muslim. Potensi zakat baru tergali antara 5-20 persen. Syukur dalam beberapa tahun terakhir pengumpulan zakat, infak, dan sedekah meningkat tajam. Kondisi yang kontradiktif itu sudah berlangsung lama sekali dan tidak banyak di antara kita yang mengkaji secara serius penyebab hal itu terjadi. Kita tetap asyik dengan ibadah mahdhoh dengan cara seperti itu, seakan tidak peduli dengan kontradiksi tersebut. Para mubalig masih tetap asyik bicara tentang dampak positif ibadah-ibadah itu tanpa menyinggung dampaknya yang nyata dalam masyarakat, yang tidak nyambung dengan keindahan ibadah tersebut. Tentu tulisan ini tidak bermaksud mengurangi ibadah ritual, tetapi mendorong upaya mengkaji penyelarasan ibadah ritual dengan perilaku sosial kita.

Apakah sebutan yang tepat bagi muslimin/muslimat yang beribadah mahdhoh, tetapi perilakunya buruk? Islam KTP atau Islam taat? Kalau taat secara ragawi, tetapi tidak taat secara batiniah, apakah masih layak disebut Islam yang taat? Tidak mudah menjawab pertanyaan itu. Atau lebih baik dihilangkan saja istilah Islam KTP dan Islam taat? Yang penting, umat Islam harus taat menjalankan ibadah ritual dengan baik sehingga berdampak positif terhadap perilaku kita. Kita berjuang menjadi orang baik, yang berlaku baik terhadap orang lain, apa pun agamanya, apa pun pangkatnya, tidak peduli kaya atau miskin.

Sumber: jawapos, 16/09/10

Dikirim pada 24 September 2010 di Renungan

Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh

Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata,
“Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, karena ayat Innallooha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)

Tuanku Kanjeng Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata,
“Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)

Konon Sayidina Ali bin Abi Tholib Karromalloohu Wajhah meluangkan waktunya untuk ibadah pada 4 malam dalam setahun, yakni: malam pertama bulan Rojab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban. (Manhajus Sawiy dan Tadzkiirun Nas)

Al-Imam As- Subkiy.rhm berkata, bahwa malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun, malam Jum’at menghapus dosa seminggu, dan Lailatul Qodr menghapus dosa seumur hidup.

Diriwayatkan kapadaku bahwa Sahabat Nabi Usamah bin Zaid.ra berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa di bulan lain lebih banyak dari puasamu di bulan Sya’ban.” Kata Nabi,
“Bulan itu sering dilupakan orang, karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – Sunah Abu Dawud).

Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:

Hadis Pertama

Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata,
“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis Kedua

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Hadis Ketiga

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).

Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak- banyaknya kepada Allah.

Sumber MILIS MAJELIS RASULULLAH SAW

Dikirim pada 24 Juli 2010 di Islami



Sekali bernafas, manusia memerlukan 0,5 liter udara. Pernahkah kita merenungkan, minimal merasakan rasa syukur?

Oleh: Syaefudin

Bernafas, mungkin sudah dianggap biasa dan tak lagi menarik dibahas oleh sebagian orang. Pasalnya, sejak bangun tidur sampai terlelap, manusia tak lepas dari kegiatan mengambil udara di alam bebas ini. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bagaimana nikmat Allah ini sebenarnya bernilai miliaran rupiah? Tak perlu menghitung kegiatan bernafas secara keseluruhan yang melibatkan berbagai organ tubuh, cukup kiranya menjumlah rupiah dari setiap udara yang dihirup.

Sekali bernafas, umumnya manusia memerlukan 0,5 liter udara. Bila perorang bernafas 20 kali setiap menitnya, berarti udara yang dibutuhkan sebanyak 10 liter. Dalam sehari, setiap orang memerlukan 14.400 liter udara.

Lalu, berapa nilai tersebut bila dirupiahkan? Sebagaimana diketahui, udara yang dihirup manusia terdiri dari beragam gas semisal oksigen dan nitrogen. Keduanya, berturut-turut 20% dan 79% mengisi udara yang ada di sekitar manusia. Bila perbandingan oksigen dan nitrogen dalam udara yang manusia hirup sama, maka setiap kali bernafas manusia membutuhkan oksigen sebanyak 100 ml dan 395 ml lainnya berupa nitrogen. Artinya, dalam sehari manusia menghirup 2880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen.

Jika harga oksigen yang dijual saat ini adalah Rp 25.000 per liter dan biaya nitrogen per liternya Rp 9.950 (harga nitrogen $ 2.75 per 2,83 liter, data nilai tukar dollar Bank Indonesia pada 9 November 2009), maka setiap harinya manusia menghirup udara yang sekurang-kurangnya setara dengan Rp 176.652.165. Dengan kata lain, bila manusia diminta membayar sejumlah udara yang dihirup berarti setiap bulannya harus menyediakan uang sebesar 5,3 Miliar rupiah. Dalam setahun, manusia dapat menghabiskan dana 63,6 Miliar.

Itu hanya jumlah uang yang diperlukan dalam setahun. Bila dihitung seluruh kebutuhan seumur hidup, pastilah nilainya lebih mencengangkan lagi. Sungguh, Allah maha pemurah atas segala karunia-Nya. Tak terkecuali nikmat Allah dari udara yang digunakan manusia sebagai bahan bernafas setiap saatnya.

Udara yang melimpah ruah di alam adalah bukti kasih sayang Allah yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. Tak sepeser pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. Oleh karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta. Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana firman Allah, “katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?’…”(QS Al Anbiyaa’ 21: 42).

Dikirim pada 29 Juni 2010 di Renungan


Allah Subhannahu wa Ta�ala telah berfirman di dalam Al-Qur’an yang artinya,
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. 33:56)


Abul Aliyah berkata, “Shalawat Allah adalah pujian-Nya (terhadap Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam ) di sisi para malaikat, sedangkan shalawatnya malaikat berupa do’a.”

Diriwayatkan dari Sufyan ats-Tsauri dan beberapa ahli ilmu, mereka mengatakan, “Shalawat dari Rabb adalah rahmat-Nya, dan shalawat malaikat adalah permohonan ampun.”
Sementara itu, as-Sam’ani berkata, “Shalawat dari Allah bermakna rahmat dan ampunan, sedang shalawat dari malaikat serta orang mukmin makna-nya adalah do’a.”

Bagaimana Bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam

Dengan memperhatikan keterangan di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa bershalawatnya seorang mukmin adalah do’anya kepada Allah agar melimpah-kan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. Oleh karena merupakan do’a, maka seharusnya dilakukan sesuai dengan adab-adab yang telah diajarkan oleh syariat. Di antara adab berdo’a adalah hedak-nya dilakukan dengan suara yang tidak keras, apalagi dengan berteriak-teriak. Jika kita mengetahui apa arti dari shalawat yang kita ucapkan, maka tentu kita akan malu melakukan dengan suara yang keras, karena hal itu tidak sepantasnya dilakukan.

Sedangkan shighat atau bunyi shalawat yang diajarkan oleh Nabi di antaranya adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut,
Dan masih ada lagi shighat shalawat lain yang diajarkan dalam syariat Islam selain yang tersebut di atas. Maka selayaknya kaum muslimin bershalawat dengan apa yang telah diajarkan oleh Nabinya dan menghindari shalawat-shalawat bikinan yang tidak jelas sumbernya, terutama yang berbau bid’ah dan syirik.

Keutamaan Bershalawat Atas Nabi.

a.. Dari Abu Hurairahzbahwa Rasul Allah Subhannahu wa Ta�ala bersabda,
“Barang siapa bershalawat terhadapku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

b.. Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu , bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,
“Barang siapa bershalawat atasku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali shalawat, menghapus darinya sepuluh keburukan, dan mengangkatnya sebanyak sepuluh derajat.” (HR Ahmad, an-Nasai dan di shahihkan oleh al-Albani).

c.. Dari Abdullah bin Amr bin Ashz ia mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,
“Apabila kamu mendengarkan muadzin maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku karena barang siapa yang bershalawat atasku sekali saja, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintakanlah untukku al-Wasilah, sesungguhnya ia adalah kedudukan di Surga yang tidak layak kecuali hanya untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah. Dan aku berharap agar hamba tersebut adalah aku, barang siapa yang meminta kepada Allah al-Wasilah untukku, maka berhak atasnya syafaat.” (HR. Muslim)

d.. Dari Abu Darda’zia berkata, “Telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam,
“Perbanyaklah shalawat atasku pada Hari Jum’at karena ia disaksikan, dan para malaikat pun menyaksikan. Dan sungguh tidaklah seseorang bershalawat atasku, kecuali akan diperlihatkan kepadaku shalawatnya hingga ia selesai darinya.” Dia mengatakan,”Aku berkata, ”Dan juga setelah meninggal dunia? Nabi menjawab, ”Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi.”(HR Ibnu Majah dan al-Mundziri menyatakan jayyid)

e.. Dari Aus bin Auszia berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,
”Termasuk hari-hari kalian yang utama adalah hari Jum’at, pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari itu ditiup sangkakala dan terjadi suara keras yang mematikan. Maka perbanyak-lah shalawat atasku pada hari itu, sesungguhnya shalawat kalian diperlihatkan kepadaku” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh al-Albani)

f.. Dari Abu Umamahzdia berkata, ”Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda,
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada Hari Jum’at, karena shalawat dari umatku diperlihatkan pada tiap-tiap Hari Jum’at. Barang siapa yang lebih banyak shalawatnya kepadaku maka ia lebih dekat kedudukannya dariku.”(HR. al-Baihaqi dihasankan oleh al-Albani).

g.. Dari Abu Hurairahzia berkata, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,
“Sungguh merugi seseorang yang disebutkan diriku disisinya namun tidak bershalawat atasku.” (HR. At-Tirmidzi, berkata al-Albani hasan shahih)

h.. Dari Ibnu Abbaszberkata,”Telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ,
“Barang siapa melupakan (meninggalkan) shalawat terhadapku maka akan tersalah dari jalan surga.” (HR. Ibnu Majah dishahihkan oleh al-Albani dengan hadits lain)

i.. Dari Husain Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda,
“Orang bakhil adalah orang yang diriku disebut di sisinya namun tidak bersha-lawat kepadaku.” (HR. An-Nasai di sha-hihkan oleh al-Albani)

j.. Dari Ubay bin Ka’ab ia berkata, ”Wahai Rasulullah, sungguh aku akan memperbanyak shalawat atasmu, maka seberapa banyak kujadikan do’aku untuk bershalawat kepadamu? Beliau menjawab, “Sekehendakmu” Dia bekata, “Aku mengatakan, “Apakah seperempatnya?” Beliau menjawab, “Terserah kamu, dan jika engkau menambah, maka itu lebih baik bagimu.” Aku berkata, ”Apakah separuhnya?” Rasul menjawab, ”Terserah kamu, dan jika kamu menambah, maka itu lebih baik bagimu.” Aku lalu berkata, “Apakah dua per tiganya?” Nabi menjawab, “Terserah kamu dan jika kamu menambahnya, maka itu lebih baik bagimu.” Aku berkata, ”Apakah aku bershalawat kepadamu sepanjang hariku.” Beliau bersabada, “Kini telah cukup keinginan dan kesungguhanmu dan Allah mengampuni dosa-dosamu.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan shahih, dan al-Albani menyetujuinya).

k.. Dari ‘Amir bin Rubai’ahzia berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam berkhutbah dan bersabda,
“Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka malaikat senantiasa bershalawat kepadanya selagi ia masih bershalawat kepadaku. Maka seorang hamba boleh menyedikitkan atau memperbanyaknya.”

l.. Dari Aliz ia berkata, “Setiap do’a terhalang, sehingga diucapkan shala-wat atas Muhammad dan keluarga Muhammad.”(riwayat ath-Thabrani dan dishahihkan oleh al-Albani dengan hadits yang lain)

m.. Dari Umar bin Khaththabz secara mauquf, ”Sesungguhnya do’a terhenti di antara langit dan bumi, ia tidak naik sama sekali, sehingga disam-paikan shalawat kepada Nabimu Shallallaahu alaihi wa Salam .” (Riwayat at-Tirmidzi dishahihkan oleh al-Albani dengan hadits yang lain).

Beberapa Faidah dan Buah Shalawat

Al-Imam Ibnul Qayyim dalam kitab “jala’ul afham” menyebutkan kurang lebih empat puluh faidah bershalawat atas Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam , di antara yang dapat disebutkan di sini yaitu:

1. Merupakan bentuk pelaksanaan perintah Allah dan mencocoki terhadap apa yang Dia lakukan berupa shalawat terhadap Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam .

2. Mencocoki para malaikat yang juga menyampaikan shalawat atas Nabi.

3. Orang yang mengucapkan satu shalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam akan mendapatkan sepuluh shalawat dari Allah Subhannahu wa Ta�ala .

4. Pelakunya akan diangkat sebanyak sepuluh derajat, ditulis untuknya sepuluh kebaikan dan dihapuskan darinya sepuluh keburukan.

5. Apabila dibaca sebelum memanjatkan do’a, maka akan sangat memungkinkan untuk diijabahinya do’a itu.

6. Menjadi penyebab untuk mendapatkan syafa’at.

7. Menjadi sebab untuk diampuninya dosa-dosa.

8. Merupakan sebab Allah memberikan kecukupan bagi kebutuhan seorang hamba.

9. Shalawat akan mendekatkan kedu-dukan seorang hamba dengan Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam nanti pada Hari Kiamat.

10. Shalawat disejajarkan dengan shadaqah kepada orang yang kesusahan.

11. Shalawat merupakan salah satu sebab terpenuhinya hajat.

12. Dengan bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam , maka Allah dan para malaikat juga akan bershalawat terhadapnya.

13. Merupakan pembersih dan penyu-cian bagi orang yang melakukannya.

14. Merupakan sebab seorang hamba mendapatkan kabar gembira dengan surga menjelang meninggal dunia.

15. Menjadi sebab terbebasnya seseorang dari huru-hara pada Hari Kiamat

16. Nabi akan membalas menyampaikan shalawat dan salam kepada orang yang mengucapkannya terhadap beliau.

17. Ia menjadi sebab untuk teringatnya sesuatu yang terlupakan.

18. Merupakan sebab untuk baiknya suatu majlis dan dapat menyelamat-kan dari buruknya majlis yang tidak disebut di dalamnya nama Allah.

19. Menjadi penyebab hilangnya kefa-kiran.

20. Meniadakan predikat bakhil pada seorang hamba.

21. Dapat menjadikan pelakunya terbimbing untuk menuju jalan ke Surga

22. Menjadikan sebab terpancarnya cahaya bagi seorang hamba, ketika melewati ash-Shirath (jembatan di Hari Kiamat).

23. Menjadikan seseorang dapat terbebas dari tabiat yang keras dan kasar.

24. Merupakan penyebab untuk keberkahan terhadap diri, amal dan umur orang yang mengucapkannya.

25. Menjadikan penyebab untuk mendapatkan rahmat dari Allah.

26. Shalawat dapat menjadikan seseorang terus-menerus mencintai Rasulullah dan bahkan akan selalu bertambah cintanya.

27. Ia akan menjadikan seorang hamba mendapatkan hidayah dan menghidupkan hati.

Imam Bukhari (no 3370) dan Muslim (no 406) meriwayatkan dari Ka’ab bin ’Ujrah radliyallahu ’anhu, katanya:"Rasulullah shallallahu ’alaihi wa ’ala alihi wa sallam keluar menemui kami, lalu kamipun berkata:"Kami sudah tahu bagaimana mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana mengucapkan shalawat untukmu?’ Beliau berkata:
((قولوا : اللهم صل على محمدكما صليت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد اللهم بارك على محمد كما باركت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد))
"Ucapkanlah:"Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau memberi shalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."
Dalam riwayat Muslim (no 405) dari hadits Abu Mas’ud Al Badri radliyallahu ’anhu, katanya:"Rasulullah shallallahu ’alaihi wa ’ala alihi wa sallam datang kepada kami, ketika sedang berkumpul di tempat Sa’ud bin ’Ubadah. Maka Basyir bin Sa’d berkata:"Allah telah memerintahkan kami untuk bershalawat kepadamu, wahai Rasulullah, maka bagaimana caranya?"
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa ’ala alihi wa sallam dia sehingga kami berharap seandainya dia tidak bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah shallallahu ’alaihi wa ’ala alihi wa sallam berkata:
قولوا : اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد واسلام كما قد علمتم
"Ucapkanlah:"Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkah kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam ini, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dan ucapan salam sebagaimana yang telah kalian ketahui."

__._,_.___
Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic
Messages in this topic (1)


Dikirim pada 29 Mei 2010 di Do’a & Sholawat

"Abu Bakar mengungguli kalian bukan karena banyaknya salat dan banyaknya puasa, tapi karena sesuatu yang bersemayam di hatinya." (HR at-Tirmidzi di an-Nawâdir dan al-Ghazali di Ihyâ Ulûmiddîn)

Abu Bakar ash-Shiddiq adalah manusia terbaik dari kalangan umat Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah SAW. Beliau juga menobatkannya khalîl atau kekasih terdekat bagi beliau. Faktor utamanya bukan hanya karena banyaknya amal yang beliau lakukan, tapi juga karena totalitas hatinya. Hatinya serba total untuk Allah dan Rasul-Nya.

Pada saat Rasulullah SAW mengumumkan agar kaum Muslimin menyumbangkan harta mereka untuk dana perang Tabuk, Abu Bakar membawa seluruh hartanya kepada Rasulullah SAW. "Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?" tanya Rasulullah kepada Abu Bakar.

"Allah dan Rasul-Nya?" jawab Abu Bakar tanpa keraguan sedikitpun.

"Orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati tak menyisakan apapun melainkan apa yang ia cintai," demikian komentar Imam al-Ghazali tentang kisah beliau ini.

Totalitas hati itu membawa Abu Bakar SAW menjadi orang yang paling makrifat kepada Allah di antara umat Rasulullah SAW yang lain. Abu Bakar Radhiallâhuanhu mengorbankan segalanya untuk Allah dan Rasulullah SAW

Hingga, hidupnya begitu miskin setelah mengucapkan ikrar Islam di hadapan Rasulullah. Padahal, sebelumnya Abu Bakar adalah saudagar kaya yang disegani di Quraisy.

Abdullah bin Umar bercerita: Suatu ketika Rasulullah SAW duduk. Di samping beliau ada Abu Bakar memakai jubah kasar, di bagian dadanya ditutupi dengan tambalan. Malaikat Jibril turun menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan salam Allah kepada Abu Bakar.
"Hai Rasulullah, kenapa aku lihat Abu Bakar memakai jubah kasar dengan tambalan penutup di bagian dadanya?" tanya Malaikat Jibril.

"Ia telah menginfakkan hartanya untukku ( untuk kepentingan dakwah: pen)." Sabda beliau
"Sampaikan kepadanya salam dari Allah dan sampaikan kepadanya: Tuhanmu bertanya: Apakah engkau rela dengan kefakiranmu ini ataukah tidak rela?"
Rasulullah SAW menoleh kepada Abu Bakar. "Hai Abu Bakar, ini Jibril menyampaikan salam dari Allah kepadamu, dan Allah bertanya: Apakah engkau rela dengan kefakiranmu ini ataukah tidak rela?"

Abu Bakar menangis: "Apakah aku akan murka kepada (takdir) Tuhanku!? (Tidak!) Aku rida dengan (takdir) Tuhanku, Aku rida akan (takdir) Tuhanku."

Semua miliknya habis untuk Allah dan Rasulullah SAW. Inilah totalitas cinta. Cinta yang mengorbankan segalanya untuk Sang Kekasih, tak menyisakan apa-apa lagi selain Dia di hatinya. "Orang yang merasakan kemurnian cinta kepada Allah, maka cinta itu akan membuatnya berpaling dari pencarian terhadap dunia " Demikian untaian kalimat tentang tasawuf cinta yang pernah terucap dari mulut mulia Sayidina Abu Bakar ash-Shiddiq.

“Barang siapa yang mengeluarkan dua macam harta fi sabilillah, maka ia akan dipanggil dari pintu surga… Wahai hamba Allah, sungguh ini perbuatan baik. Dan barang siapa yang selalu melaksanakan shalat, akan dipanggil dari pintu shalat. Dan barang siapa yang ikut berjihad, ia akan di panggil dari pintu jihad. Dan barang siapa yang selalu melaksanakan puasa, akan dipanggil dari pintu yang memancarkan air yang segar. Dan barang siapa yang selalu memberikan sedekah, akan di panggil dari pintu sedekah”.

Maka kemudian Abu Bakar r.a. bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah bisa seseorang dipanggil dari semua pintu surga tadi?” Mendengar pertanyaan Abu Bakar r.a. itu bibir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terbuka lalu berkata, “Ya, dan aku sangat berharap engkau termasuk satu diantara orang yang dipanggil dari semua pintu surga.” (HR. Bukhari)

Abu Bakar RA adalah shahabat yang dipanggil dari semua pintu syurga. Kenapa saudaraku ? Karena hatinya telah diberikan hanya untuk Alloh dan Rosul-nya. Hati yang dipenuhi cinta hanya untuk Alloh dan Rosul-Nya.

kiriman group lentera hati..

Dikirim pada 13 Mei 2010 di Renungan


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
SOLUSI BAGI WANITA YANG TERTINDAS SUAMI

Pada hakikatnya, Islam tidak melepaskan kehidupan rumah tangga berjalan begitu saja tanpa arah petunjuk. Sehingga hawa nafsu menjadi penentu yang berkuasa. Tidak demikian adanya. Islam telah menggariskan hak, kewajiban, tugas dan tanggung-jawab antara suami dan istri sesuai dengan kodrat, kemampuan, mempertimbangkan tabiat dan aspek psikis. Hal tersebut ditetapkan di atas landasan yang adil lagi bijaksana. Allah Taala berfirman:

"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang maruf. Akan tetapi, para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". [al-Baqarah/2:228].

Jika pasangan suami istri mengerti dan memahami kewajiban masing-masing, niscaya biduk suatu rumah tangga kaum muslimin akan berjalan normal, semarak oleh suasana mawaddah dan rahmat. Suami
memenuhi kewajiban-kewajibannya. Begitu pula, istri juga menjalankan kewajiban-kewajibannya. Dengan ini, rumah tangga akan menuai kebahagiaan dan ketentraman. Rumah tangga benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman :
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." [ar-Rûm/30:21].

Akan tetapi, kondisi ideal ini, terkadang terganggu oleh riak-riak yang pada akhirnya mempengaruhi tingkat mawaddah dan rahmat antara suami-istri. Suami berbalik membenci istrinya. Pada sebagian suami, tidak mampu bersabar sehingga tangan kuatnya diayunkan ke tubuh istri, dan menyebabkan istri mengerang kesakitan. Bekas-bekas penganiayaan pun terlihat jelas. Istrinya merasa tidak aman dan nyaman hidup dengan lelaki itu. Situasi kian memanas. Akibat emosi tak terkendali, kadang timbul aksi yang tidak diharapkan, semisal penganiayaan hingga pembunuhan, baik dari suami maupun istri. Nas`alullah as-salaamah.

Syaikh Abdur-Rahmaan as-Sudais menyampaikan fakta: "Ada sejumlah lelaki (suami) yang tidak dikenal kecuali hanya dengan bahasa perintah dan larangan, hardikan, sifat arogan, buruk pergaulan, tidak ringan tangan, susah bertoleransi, emosional dan sangat reaktif. Jika berbicara, perkataannya menunjukkan dirinya bukan orang yang beradab. Dan bila berbuat, perilakunya mencerminkan kecerobohan. Di dalam rumah, suka menghitung-hitung kebaikannya di hadapan istri. Bila keluar rumah,
prasangka buruk kepada istri menggelayuti pikirannya. Bukan pribadi yang lembut dan tidak sayang. Istrinya hidup dalam kesulitan, bergulat dengan kesengsaraan dan terpaksa mengalami prahara"[1]

MENDATANGKAN DUA PENENGAH DARI MASING-MASING PIHAK
Dalam konteks ini, bila persoalan semakin meruncing, maka Allah Subhanahu wa Taala mengarahkan untuk menghadirkan dua penengah dari keluarga suami dan istri.

"Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" [an-Nisaa`/4:35][2].

Tugas mereka berdua, mengerahkan segala upaya untuk mengetahui akar permasalahan yang menjadi sebba perseteruan antara suami istri dan menyingkirkannya, serta memperbaiki hubungan suami-istri yang sedang dilanda masalah. Dua penengah ini (hakamain) disyaratkan orang muslim, adil, dikenal istiqamah, keshalihan pribadi dan kematangan berpikir, dan bersepakat atas satu keputusan. Keputusan mereka berkisar pada perbaikan hubungan dan pemisahan antara mereka berdua. Berdasarkan
pendapat jumhur ulama, keputusan dua penengah ini mempunyai kekuatan untuk mempertahankan hubungan atau memisahkan mereka.

TALAK BISA "MENJEMBATANI" KEBUNTUAN ANTARA SUAMI-ISTRI
Pada asalnya, talak bukanlah jalan keluar yang dianjurkan untuk menyelesaikan keretakan hubungan antara suami-istri, jika tidak ada faktor penting dan mendesak yang menjadi penyebabnya. Namun, ketika istri memperlihatkan tanda-tanda kebencian kepada suami, karena istri sering mengalami penindasan, misalnya secara fisik berupa pukulan yang menciderai, siksaan yang berat, kewajiban nafkah tak dipenuhi, terus-menerus dicaci, mendapatkan tuduhan yang bermacam-macam
umpamanya, sehingga kehidupan rumah tangga tidak mendukung menjadi keluarga harmonis, maka dalam kondisi ini, talak bisa menjadi jalan keluar bagi mereka berdua.

Konsepsi kehidupan rumah tangga dalam Islam sendiri bersendikan "pergaulan yang baik, atau dilepaskan dengan cara baik pula". Hal ini berdasarkan firman Allah Taala:

"Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang maruf atau menceraikan dengan cara yang baik" [al-Baqarah/2:229].

Kalau suami ingin tetap hidup bersama istri, kewajibannya ialah mempergauli istrinya dengan sebaik-baiknya. Allah Subhanahu wa Taala berfirman :

"Dan bergaullah dengan mereka secara patut". [an-Nisâ/4: 19]

Tindakan aniaya terhadap orang lain terlarang. Demikian juga perbuatan-perbuatan yang merugikan dan membahayakan orang lain. Apalagi kepada orang yang menjadi pendamping hidup dan bersifat lemah. Orang terbaik ialah orang yang berlaku baik kepada keluarganya. Rasulullah
Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang bersikap baik kepada keluarganya. Dan aku adalah orang yang terbaik bagi keluargaku" [HR at-Tirmidzi dan Abu Dâwud].

Kedekatan antara suami dan istri sangat kuat. Dari seringnya interaksi antara keduanya, masing-masing dapat mudah terpengaruh oleh kondisi pasangannya. Pengaruh baik akan berdampak positif bagi pasangan. Begitu pula, keadaan-keadaan yang buruk pun akan mudah berpengaruh pada pasangannya.

Tatkala kesepahaman tidak bisa dipadukan, dan seluruh terapi tidak memberi pengaruh positif bagi perubahan ke arah yang baik, maka kehidupan berumah tangga dengan pasangan bisa menjadi beban berat untuk dipikul. Allah Subhanahu wa Taala berfirman :

"Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana" [an-Nisaa/4:130]

BILA SUAMI TIDAK INGIN MENCERAIKAN
Bila kehidupan rumah tangga sudah menjadi beban berat bagi istri sehingga dikhawatirkan tidak mampu lagi menjadi pendamping suami, baik karena perilaku maupun tindak kekerasan yang dilakukan suami atau lainnya, maka dalam keadaan seperti ini, Islam membolehkan wanita mengajukan gugatan cerai kepada suami dengan memberikan ganti rugi harta. Dalam syari’at Islam, gugatan cerai istri atas suaminya ini dinamakan al-khulu’.[3]

Al-Hishnî rahimahullah menjelaskan jenis ketiga dari keringanan dalam pernikahan dengan menyatakan: Di antaranya, ialah kemudahan pensyariatan talak (cerai) karena beban berat tinggal berumah tangga, dan demikian juga al-khulu’. Juga semua yang disyari’atkan hak pilih
faskh (menggagalkan akad) karena kesabaran wanita atas keadaan tersebut merupakan beban berat (al-masyaqqah), karena syari’at tidak memberikan hak cerai kepada wanita.[4]

Sedangkan Ibnu Qudamah rahimahullah, ketika menjelaskan hikmah disyari’atkannya al-khulu’, ia menyatakan: "Al-khulu’ (disyari’atkan) untuk menghilangkan dharar (kerugian) yang menimpa wanita karena jeleknya pergaulan dan tinggal bersama orang yang tidak ia sukai dan
benci".[5]

Lebih jelas lagi, yaitu pernyataan Ibnul-Qayyim, bahwasanya Allah mensyari’atkan al-khulu’ untuk menghilangkan mafsadat yang berat, menimpa pasangan suami istri dan membebaskan satu dari pasangannya [6]. Apabila suami menyetujuinya, maka rusaklah akad pernikahan keduanya (faskh) dan sang wanita menunggu sekali haidh agar dapat menerima
pinangan orang lain.

Namun, apabila suami tidak menerima al-khulu’ (gugatan cerai) istrinya tersebut, maka sang istri dapat mengajukan gugatan cerai kepada pemerintah atau lembaga yang ditunjuk pemerintah menangani permasalahan tersebut agar mendapatkan keridhaan suami untuk menerima gugatan cerai tersebut. Sebab, terjadinya al-khulu’, tetap dengan keridhaan suami.
Demikianlah pendapat mayoritas ulama bahwasanya al-khulu’ tidak sah kecuali dengan keridhaan suami.[7]

Oleh karena itu, Ibnu Hazm rahimahullah berkata: "Maka wanita diperbolehkan mengajukan gugatan cerai (al-khulu’) dari suami dan menceraikannya bila suami meridhainya".[8]

Demikian, cukup jelas solusi yang diberikan Islam dalam menangani masalah KDRT. Keuntungan dunia dan akhirat akan bisa digapai bila menaatinya. Mudah-mudahan, Allah Subhanahu wa Taala membukakan hati kita untuk menerapkan seluruh syariat-Nya dalam semua aspek kehidupan



Dikirim pada 20 April 2010 di Keluarga



Al Quranul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikit pun. Al Quran memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh taala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al Quran. Sebagaimana sabda Nabi sholallahu alaihi wa sallam, Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al Quran
dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)

Ketika membaca Al Quran, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al Quran:

1. Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang. Dalam membaca Al Quran seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam
Haromain berkata, Orang yang membaca Al Quran dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama. (At Tibyan, hal. 58-59)

2. Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca. Rosululloh bersabda, Siapa saja yang membaca Al Quran (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan). Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al Quran sehari semalam, dengan dasar
hadits di atas. Rosululloh telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatamkan Al Quran setiap satu minggu (7 hari) (HR. Bukhori, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Masud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al Quran sekali dalam seminggu.

3. Membaca Al Quran dengan khusyu, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan. Alloh taala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, "Dan mereka
menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu" (Al-Isra: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.

4. Membaguskan suara ketika membacanya. Sebagaimana sabda Rosululloh sholallahu alaihi wa sallam, Hiasilah Al Quran dengan suaramu (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Quran (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al Quran dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokka n suara di luar kemampuannya.

5. Membaca Al-Quran dimulai dengan Istiadzah. Alloh subhanahu wa taala berfirman,

"Dan bila kamu akan membaca Al Quran, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk" (An Nahl: 98)

6. Membaca Al Quran dengan tidak mengganggu orang yang sedang sholat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau ditempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang sedang-sedang saja secara khusyu. Rosululloh bersabda, "Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al Quran)" (HR. Abu Dawud, Nasai, Baihaqi dan Hakim). Wallohu alam.

[sumber: Buletin At Tauhid]
____________ _________ _________ __

Dikirim pada 17 Maret 2010 di Islami

DAMPAK MAKANAN HARAM BAGI MASYARAKAT

Mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik akan memberikan pengaruh yang signifikan dalam proses pembersihan jiwa, terkabulnya do’a dan diterimanya amal ibadah. Sebaliknya, mengkonsumsi makanan yang haram, akan menghalangi terkabulnya doa dan diterimanya ibadah. Allah berfirman tentang orang-orang Yahudi.

“Artinya : Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong dan banyak memakan makanan yang haram” [Al-Maidah ; 41-42]

As-Suhtu maksudnya adalah makanan yang haram. Barangsiapa yang keadaannya demikian, bagaimana mungkin Allah membersihkan hatinya dan mengabulkan permohonannya ?

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “ Sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak menerima kecuali hal yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kaum mukminin dengan perintah yang diarahkan kepada para rasulNya. Allah Ta’ala berfirman.

“Artinya : Hai para rasul, makanlah dari makanan yang baik dan kerjakanlah amalan yang shalih” [Al-Mukminun : 51]

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” [Al-Baqarah : 172]

Sesudah itu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan keadaan seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh. Orang tersebut rambutnya kusut, tubuhnya penuh debu, menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya memanjatkan (permohonan do’a) : ‘Wahai, Rabb-ku, wahai Rabb-ku”, namun makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram. Dia tumbuh dengan makanan yang haram, bagaimana mungkin dikabulkan ?[1]

Makanan yang halal maupun yang haram, tidak hanya berpengaruh pada hati individu dan perangainya saja, yang berpotensi memperbaiki atau menyimpangkannya, tetapi efek negatif tersebut juga merambah mempengaruhi masyarakat. Sebab sebuah komunitas terdiri dari sekelompok individu.

Masyarakat yang di dominasi dengan kejujuran dalam bermua’malah, mengkonsumsi makanan yang diperbolehkan, ia akan tumbuh menjadi sebuah komunitas yang bersih, teladan dan saling menolong lagi kokoh.

Sebaliknya, masyarakat yang terkungkung oleh praktek risywah (suap), tipu menipu dan tersebarnya makanan yang haram, akan menjadi komunitas yang ternoda, tercerai berai, indiviudalis, tak mengenal kerjasama saling menolong, hina di mata masyarakat lain, (juga sebagai) lading subur bagi perkembangan sifat-sifat buruk. Pada gilirannya, akan menyeret masyarakat tersebut pada kondisi yang lemah, tidak lama kemudian akan sirna oleh arus yang kecil sekalipun.

Pasalnya, makanan-makanan yang buruk tersebut bisa merusak tabiat manusia, “Allah mengharamkan makanan-makanan yang buruk lantaran mengandung unsur yang dapat menimbulkan kerusakan, baik pada akal, akhlak ataupun aspek lainnya. Keganjilan prilaku akan nampak pada orang-orang yang menghalalkan makanan dan minuman yang haram tersebut, sesuai dengan kadar kerusakan yang terkandung (dalam makanan tersebut). Seandainya, mereka tidak mencari-cari alasan takwil (sebagai pembenaran), niscaya sudah pantas untuk ditimpa siksa (dari Allah)” [2]


[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun X/1427H )

Dikirim pada 21 Januari 2010 di Islami

RENUNGAN

Renungkanlah.
Siapa yang tau sampai kapan kita hidup?!
Siapa yang tau berapa lama lagi kita harus menebus semua dosa?!
Siapa yang tau takdir apa yang akan terjadi pada kita?!
Siapa yang tau setelah mati kita akan ditempatkan dimana, surga atau neraka?!

Siapa yang tau apa yang akan terjadi besok?!
Apa kita masih dapat berjalan seperti hari ini
Apa kita masih bisa membaca seperti saat ini
Kegembiraan yang kita rasakan dapat langsung berubah hanya dalam satu kedipan
Seberapa besar kuasa manusia tuk melawan kata ”kun”
Hanya dengan 0.005 detik atau bahkan kurang dari itu semua dapat terjadi
Harta, nyawa dan segalanya menjadi tak berarti dan kan lenyap tanpa kompromi
Apa yang dapat diperbuat manusia?!
Membayangkan saja tak sanggup

Apa kamu punya ”tabungan” untuk menghadapinya?!
Siapkanlah imanmu mulai dari sekarang


KETAKUTAN MANUSIA

Saat mata
Tak mampu lagi menahan kelopaknya,
Muncul keinginan tuk tidur dan bermimpi

Namun takut..takut..takut..,
Tiba- tiba perasaan itu muncul lagi,
Ku tak sanggup menyadari bahwa ku kan tertidur.

Doa dan terus berdoa

Dengan pengetahuan yang yakin,
Ku sadar hanya meminjam raga tuk hidup
Namun dengan keyakinan pula ku tak mampu
Membayangkan jika hari ini adalah hari terakhir ku di dunia,
Maka mungkin tak kan cukup amal ku tuk masuk surga

Ketakutan membuatku berfikir
Jika aku mengetahui hari ini adalah hari terakhir
Maka tiap detik kesempatan, akan aku gunakan ’tuk menebus dosa
Namun jika aku tidak mengetahui bahwa hari ini adalah hari terakhir
Maka akan ku sesali setiap waktu ku yang terbuang percuma

Takut...takut..takut sungguh ku takut
Aku tidak akan mengetahui kapan hidupku kan berakhir
Ku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk hidup ku
Tak kan kusia- siakan keringanan satu hari, satu menit bahkan satu detik untuk ku
Berusaha menjadi lebih baik dan lebih baik

Hingga saatnya tiba,
Ku kan siap dan ikhlas tuk menerimanya

Dikirim pada 28 Desember 2009 di Renungan

KEISTIMEWAAN AIR ZAM-ZAM
Air Zam-Zam bukanlah air yang asing bagi kaum Muslimin. Air ini mempunyai keutamaan yang sangat banyak. Rasulullah telah menjelaskan kegunaan air tersebut. Beliau bersabda,"Sebaik-baik air yang ada di muka bumi adalah Zam-Zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit."[1] Apa rahasia dibalik air yang banyak memiliki khasiat dan penuh barakah ini?
MAKNA ZAM-ZAM
Kata Zam-Zam dalam bahasa Arab berarti, yang banyak atau melimpah [2]. Adapun air Zam-Zam yang dimaksud oleh syariat, yaitu air yang berasal dari sumur Zam-Zam. Letaknya dengan Kabah, berjarak sekitar 38 hasta.
Dinamakan Zam-Zam, sesuai dengan artinya, karena memang air dari sumur tersebut sangat banyak dan berlimpah. Tidak habis walau sudah diambil dan dibawa setiap harinya ke seluruh penjuru dunia oleh kaum Muslimin.
Dinamakan dengan Zam-Zam, bisa juga diambil dari perbuatan Hajar. Ketika air Zam-Zam terpancar, ia segera mengumpulkan dan membendungnya. Atau diambil dari galian Malaikat Jibril dan perkataannya, ketika ia berkata kepada Hajar.
Disebutkan juga, bahwa nama Zam-Zam adalah alam, atau nama asal yang berdiri sendiri, bukan berasal dari kalimat atau kata lain. Atau juga diambil dari suara air Zam-Zam tersebut, karena zamzamatul ma` adalah, suara air itu sendiri.[3]
Nama lain Zam-Zam, sebagaimana telah diketahui, antara lain ia disebut barrah (kebaikan), madhmunah (yang berharga), taktumu (yang tersembunyi), hazmah Jibril (galian Jibril), syifa` suqim (obat penyakit), thaamu tuim (makanan), syarabul abrar (minuman orang-orang baik), thayyibah (yang baik) [4].
SEJARAH MUNCULNYA ZAM-ZAM
Disebutkan oleh Imam al Bukhari dalam Shahih-nya, dari hadits Ibnu Abbas. Suatu saat, ketika berada di Mekkah, Nabi Ibrahim menempatkan istrinya Hajar dan anaknya Ismail di sekitar Ka`bah, di suatu pohon besar yang berada di atas sumur Zam-Zam. Waktu itu, tidak ada seorangpun di Mekkah, melainkan mereka bertiga. Setelah Nabi Ibrahim
Alaihissalam meletakkan kantong berisi kurma dan air, iapun beranjak pergi. Namun Hajar mengikutinya seraya mengatakan,”Wahai Ibrahim, kemanakah engkau akan pergi dengan meninggalkan kami sendiri di tempat yang tiada manusia lain, atau yang lainnya?"
Pertanyaan itu ia ulangi terus, tetapi Nabi Ibrahim tidak menengok kepadanya. Sampai akhirnya Hajar berseru kepadanya,”Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan hal ini?”
“Ya,” jawab Nabi Ibrahim.
"Kalau begitu, Allah tidak akan menyengsarakan kami,” seru Hajar. Kemudian kembalilah Hajar ke tempatnya, dan Nabi Ibrahim terus melanjutkan perjalanannya.
Sesampainya di Tsaniyah -jalan bebukitan, arah jalan ke Kada`.
Rasulullah ketika memasuki Mekkah juga melewati jalan tersebut- dan keluarganya tidak dapat melihatnya lagi, Nabi Ibrahim q menghadap ke arah Baitullah, lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa : "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan,
mudah-mudahan mereka bersyukur" [Ibrahim/14 : 37]
Ibunda Ismail menyusui anaknya dan meminum dari kantong air tersebut. Hingga akhirnya air itupun habis, dan anaknya kehausan. Dia melihat anaknya dengan penuh cemas, karena terus menangis. Dia pun pergi untuk mencari sumber air, karena tidak tega melihat anaknya kehausan.
Pergilah dia menuju bukit terdekat, yaitu bukit Shafa, dan berdiri di atasnya. Pandangannya diarahkan ke lembah di sekelilingnya, barangkali ada orang disana. Akan tetapi, ternyata tidak ada.
Dia pun turun melewati lembah sampai ke bukit Marwa. Berdiri di atasnya dan memandang barangkali ada manusia di sana? Tetapi, ternyata tidak juga. Dia lakukan demikian itu hingga tujuh kali.
Ketika berada di atas bukit Marwa, dia mendengar ada suara, dia berkata kepada dirinya sendiri, "Diam!" Setelah diperhatikannya ternyata memang benar dia mendengar suara, kemudian dia pun berkata, "Aku telah mendengar, apakah di sana ada pertolongan?"
Tiba-tiba dia melihat Malaikat Jibril, yang mengais tanah dengan kakinya (atau dengan sayapnya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang lain), kemudian memukulkan kakinya di atasnya. Maka keluarlah darinya pancaran air.
Hajar pun bergegas mengambil dan menampungnya. Diciduknya air itu dengan tangannya dan memasukkannya ke dalam tempat air. Setelah diciduk, air tersebut justru semakin memancar. Dia pun minum air tersebut dan juga memberikan kepada putranya, Ismail. Lalu Malaikat Jibril berkata kepadanya, "Jangan takut terlantar. Sesungguhnya, di sinilah Baitullah yang akan dibangun oleh anak ini (Ismail) bersama ayahnya. Dan sesungguhnya, Allah tidak akan menelantarkan hambanya."
Beberapa waktu kemudian, datanglah orang-orang dari kabilah Jurhum turun di lembah Makkah. Mereka turun karena melihat burung -burung yang berputar-putar. Mereka berkata,"Burung ini berputar-putar di sekitar air. Kami yakin di lembah ini ada air," lalu mereka mengirim utusan, dan ternyata benar mereka mendapatkan air. Utusan itupun kembali dan memberitahukan kepada orang-orang yang mengutusnya tentang adanya air.Merekapun kemudian mendatanginya, dan meminta izin dari Ummu Ismail, bahwa mereka akan mampir ke sana. Ummu Ismailpun mempersilahkan dengan syarat, bahwa mereka tidak berhak memiliki (sumber) air tersebut, dan kabilah Jurhum inipun setuju [6].
PENEMUAN KEMBALI AIR ZAM-ZAM
Ketika Abdul Muthalib sedang tidur di Hijr Ismail, dia mendengar suara yang menyuruhnya menggali tanah.
"Galilah thayyibah (yang baik)!"
"Yang baik yang mana?" tanyanya.
Esoknya, ketika tidur di tempat yang sama, dia mendengar lagi suara yang sama, menyuruhnya menggali barrah (yang baik)?"
Dia bertanya, "Benda yang baik yang mana?" Lalu dia pergi.
Keesokan harinya, ketika tidur di tempat yang sama di Hijr Ismail, dia mendengar lagi suara yang sama, menyuruhnya menggali madhmunah (sesuatu yang berharga).
Dia bertanya," Benda yang baik yang mana?"
Akhirnya pada hari yang keempat dikatakan kepadanya : "Galilah Zam-Zam!"
Dia bertanya,"Apa itu Zam-Zam?"
Dia mendapat jawaban : "Air yang tidak kering dan tidak meluap, yang dengannya engkau memberi minum para haji. Dia terletak di antara tahi binatang dan darah. Berada di patukan gagak yang hitam, berada di sarang semut".
Sesaat Abdul Muthalib bingung dengan tempatnya tersebut, sampai akhirnya ada kejelasan dengan melihat kejadian yang diisyaratkan kepadanya. Kemudian iapun bergegas menggalinya.
Orang-orang Quraisy bertanya kepadanya,"Apa yang engkau kerjakan, hai Abdul Muthalib?
Dia menjawab,"Aku diperintahkan menggali Zam-Zam," sampai akhirnya ia beserta anaknya, Harits mendapatkan apa yang diisyaratkan dalam mimpinya, menggali kembali sumur Zam-Zam yang telah lama dikubur dengan sengaja oleh suku Jurhum, tatkala mereka terusir dari kota Mekkah.[6]
KEUTAMAAN DAN KHASIAT AIR ZAM-ZAM
Dari penjelasan Rasulullah dan para ulama dapat diketahui, bahwa air Zam-Zam memiliki barakah dan keutamaan. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan air Zam-Zam dapat disebutkan sebagai berikut.
"Dari Jabir dan Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"Air Zam-Zam, tergantung niat orang yang meminumnya."[7]
Ibnu Taimiyyah berkata,”Seseorang disunnahkan untuk meminum air Zam-Zam sampai benar-benar kenyang, dan berdoa ketika meminumnya dengan doa-doa yang dikehendakinya. Tidak disunnahkan mandi dengannya (menggunakan air Zam-Zam)."[8]
"Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anh, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : "Air Zam-Zam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya. Air Zam-Zam adalah galian Jibril, dan curahan minum dari Allah kepada Ismail."[9]
"Dari Abi Thufail, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, ia berkata :Saya mendengar Rasulullah bersabda,”Kami menyebut air Zam-Zam dengan syubaah (yang mengenyangkan). Dan kami juga mendapatkan, air Zam-Zam
adalah sebaik-baik pertolongan (kebutuhan atas kemiskinanan)". [HR Tabrani] [10]
"Dari Usamah, bahwasanya Rasulullah meminta untuk didatangkan segantang air Zam-Zam, kemudian beliau meminumnya dan berwudhu dengannya" [HR Ahmad] [11]
"Disebutkan dalam Silsilah Shahihah, adalah Rasululllah membawa air Zam-Zam di dalam kantong-kantong air (yang terbuat dari kulit). Beliau menuangkan dan membasuhkannya kepada orang yang sedang sakit".
Tatkala Jibril memukul Zam-Zam dengan tumit kakinya, Ummi Ismail segera mengumpulkan luapan air. Nabi berkata,"Semoga Allah merahmati Hajar dan Ummu Ismail. Andai ia membiarkannya, maka akan menjadi mata air yang menggenangi (seluruh permukaan tanah)."[12]
"Dari Ibnu Abbas, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"Sebaik-baik air yang terdapat di muka bumi adalah Zam-Zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit."[13]
Abu Dzar al Ghifari berkata,"Selama 30 hari, aku tidak mempunyai makanan kecuali air Zam-Zam. Aku menjadi gemuk dan lemak perutku menjadi sirna. Aku tidak mendapatkan dalam hatiku kelemahan lapar."[14]
"Dari Hammam, dari Abi Jamrah ad-Duba`i, ia berkata : "Aku duduk bersama Ibnu Abbas di Mekkah, tatkala demam menyerangku. Ibnu Abbas mengatakan, dinginkanlah dengan air Zam-Zam, karena Rasulullah mengatakan, sesungguhnya demam adalah dari panas Neraka Jahannam, maka dinginkanlah dengan air atau air Zam-Zam" [15]
Dari Aisyah, ia membawa air Zam-Zam. Ia mengkabarkan, sesungguhnya dahulu Rasulullah membawanya (sebagai bekal-Pen.).[16]
Ibnul Qayyim berkata,"Aku dan selain diriku telah megalami perkara yang ajaib tatkala berobat dengan air Zam-Zam. Dengan izin Allah, aku telah sembuh dari beberapa penyakit yang menimpaku. Aku juga menyaksikan seseorang yang telah menjadikan air Zam-Zam sebagai makanan selama beberapa hari, sekitar setengah bulan atau lebih. Ia tidak mendapatkan rasa lapar, ia melaksanakan thawaf sebagaimana manusia yang lain. Ia telah memberitahukan kepadaku bahwa, ia terkadang seperti itu selama empat puluh hari. Ia juga mempunyai kekuatan untuk berjima, berpuasa dan melaksanakan thawaf ".[17]
Beliau rahimahullah berkata,"Ketika berada di Mekkah, aku mengalami sakit dan tidak ada tabib dan obat (yang dapat menyembuhkannya). Akupun mengobatinya dengan meminum air Zam-Zam dan membacakan atasnya berulangkali (dengan al Fatihah), kemudian aku meminumnya. Aku mendapatkan kesembuhan yang sempurna. Akupun menjadikannya untuk bersandar ketika mengalami rasa sakit, aku benar-benar banyak mengambil manfaat darinya."[18]
Demikian penjelasan singkat tentang air Zam-Zam. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah memberitahukan kepada kita dan membenarkan khasiat dan keutamaan air yang tak pernah kering tersebut, meskipun setiap hari diambil oleh banyak manusia. Dengan mengetahui secara sepintas air Zam-Zam ini, maka hendaknya dapat meningkatkan dan memperkuat sandaran dan ketergantungan kita kepada Allah. Dia-lah yang Maha Penguasa mengatur segala yang Ia kehendaki. Wallahu alam.


[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun X/1427H/2006

Dikirim pada 03 Desember 2009 di Renungan

Sujud Tilawah & Ayat Sajadah



Sujud tilawah adalah sujud yang disebabkan karena membaca atau mendengar ayat-ayat sajadah yang terdapat dalam Al Qur’an Al Karim.

Keutamaan Sujud Tilawah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.” (HR. Muslim no. 81)

Begitu juga keutamaan sujud tilawah dijelaskan dalam hadits yang membicarakan keutamaan sujud secara umum.

Dalam hadits tentang ru’yatullah (melihat Allah) terdapat hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hingga Allah pun menyelesaikan ketentuan di antara hamba-hamba- Nya, lalu Dia menghendaki dengan rahmat-Nya yaitu siapa saja yang dikehendaki untuk keluar dari neraka. Dia pun memerintahkan malaikat untuk mengeluarkan dari neraka siapa saja yang sama sekali tidak berbuat syirik kepada Allah. Termasuk di antara mereka yang Allah kehendaki adalah orang yang mengucapkan ‘laa ilaha illallah’. Para malaikat tersebut mengenal orang-orang tadi yang berada di neraka melalui bekas sujud mereka. Api akan melahap bagian tubuh anak Adam kecuali bekas sujudnya. Allah mengharamkan bagi neraka untuk melahap bekas sujud tersebut.” (HR. Bukhari no. 7437 dan Muslim no. 182)

Dalam shahih Muslim, An Nawawi menyebutkan sebuah Bab “Keutamaan sujud dan dorongan untuk melakukannya”.

Dari Tsauban, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia ditanyakan oleh Ma’dan bin Abi Tholhah Al Ya’mariy mengenai amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga atau amalan yang paling dicintai di sisi Allah. Tsauban pun terdiam, hingga Ma’dan bertanya sampai ketiga kalinya. Kemudian Tsauban berkata bahwa dia pernah menanyakan hal ini pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau menjawab,

“Perbanyaklah sujud kepada Allah. Sesungguhnya jika engkau bersujud sekali saja kepada Allah, dengan itu Allah akan mengangkat satu derajatmu dan juga menghapuskan satu kesalahanmu”.

Ma’dan berkata, “Kemudian aku bertemu Abud Darda, lalu menanyakan hal yang sama kepadanya. Abud Darda’ pun menjawab semisal jawaban Tsauban kepadaku.” (HR. Muslim no.488)

Juga hadits lainnya yang menceritakan keutamaan sujud yaitu hadits Robi’ah bin Ka’ab Al Aslamiy. Dia menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai amalan yang bisa membuatnya dekat dengan beliau di surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bantulah aku (untuk mewujudkan cita-citamu) dengan memperbanyak sujud (shalat).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sujud Tilawah Wajib Ataukah Sunnah?

Para ulama sepakat (beijma’) bahwa sujud tilawah adalah amalan yang disyari’atkan. Di antara dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Umar:

“Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca Al Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian para ulama berselisih pendapat apakah sujud tilawah wajib ataukah sunnah.

Menurut Ats Tsauri, Abu Hanifah, salah satu pendapat Imam Ahmad, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sujud tilawah itu wajib.

Sedangkan menurut jumhur (mayoritas) ulama yaitu Malik, Asy Syafi’i, Al Auza’i, Al Laitsi, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Daud dan Ibnu Hazm, juga pendapat sahabat Umar bin Al Khattab, Salman, Ibnu ‘Abbas, ‘Imron bin Hushain, mereka berpendapat bahwa sujud tilawah itu sunnah dan bukan wajib.

Dalil ulama yang menyatakan sujud tilawah adalah wajib, yaitu firman Allah Ta’ala,

“Mengapa mereka tidak mau beriman? dan apabila Al Quraan dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.” (QS. Al Insyiqaq: 20-21).

Para ulama yang mewajibkan sujud tilawah beralasan, dalam ayat ini terdapat perintah dan hukum asal perintah adalah wajib. Dan dalam ayat tersebut juga terdapat celaan bagi orang yang meninggalkan sujud. Namanya celaan tidaklah diberikan kecuali pada orang yang meninggalkan sesuatu yang wajib.

Yang lebih tepat adalah sujud tilawah tidaklah wajib, namun sunnah (dianjurkan) . Dalil yang memalingkan dari perintah wajib adalah hadits muttafaqun ‘alaih (diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Dari Zaid bin Tsabit, beliau berkata,

“Aku pernah membacakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam surat An Najm, (tatkala bertemu pada ayat sajadah dalam surat tersebut) beliau tidak bersujud.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bukhari membawakan riwayat ini pada Bab “Siapa yang membaca ayat sajadah, namun tidak bersujud.”

Dalil lain yang memalingkan dari perintah wajib adalah perbuatan Umar bin Khattab dan perbuatan beliau ini tidak diingkari oleh para sahabat lainnya ketika khutbah Jum’at.
Pada hari Jum’at Umar bin Khattab pernah membacakan surat An Nahl hingga sampai pada ayat sajadah, beliau turun untuk sujud dan manusia pun ikut sujud ketika itu. Ketika datang Jum’at berikutnya, beliau pun membaca surat yang sama, tatkala sampai pada ayat sajadah, beliau lantas berkata,

“Wahai sekalian manusia. Kita telah melewati ayat sajadah. Barangsiapa bersujud, maka dia mendapatkan pahala. Barangsiapa yang tidak bersujud, dia tidak berdosa.” Kemudian ‘Umar pun tidak bersujud. (HR. Bukhari no. 1077)

Dari sinilah Ibnu Qudamah mengatakan bahwa hukum sujud tilawah itu sunnah (tidak wajib) dan pendapat ini merupakanijma’ sahabat (kesepakatan para sahabat). (Lihat Al Mughni, 3/96)

Tata Cara Sujud Tilawah

[Pertama]
Para ulama bersepakat bahwa sujud tilawah cukup dengan sekali sujud.

[Kedua]
Bentuk sujudnya sama dengan sujud dalam shalat.

[Ketiga]

Tidak disyari’atkan -berdasarkan pendapat yang paling kuat- untuk takbiratul ihram dan juga tidak disyari’atkan untuk salam.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

“Sujud tilawah ketika membaca ayat sajadah tidaklah disyari’atkan untuk takbiratul ihram, juga tidak disyari’atkan untuk salam. Inilah ajaran yang sudah ma’ruf dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga dianut oleh para ulama salaf, dan inilah pendapat para imam yang telah masyhur.” (Majmu’ Al Fatawa, 23/165)

[Keempat]
Disyariatkan pula untuk bertakbir ketika hendak sujud dan bangkit dari sujud. Hal ini berdasarkan keumuman hadits Wa-il bin Hujr, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir. Beliau pun bertakbir ketika sujud dan ketika bangkit dari sujud.” (HR. Ahmad, Ad Darimi, Ath Thoyalisiy. Hasan)

[Kelima]
Lebih utama sujud tilawah dimulai dari keadaan berdiri, ketika sujud tilawah ingin dilaksanakan di luar shalat. Inilah pendapat yang dipilih oleh Hanabilah, sebagian ulama belakangan dari Hanafiyah, salah satu pendapat ulama-ulama Syafi’iyah, dan juga pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.
Dalil mereka adalah:
“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud.” (QS. Al Isro’: 107).

Kata mereka, yang namanya yakhirru (menyungkur) adalah dari keadaan berdiri.
Namun, jika seseorang melakukan sujud tilawah dari keadaan duduk, maka ini tidaklah mengapa. Bahkan Imam Syafi’i dan murid-muridnya mengatakan bahwa tidak ada dalil yang mensyaratkan bahwa sujud tilawah harus dimulai dari berdiri. Mereka mengatakan pula bahwa lebih baik meninggalkannya. (Shahih Fiqih Sunnah, 1/449)
Bagaimana Tata Cara Sujud Tilawah bagi Orang yang Sedang Berjalan atau Berkendaraan?

Siapa saja yang membaca atau mendengar ayat sajadah sedangkan dia dalam keadaan berjalan atau berkendaraan, kemudian ingin melakukan sujud tilawah, maka boleh pada saat itu berisyarat dengan kepalanya ke arah mana saja. (Shahih Fiqih Sunnah, 1/450 dan lihat pula Al Mughni)

Dari Ibnu ‘Umar: Beliau ditanyakan mengenai sujud (tilawah) di atas tunggangan. Beliau mengatakan, “Sujudlah dengan isyarat.” (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)

Bacaan Ketika Sujud Tilawah

Bacaan ketika sujud tilawah sama seperti bacaan sujud ketika shalat. Ada beberapa bacaan yang bisa kita baca ketika sujud di antaranya:

(1) Dari Hudzaifah, beliau menceritakan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ketika sujud beliau membaca:

“Subhaana robbiyal a’laa” [Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi] (HR. Muslim no. 772)

(2) Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a ketika ruku’ dan sujud:

“Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.” [Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku] (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484)

(3) Dari ‘Ali bin Abi Tholib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sujud membaca:

“Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.” [Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, karena-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta] (HR. Muslim no. 771)

Bolehkah Melakukan Sujud Tilawah di Waktu Terlarang untuk Shalat?

Sujud tilawah boleh dilakukan di waktu terlarang untuk shalat.Alasannya, karena sujud tilawah bukanlah shalat. Sedangkan larangan shalat di waktu terlarang adalah larangan khusus untuk shalat. Inilah pendapat yang lebih kuat di antara pendapat para ulama. Inilah pendapat Imam Syafi’i dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad. Pendapat ini juga dipilih oleh Ibnu Hazm. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 1/452)

Bagaimana Ketika Membaca Ayat Sajadah, Luput Dari Sujud Tilawah?

Dianjurkan bagi orang yang membaca ayat sajadah atau mendengarnya langsung bersujud setelah membaca ayat tersebut, walaupun mungkin telat beberapa saat. Namun, apabila sudah lewat waktu yang cukup lama antara membaca ayat dan sujud, maka tidak ada anjuran sujud sahwi karena dia sudah luput dari tempatnya. Inilah pendapat Syafi’iyah dan Hanabilah. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 1/452)

Bagaimana Jika Ayat Sajadah Berada Di Akhir Surat?

Surat yang terdapat ayat sajadah di akhir adalah seperti surat An Najm ayat 62 dan surat Al ‘Alaq ayat 19. Maka ada tiga pilihan dalam kasus ini.

[Pilihan pertama] Ketika membaca ayat sajadah lalu melakukan sujud tilawah kemudian setelah itu berdiri kembali dan membaca surat lain kemudian ruku’.
Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh ‘Umar bin Khaththab. Ketika shalat shubuh, beliau membaca surat Yusuf pada raka’at pertama. Kemudian pada raka’at kedua, beliau membaca surat An Najm (dalam surat An Najm terdapat ayat sajadah, pen), lalu beliau sujud (yaitu sujud tilawah). Setelah itu, beliau bangkit lagi dari sujud kemudian berdiri dan membaca surat “Idzas samaa-un syaqqot” (Diriwayatkan oleh ‘Abdur Rozaq dan Ath Thohawiy dengan sanad yang shahih)

[Pilihan kedua] Jika ayat sajadah di ayat terakhir dari surat, maka cukup dengan ruku’ dan itu sudah menggantikan sujud.
Ibnu Mas’ud pernah ditanyakan mengenai surat yang di akhirnya terdapat ayat sajadah, “Apakah ketika itu perlu sujud ataukah cukup dengan ruku’?” Ibnu Mas’ud mengatakan, “Jika antara kamu dan ayat sajadah hanya perlu ruku’, maka itu lebih mendekati.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih)

[Pilihan ketika] Jika ayat sajadah di ayat terakhir di suatu surat, ketika membaca ayat tersebut, lalu sujud tilawah, kemudian bertakbir dan berdiri kembali, lalu dilanjutkan dengan ruku’ tanpa ada penambahan bacaan surat.
Dari tiga pilihan di atas, cara pertama adalah yang lebih utama. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 453-454)

Bagaimana Jika Membaca Ayat Sajadah Di Atas Mimbar?

Jika ayat sajadah dibaca di atas mimbar, maka dianjurkan pula untuk melakukan sujud tilawah dan para jama’ah juga dianjurkan untuk sujud. Namun apabila sujud itu ditinggalkan, maka ini juga tidak mengapa. Hal ini telah ada riwayatnya sebagaimana terdapat pada riwayat Ibnu ‘Umar yang telah lewat.

Di Mana Sajakah Ayat Sajadah?

Ayat sajadah di dalam Al Qur’an terdapat pada 15 tempat. Sepuluh tempat disepakati. Empat tempat masih dipersilisihkan, namun terdapat hadits shahih yang menjelaskan hal ini. Satu tempat adalah berdasarkan hadits, namun tidak sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi sebagian melakukan sujud tatkala bertemu dengan ayat tersebut. (Lihat pembahasan ini di Shahih Fiqih Sunnah, 1/454-458)

Sepuluh ayat yang disepakati sebagai ayat sajadah

1. QS. Al A’rof ayat 206
2. QS. Ar Ro’du ayat 15
3. QS. An Nahl ayat 49-50
4. QS. Al Isro’ ayat 107-109
5. QS. Maryam ayat 58
6. QS. Al Hajj ayat 18
7. QS. Al Furqon ayat 60
8. QS. An Naml ayat 25-26
9. QS. As Sajdah ayat 15
10. QS. Fushilat ayat 38 (menurut mayoritas ulama), QS. Fushilat ayat 37 (menurut Malikiyah)

Empat ayat yang termasuk ayat sajadah namun diperselisihkan, akan tetapi ada dalil shahih yang menjelaskannya

1. QS. Shaad ayat 24
2. QS. An Najm ayat 62 (ayat terakhir)
3. QS. Al Insyiqaq ayat 20-21
4. QS. Al ‘Alaq ayat 19 (ayat terakhir)

Satu ayat yang masih diperselisihkan dan tidak ada hadits marfu’ (hadits yang sampai pada Nabi) yang menjelaskannya, yaitu surat Al Hajj ayat 77.
Banyak sahabat yang menganggap ayat ini sebagai ayat sajadah semacam Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Ibnu Mas’ud, Abu Musa, Abud Darda, dan ‘Ammar bin Yasar.

Ibnu Qudamah mengatakan,

“Kami tidaklah mengetahui adanya perselisihan di masa sahabat mengenai ayat ini sebagai ayat sajadah. Maka ini menunjukkan bahwa para sahabat telah berijma’ (bersepakat) dalam masalah ini.” (Al Mughni, 3/88)

Demikian pembahasan mengenai sujud tilawah. Semoga risalah ini bisa menjadi ilmu bermanfaat bagi kita sekalian. Ya Allah, berilah manfaat terhadap apa yang kami pelajari, ajarilah ilmu yang belum kami ketahui dan tambahkanlah selalu ilmu kepada kami.

Alhamdulillahilladz i bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

***

Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal

Dikirim pada 16 November 2009 di Islami

Untuk Apa Kita Diciptakan Di Dunia Ini?


Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga, para sahabat dan yang mengikutinya dengan baik hingga hari pembalasan.

Masih ada segelintir orang yang muncul dalam dirinya pertanyaan seperti ini, bahkan dia belum menemukan jawaban dari pertanyaan ini hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. “Untuk tujuan apa sih, kita diciptakan di dunia ini?”, demikian pertanyaan yang selalu muncul dalam benaknya. Lalu sampai-sampai dia menanyakan pula, “Kenapa kita harus beribadah?”

Sempat ada yang menanyakan beberapa pertanyaan di atas kepada kami melalui pesan singkat yang kami terima. Semoga Allah memudahkan untuk menjelaskan hal ini.

Saudaraku … Inilah Tujuan Engkau Hidup Di Dunia Ini

Allah Ta’ala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini. Cobalah kita membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Saudaraku … Jadi, Allah tidaklah membiarkan kita begitu saja. Bukanlah Allah hanya memerintahkan kita untuk makan, minum, melepas lelah, tidur, mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup. Ingatlah, bukan hanya dengan tujuan seperti ini Allah menciptakan kita. Tetapi ada tujuan besar di balik itu semua yaitu agar setiap hamba dapat beribadah kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman,

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah mengatakan, “Apakah kalian diciptakan tanpa ada maksud dan hikmah, tidak untuk beribadah kepada Allah, dan juga tanpa ada balasan dari-Nya[?] ” (Madaarijus Salikin, 1/98)

Jadi beribadah kepada Allah adalah tujuan diciptakannya jin, manusia dan seluruh makhluk. Makhluk tidak mungkin diciptakan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang.

Allah Ta’ala berfirman,

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban) ?” (QS. Al Qiyamah: 36).

Imam Asy Syafi’i mengatakan,

“(Apakah mereka diciptakan) tanpa diperintah dan dilarang?”.

Ulama lainnya mengatakan,

“(Apakah mereka diciptakan) tanpa ada balasan dan siksaan?” (Lihat Madaarijus Salikin, 1/98)

Bukan Berarti Allah Butuh pada Kita, Justru Kita yang Butuh Beribadah pada Allah

Saudaraku,setelah kita mengetahui tujuan hidup kita di dunia ini, perlu diketahui pula bahwa jika Allah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya, bukan berarti Allah butuh pada kita. Sesungguhnya Allah tidak menghendaki sedikitpun rezeki dari makhluk-Nya dan Dia pula tidak menghendaki agar hamba memberi makan pada-Nya. Allah lah yang Maha Pemberi Rizki.

Perhatikan ayat selanjutnya, kelanjutan surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

“Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari makhluk dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 57-58)

Jadi, justru kita yang butuh pada Allah. Justru kita yang butuh melakukan ibadah kepada-Nya.

Saudaraku … Semoga kita dapat memperhatikan perkataan yang sangat indah dari ulama Robbani, Ibnul Qoyyim rahimahullah tatkala beliau menjelaskan surat Adz Dzariyaat ayat 56-57. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Dalam ayat tersebut Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia tidaklah menciptakan jin dan manusia karena butuh pada mereka, bukan untuk mendapatkan keuntungan dari makhluk tersebut. Akan tetapi, Allah Ta’ala Allah menciptakan mereka justru dalam rangka berderma dan berbuat baik pada mereka, yaitu supaya mereka beribadah kepada Allah, lalu mereka pun nantinya akan mendapatkan keuntungan. Semua keuntungan pun akan kembali kepada mereka. Hal ini sama halnya dengan perkataan seseorang, “Jika engkau berbuat baik, maka semua kebaikan tersebut akan kembali padamu". Jadi, barangsiapa melakukan amalan sholeh, maka itu akan kembali untuk dirinya sendiri. ” (Thoriqul Hijrotain, hal. 222)

Jelaslah bahwa sebenarnya kita lah yang butuh pada ibadah kepada-Nya karena balasan dari ibadah tersebut akan kembali lagi kepada kita.

Apa Makna Ibadah?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

“Dalam ibadah itu terkandung mengenal, mencintai, dan tunduk kepada Allah. Bahkan dalam ibadah terkandung segala yang Allah cintai dan ridhoi. Titik sentral dan yang paling urgent dalam segala yang ada adalah di hati yaitu berupa keimanan, mengenal dan mencintai Allah, takut dan bertaubat pada-Nya, bertawakkal pada-Nya, serta ridho terhadap hukum-Nya. Di antara bentuk ibadah adalah shalat, dzikir, do’a, dan membaca Al Qur’an.” (Majmu’ Al Fatawa, 32/232)

Tidak Semua Makhluk Merealisasikan Tujuan Penciptaan Ini

Perlu diketahui bahwa irodah (kehendak) Allah itu ada dua macam.
Pertama adalah irodah diniyyah,yaitu setiap sesuatu yang diperintahkan oleh Allah berupa amalan sholeh. Namun orang-orang kafir dan fajir (ahli maksiat) melanggar perintah ini. Seperti ini disebut dengan irodah diniyyah, namun amalannya dicintai dan diridhoi. Irodah seperti ini bisa terealisir dan bisa pula tidak terealisir.

Kedua adalah irodah kauniyyah, yaitu segala sesuatu yang Allah takdirkan dan kehendaki, namun Allah tidaklah memerintahkannya. Contohnya adalah perkara-perkara mubah dan bentuk maksiat. Perkara-perkara semacam ini tidak Allah perintahkan dan tidak pula diridhoi. Allah tidaklah memerintahkan makhluk-Nya berbuat kejelekan, Dia tidak meridhoi kekafiran, walaupun Allah menghendaki, menakdirkan, dan menciptakannya. Dalam hal ini, setiap yang Dia kehendaki pasti terlaksana dan yang tidak Dia kehendaki tidak akan terwujud.

Jika kita melihat surat Adz Dzariyat ayat 56,

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Tujuan penciptaan di sini termasuk irodah diniyyah. Jadi, tujuan penciptaan di sini tidaklah semua makhluk mewujudkannya. Oleh karena itu, dalam tataran realita ada orang yang beriman dan orang yang tidak beriman. Tujuan penciptaan di sini yaitu beribadah kepada Allah adalah perkara yang dicintai dan diridhoi, namun tidak semua makhluk merealisasikannya. (Lihat pembahasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa, 8/189)

Dengan Tauhid dan Kecintaan pada-Nya, Kebahagiaan dan Keselamatan akan Diraih

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

“Tujuan yang terpuji yang jika setiap insan merealisasikannya bisa menggapai kesempurnaan, kebahagiaan hidup, dan keselamatan adalah dengan mengenal, mencintai, dan beribadah kepada Allah semata dan tidak berbuat syirik kepada-Nya. Inilah hakekat dari perkataan seorang hamba “Laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah)”. Dengan kalimat inilah para Rasul diutus dan semua kitab diturunkan. Suatu jiwa tidaklah menjadi baik, suci dan sempurna melainkan dengan mentauhidkan Allah semata.” (Miftaah Daaris Sa’aadah, 2/120)

Kami memohon kepada Allah, agar menunjuki kita sekalian dan seluruh kaum muslimin kepada perkataan dan amalan yang Dia cintai dan ridhoi. Tidak ada daya untuk melakukan ketaatan dan tidak ada kekuatan untuk meninggalkan yang haram melainkan dengan pertolongan Allah.

dari Asunnah yahoo group

Dikirim pada 24 Oktober 2009 di Renungan

Ayo Bersholawat

Keterangan:
Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah Allah: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Q.S: al-Ahzab: 56)

Faedah dan manfaat bersholawat :
Banyak sekali faedah dan manfaat dengan kita bersholawat, antara lain :
- Memperoleh memperoleh limpahan rahmat dan kebajikan dari Allah SWT
- Memperoleh sepuluh kebaikan dari Allah SWT, di hapus darinya sepuluh kejelekan(dosa) dan di naikkan baginya sepuluh derajat
- Akan mendapat Syafaat dari Nabi Muhammad SAW dan lebih dekat dengan Beliau pada hari kiamat besok.
- Terangkatnya doa/permohonan
- Dapat menghilangkan kesusahan, kegundahan, dan melapangkan rezeki
- Dapat menggantikan shodaqoh bagi orang yang tidak sanggup bershodaqoh
- Memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan budak
- Menjadikan sebab doa kita dapat di terima Allah SWT
- Dan masih sangat banyak sekali manfaat dan faedah berSholawat

Sebagian dari dalil-dalil yang berhubungan dengan sholawat akan ditampilkan di forum diskusi. Setelah kita mengetahui betapa besar manfaat/faedah bersholawat, apa lagi yang kita tunggu?

Ayo Bersholawat

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad


Dikirim pada 30 September 2009 di Do’a & Sholawat

Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa-puasa sunnah. Sebagaimana yang disabdakan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam: “Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan?; Puasa adalah perisai, …” (Hadits hasan shohih, riwayat Tirmidzi). Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan, “Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhori: 6502)



Puasa Seperti Setahun Penuh

Salah satu puasa yang dianjurkan/disunnah kan setelah berpuasa di bulan Romadhon adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rosululloh bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Romadhon kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164). Dari Tsauban, RosulullohShollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari setelah hari raya Iedul Fitri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh lipatnya.” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan dalamSyarh Shohih Muslim 8/138, “Dalam hadits ini terdapat dalil yang jelas bagi madzhab Syafi’i, Ahmad, Dawud beserta ulama yang sependapat dengannya yaitu puasa enam hari di bulan Syawal adalah suatu hal yang dianjurkan.”

Dilakukan Setelah Iedul Fithri

Puasa Syawal dilakukan setelah Iedul Fithri, tidak boleh dilakukan di hari raya Iedul Fithri. Hal ini berdasarkan larangan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Umar bin Khothob, beliau berkata, “Ini adalah dua hari raya yang Rosululloh melarang berpuasa di hari tersebut: Hari raya Iedul Fithri setelah kalian berpuasa dan hari lainnya tatkala kalian makan daging korban kalian (Iedul Adha).” (Muttafaq ‘alaih)

Apakah Harus Berurutan ?

Imam Nawawi rohimahulloh menjawab dalam Syarh Shohih Muslim 8/328: “Afdholnya (lebih utama) adalah berpuasa enam hari berturut-turut langsung setelah Iedul Fithri. Namun jika ada orang yang berpuasa Syawal dengan tidak berturut-turut atau berpuasa di akhir-akhir bulan, maka dia masih mendapatkan keuatamaan puasa Syawal berdasarkan konteks hadits ini”. Inilah pendapat yang benar. Jadi, boleh berpuasa secara berturut-turut atau tidak, baik di awal, di tengah, maupun di akhir bulan Syawal. Sekalipun yang lebih utama adalah bersegera melakukannya berdasarkan dalil-dalil yang berisi tentang anjuran bersegera dalam beramal sholih. Sebagaimana Allah berfirman, “Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (Al Maidah: 48). Dan juga dalam hadits tersebut terdapat lafadz ba’da fithri (setelah hari raya Iedul Fithri), yang menunjukkan selang waktu yang tidak lama.

Mendahulukan Puasa Qodho’

Apabila seseorang mempunyai tanggungan puasa (qodho’) sedangkan ia ingin berpuasa Syawal juga, manakah yang didahulukan? Pendapat yang benar adalah mendahulukan puasa qodho’. Sebab mendahulukan sesuatu yang wajib daripada sunnah itu lebih melepaskan diri dari beban kewajiban. Ibnu Rojab rohimahullohberkata dalam Lathiiful Ma’arif, “Barangsiapa yang mempunyai tanggungan puasa Romadhon, hendaklah ia mendahulukan qodho’nya terlebih dahulu karena hal tersebut lebih melepaskan dirinya dari beban kewajiban dan hal itu (qodho’) lebih baik daripada puasa sunnah Syawal”. Pendapat ini juga disetujui oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam Syarh Mumthi’. Pendapat ini sesuai dengan makna eksplisit hadits Abu Ayyub di atas.

Semoga kebahagiaan selalu mengiringi orang-orang yang menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa sallam. Wallohu a’lam bish showab.

tulisan: Muhammad Abduh Tuasikal di mail yahoogroup

Dikirim pada 27 September 2009 di Islami

Al-Qur’an memiliki banyak perbedaan dengan kitab-kitab samawi lain yang diturunkan kepada para Nabi sebelum Muhammad SAW.



Keistimewaan Al-Qur’an itu terus dieksplorasi oleh para ulama salaf maupun khalaf. Saat ini telah ada ratusan atau bahkan ribuan literatur yang ditulis para ulama.

Literatur-literatur itu berusaha membongkar Al-Qur’an dari banyak sisi. Mulai dari bahasa, adab (sastra), ghaib (metafisika), sampai ilmu pengetahuan alam. Bukan mustahil kandungan-kandungan dalam Al-Qur’an tidak terdapat pada kitab-Nya terdahulu.



Salah satu sisi menarik kandungan Al-Qur’an adalah keterkaitan dengan masalah psikologi dan karakter manusia. Yaitu, bagaimana cara Al-Qur’an mengajak manusia untuk berpikir.



Ada banyak jalan di dalam Al-Qur’an yang membuka pemikiran, sehingga manusia mau menggunakan akal sesuai dengan fungsinya untuk berpikir.



Secara eksplisit atau dalam istilah ‘Ulumul Qur’an disebut mantuq (makna yang tampak jelas menempel pada lafal), Al-Qur’an menggunakan kata-kata afala ta�qilun, afala tadzakkarun, afala tatadabbarun, afala tatafakkrun yang berarti "apakah kalian tidak berpikir?", pada banyak ayatnya. Intinya merangsang manusia untuk menggunakan akal dan pikirannya.



Namun tidak jarang Al-Qur’an menggunakan perumpamaan atau kisah yang secara implisit mengajak manusia untuk berpikir.

Misalnya ketika Allah SWT menjelaskan kepada manusia bahwa sedekah yang dikeluarkan karena riya, tidak ikhlas dan menyakiti orang yang menerimanya, tidak akan membuahkan pahala sesuatupun.



“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian”.



Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah , kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak berdebu)...". (QS.2. Al Baqarah 264).



Al-Qur’an mendeskripsikan kondisi sebuah lempengan batu yang tertutup lapisan pasir tipis. Sekilas, jika tidak dicermati, tanah itu tanah yang subur.



Begitu juga dengan sedekah yang disertai dengan menyebut-nyebut dan menyakiti, manusia akan menyangka sedekah tersebut diterima, padahal sebenarnya tidak membuahkan pahala sedikitpun seperti halnya lapisan pasir dan tanah yang disapu guyuran hujan.



Contoh lain, ketika Allah SWT "mengilustrasikan" tuhan-tuhan yang disembah selain Dia dan menegaskan lemahnya kekuatan mereka, Allah menjelaskannya dalam untaian kalimat perumpamaan yang menusuk hati.



QS.29. Al-Ankabut 41: "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui."

Pemakaian kata laba-laba sebagai musyabbah bihi (kata yang menjadi perumpamaan), dan pekerjaan membuat sarang sebagai wajhus syabh (sisi atau sifat yang sama, yaitu lemah), sangtlah beralasan.



Allah mentafsirkan orang-orang yang mempersekutukanNya ibarat laba-laba. Capek-capek ia buat, ternyata sangat lemah dan rapuh. Dengan hanya sekali tiup, terbang serta rusaklah rumah laba-laba itu.



QS.7. Al-A�raf 40: "Sesungguhnya orangorang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapNya, sekalikali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit, dan tidak pula mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum".



Ayat-ayat itu menggambarkan sebuah perumpamaan yang sekilas kelihatan remeh namun bisa membuat hati bergetar.



Betapa tidak? Allah mengganjar orang-orang yang mendustakan ayat-ayatNya dan menyombongkan diri terhadapNya dengan tidak masuk surga selama unta tidak bisa masuk ke lubang jarum. Artinya, mereka tidak mungkin masuk surga selama-lamanya.



QS.14. Ibrahim 18: "Orang-orang yang kafir terhadap Tuhannya, amal-amal mereka seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia)...".



Dari ayat tersebut, tergambar jelas bagaimana jika amal perbuatan tidak dilandasi dengan iman, sekalipun perbuatan itu baik di mata agama dan masyarakat maka akhirnya seperti debu yang ditiup angin yang kencang, berhamburan dan tercerai berai ke segala penjuru dan tidak akan pernah berkumpul kembali.



Kadangkala Allah menggunakan kata-kata tertentu yang jika diucapkan secara jahr, memunculkan gambaran tentang keadaan dan situasi tentang materi yang. dimaksud.



Misalnya, ketika Allah SWT menjelaskan tentang was-was dalam QS.114. An Nas 1 – 6, Dia memilih kata-kata yang menjadi akhir ayat dengan huruf yang secara dominan menjadi penyusun kata waswas itu sendiri yaitu huruf sin.

Ketika dibaca dan dilafalkan ayat demi ayat secara berurutan (washal) sampai akhir surat, seakan-akan terjadi pengucapan secara berulang-ulang pada kata was-was dan mengandung penekanan makna dari kata tersebut.



Begitu pula dengan kata-kata yang Allah SWT pilih sebagai sinonim hari kiamat. Dari segi pengucapannya, sangatlah berat seakanakan menggambarkan kondisi hari kiamat yang juga bisa jadi lebih berat.



Dalam hal ini kata-kata As-Shaakhah dan At Thaammah perlu dicermati. Jika diamati dari sisi ilmu tajwid, kedua kata tersebut terdapat bacaan mad lazim Mutsaqqal kilmi, karena setelah huruf mad terdapat taysdid. Artinya dalam pengucapannya ada penekanan yang berat (mutsaqqal).



Demikian pula, pada pemilihan kata-kata "Yasysyaqqaqd�, QS.2. Al Baqarah 74: "...Dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari batu tersebut..."



Dengan hanya melafalkan ayat itu, tergambar jelas dahsyatnya air yang muncrat dari pecahan batu tersebut. Dalam makhanjul huruf (tempat keluarnya huruf), huruf syin keluar dari tengah lidah dan langit atas.



Selain itu, Syin juga mempunyai sifat tafassyi yang artinya menyebar. Yaitu, menyebarnya udara ke seluruh mulut ketika mengucapkan huruf syin, seperti tersebarnya percikan air ke segala penjuru ketika keluar pertama kalinya.



Perlu juga dicermati penggunaan kata "Yassha�add pada QS.6 Al-An�am 125: " Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah dia lagi mendaki langit..".



Ketika ayat itu dibaca sampai pada kata Yassha�adu, dari sisi bunyi atau lafal seolah-olah tersedak atau tercekik.



Wajar, karena pada kata tersebut, terdapat dua huruf isti�la, artinya lidah terangkat , sehingga terkesan berat ketika mengucapkan huruf tersebut.



Menariknya, huruf shad dan �ain ditasydid, kalau diuraikan dan dijumlahkan ada 4 huruf isti�la, 2 shad dan 2 �ain.

Kondisi yang sama akan dialami jika seseorang naik ke langit dan mencapai ketinggian tertentu dimana tidak ada oksigen.



Dengan kata lain, dengan membunyikan ayat Al-Qur’an, sudah dapat ditangkap makna yang dikandungnya, subhanallah....



Cara yang lain yang juga dipakai Al-Qur’an adalah dengan melontarkan pertanyaan oratoris. Yaitu, pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Misalnya QS.6 Al-An�am 46 dan 47: "Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah Tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana kami berkali-kali memperlihatkan tandatanda kebesaran (kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga)."

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan Allah selain orang-orang yang dzalim?"



Pertanyaan yang terdapat pada ayat itu sangat menggelitik dan membuat manusia berpikir. Ilmu kedokteran modern dengan didukung teknologi yang canggih pun tidak akan sanggup membuat mata dan telinga menyamai ciptaan Allah yang asli baik secara bentuk maupun fungsi, apalagi membuat organ dalam manusia.



Jujur, terhadap orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, pada dasarnya mereka tidak menggunakan akal pikiran mereka, kalaupun mereka memakainya, mereka mengingkari akal dan hati mereka sendiri.



Wajar, jika Allah menggunakan kata kafir untuk menyebut orang yang semacam ini, karena secara bahasa kafir adalah mengubur, menanam, menutup.

Mereka mengubur dan menanam dalam-dalam apa yang dikatakan oleh akal dan hati mereka karena kesombongan dan nafsu mereka. Na�udzu billah...



Tabloid Khalifah Edisi 25/Tahun I/2005

Dikirim pada 30 Agustus 2009 di Islami

Mimpi bertemu Rosullulloh SAW



Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sungguh akan datang kepada salah seorang dari kalian suatu hari di mana ia tidak melihatku, kemudian sungguh melihatku lebih dicintai daripada keluarga dan harta yang dimilikinya. (HR. Bukhari - Muslim)

Barangsiapa melihatku di dalam tidurnya, maka ia sungguh telah melihatku, karena syetan tidak dapat menyerupaiku. (HR. Bukhari)

Mimpi bertemu Rasulullah merupakan karunia yang sangat besar, yang tidak dapat dibandingkan dengan kebahagiaan saat mendapatkan sesuatu apapun. Mimpi yang baik merupakan satu bagian dari empat puluh enam
kenabian. (Muttafaq ‘Alaih)

Dari hadits di atas, kita harus meyakini bahwa Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam itu tidak dapat diserupai oleh makhluk seperti jin dan lainnya. Sehingga bila seseorang dalam mimpi bertemu dengan Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam, maka memang benar itu adalah Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam dan bukan makhluk yang menyamar.

Namun perlu diketahui bahwa hanya ada dua golongan orang yang bisa dibenarkan perkataannya bila mengaku bermimpi bertemu Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam.

Pertama, para shahabat Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam, yaitu orang yang pernah bertemu dengan Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam. Bila pengakuan itu datang dari para shahabat, maka 100 % hal itu bisa diterima, karena selain mereka memang mengenal persis sosok Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam, mereka juga adalah orang yang diridhai oleh Allah ’Azza wa Jalla.

Kedua, orang yang telah mempelajari, mengkaji dan mendalami sirah nabawiyah dengan sumber-seumber yang shahih dari Al-Quran dan As-Sunnah bahkan sampai detail-detail ciri fisik Nabi Muhammad ’alaihi sholatu wasalam.

Bila seseorang mengaku bermimpi bertemu Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam tapi bukan shahabat dan juga bukan orang yang memenuhi kriteria nomor dua di atas, maka apa yang dikatakannya itu tidak bisa dijamin kebenarannya. Karena bisa saja dia menganggap bahwa orang dalam mimpinya itu sebagai Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam, padahal dia tidak pernah mengetahui seperti apa sosok Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam itu sendiri karena dalam hadits di atas memang benar disebutkan bahwa sosok Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam tidak bisa diserupai oleh siapapun tetapi setiap orang bisa mengaku sebagai Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam tanpa harus menyerupai sosok beliau. Jadi dari mana dia bisa tahu bahwa itu adalah Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam? Bisa jadi orang yang dilihat itu bukan Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam, tapi karena dia awam dengan sirah nabawiyah, maka dengan mudah terpedaya oleh perasaannya atau oleh syetan untuk mengatakan bahwa sosok yang mengaku sebagai Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam itu memang benar beliau.

Jadi ketidak-benaran pengakuan itu bisa ada pada dua titik. Pertama, pengakuan itu salah duga, karena dia menganggap orang dalam mimpinya itu Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam padahal bukan dan hal itu bisa
dibuktikan setelah dibandingkan dengan ciri-ciri beliau dalam kitab-kitab sirah nabawiyah. Kedua, bisa saja orang tersebut memang tahu ciri-ciri Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam namun dia berbohong untuk kepentingan tertentu.

Tapi yang paling pokok yang harus dipahami adalah bahwa mimpi itu bukan sarana untuk mendapatkan hukum syariat baru. Sehingga bila seseorang mengaku bermimpi bertemu Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam lalu bercerita bahwa Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam memerintahkan ini dan itu yang berkaitan dengan hukum syariat, jelas itu adalah dusta. Karena setelah beliau wafat, syariat Islam telah lengkap dan tidak ada lagi wahyu yang turun, termasuk anggapan bahwa Rasulullah ’alaihi sholatu wasalam masih kembali ke dunia untuk meneruskan dakwahnya.

Tapi bila pengakuan itu datang dari orang yang shalih, berilmu (minimal tentang sirah nabawiyah dan perinciannya), dan isi mimpinya tidak mengandung hukum syariat, kita bisa mempertimbangkan bahwa mimpinya mungkin benar.

Wallohu A’lam Bish-showab

dari yahoogroup

Dikirim pada 14 Agustus 2009 di Renungan
16 Jul



Khutbah Nikah
Alhamdulillah berkat kurnia dan limpahan rahmatNya lah di pagi hari yang penuh berkah ini
Minggu Pon 26 Rojab 1430 H , bertepatan dengan tgl, 19 Juli 2009,
kita dapat berkumpul pada acara akad nikah
Riva Arisandi …….. dengan ……Fauziah Hapriyani…….
Semoga pertemuan ini akan mendapat rahmat dari padaNya ,… amiin Yaa Robbal alamiin
Baiklah untuk selanjutnya saya akan menyampaikan khutbah nikah

Bismillahirrochmanirrochim ... Assalamu�alaikum wr wb



Ananda berdua, Alloh Swt telah menentukan mentakdirkan kalian pada hari ini Minggu pon 26 Rojab 1430 H (19 Juli 2009) menikah dengan pasangan yang telah dipertemukan olehNya Beberapa saat lagi kalian berdua akan resmi melaksanakan aqad nikah, perjanjian yang menyebabkan kalian berdua mempunyai status baru, sebagai pasangan suami istri secara sah menurut ketentuan agama. Dan diakui serta dicatat sehingga mempunyai kekuatan hokum oleh pemerintah sesuai dengan UU perkawinan no. 1 th 1974,

Ada beberapa hal yang perlu Ananda berdua selalu ingat mengenai status baru itu:

1) Pernikahan adalah ibadah,..>> ia tidak sekedar sebuah upacara untuk mengumumkan kepada publik mengenai status baru kalian. Oleh karena itu menjadi penting sekali bahwa sejak dari niatnya Ananda berdua harus selalu meletakkan peristiwa ini sebagai wujud pelaksanaan ketaatan kalian kepada Allah SWT dan RasulNya. Jadi di dalam pernikahan ini ada sebuah amanah, langsung dari Allah dan RasulNya. Tekadkanlah dalam hati Ananda berdua, sejak dari awalnya, untuk menjaga amanah ini hingga akhir hayatmu nanti .. Ini menjadi amat penting dalam proses kehidupan Ananda berdua selanjutnya. Karena dengan menempatkan niat dan tekad itu, semoga kiranya Allah SWT selalu berkenan hadir dalam kehidupan Ananda selanjutnya, baik dikala gembira maupun disaat duka.

2) Pernikahan adalah Kasih sayang… >> Al-Qur’an mengajarkan kepada kita semua bahwa melalui pernikahan seharusnyalah terwujud suasana kasih sayang, sebuah kebahagiaan, sebuah oase surgawi di dunia. Keluarga adalah sebuah wahana untuk mewujudkan kebahagiaan bukan yang lain atau sebaliknya. Berkeluarga adalah sebuah komitmen untuk mewujudkan kebahagiaan. Sungguh tidak mudah mendefinisikan kebahagiaan namun jelas bahwa ia berlawanan dengan kekecewaan, kesedihan, kegelisahan, kelesuan, kegaluan dan sejenisnya.
Oleh karena ada 3 indikasi, dalam kontek hadirnya kebahagiaan dalam hidup seseorang yaitu

Ciri Pertama,…>> terhadap masa lalunya ia tidak pernah menyesali atau kecewa berkepanjangan; masa lalu selalu disikapi dengan istighfar dan syukur. Permohonan ampun didasari atas kelemahan manusiawi diiringi dengan keyakinan bahwa Tuhan Maha Pengampun, Pengasih dan Penyayang; rasa syukur yang dilandasi atas kesadaran kuat bahwa betapapun beratnya cobaan & kesulitan, nikmat Tuhan selalu lebih banyak dibanding itu semua.
Ciri Kedua,..>> terhadap tantangan yang dihadapi saat ini selalu disikapi dengan antusiasme atau semangat pantang menyerah karena keyakinan bahwa terhadap setiap sebuah kesulitan selalu tersedia sekurang-kurangnya dua buah kemudahan. Cukuplah kesabaran dan ketekunan dalam usaha yang disertai dengan do’a dari kerendahan hati seorang hamba sebagai bekal, yang dalam bahasa Al-Qur’an: jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Ciri Ketiga … >>dari hadirnya kebahagiaan adalah bahwa terhadap ketidakpastian masa depan selalu disikapinya dengan optimisme. Jadikanlah kebahagiaan sebagai visi abadi Ananda berdua dalam membangun kehidupan keluarga.

3) Penikahan adalah Kebahagiaan. ..>> Ananda berdua, kebahagiaan adalah nuansa atau karakteristik surgawi dan oleh karenanya kepemilikannya oleh manusia amat tidak disukai oleh Iblis. Sebagai musuh abadi manusia, Iblis sang pewaris neraka akan terus merongrong kebahagiaan yang menjadi milik manusia, anak keturunan Adam, para calon pewaris surga. Dalam hal kehidupan berkeluarga, salah satu benteng terkuat untuk menjaga kebahagiaan dari rongrongan itu adalah kemaafan. Bukalah pintu kemaafan selebar-lebarnya dan selama-lamanya karena ia akan mencegah masuknya kemarahan, awal dari intervensi Iblis dalam menghancurkan kebahagiaan anak-anak Adam.
Ini penting untuk selalu diingat karena kalian mempunyai karakteristik sendiri-sendiri yang unik, lengkap dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing yang melalui pernikahan ini hendak dipersatukan dalam sebuah rumah tangga. Konsekuensinya adalah bahwa kesalahpahaman adalah sebuah keniscayaan. Oleh karena itu membuka pintu kemaafan adalah salah satu resep abadi dan ampuh dalam membangun rumah tangga bahagia. Lebih dari itu, kemaafan adalah jalan menuju taqwa: wa ‘anta’fu aqrobu littaqwa, dan kemaafan itu lebih dekat kepada taqwa.

4) Pernukahan adalah Rahmah ..>> Secara garis besar, berdasarkan fitrah manusia, agama mengatur tanggung jawab, peran dan fungsi kalian masing-masing dalam kehidupan berkeluarga. Sempurnakanlah dan tunaikanlah hal tersebut dalam perjalanan kalian membangun rumah tangga yang semoga dengan demikian akan dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT. Menurut ketentuan agama, tanggung jawab sebagai kepala keluarga berada dipundak suami dengan tanggung jawab terbesar dan terberat adalah menjaga agar bahtera keluarga selalu berjalan menuju visi abadi: kebahagiaan dunia akherat dan terhindar dari siksa neraka abadi.
Teladan mulia bagi istri tentunya adalah Ibunda Khadijatul Kubra, yang selalu memberikan keteduhan, kelembutan, dan juga dorongan yang tiada henti kepada suami untuk tetap istiqomah sehingga betapapun beratnya tantangan dalam rangka menuju visi abadi itu selalu dapat diatasi dengan baik dan penuh tanggung jawab. Ingatlah selalu oleh kalian berdua bahwa salah satu fungsi pasangan suami istri menurut Al-Qur’an [2:187] adalah seperti pakaian (hunna libaasullakum wa antum libaasullahun)..>>: mereka dalah pakaian bagimu dan kamupun adalah pakaian bagi mereka).
Fungsi pakaian selain untuk keindahan adalah juga untuk menutupi aurat, maka suami istri harus saling menutupi kelemahan pasangannya. Seandainya kalian melihat kelemahan pada pasangan kalian maka berdoalah agar dibalik kelemahan itu terdapat kebaikan yang tidak terduga. Ingatlah firman Allah SWT [4:19]: Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

5) Tingkatkanlah bakti kalian kepada ayah-bunda, yang telah dengan penuh kasih sayang dan kesabaran mengantar kalian hingga ke jenjang untuk memulai hidup baru, membangun rumah tangga sendiri. Perlu kalian ingat bahwa cinta dan kasih sayang beliau kepada kalian tidak akan pernah pudar walau kalian kini telah membangun rumah tangga sendiri.
Sebagai penutup di akhir khutbah pesan kami buat kedua mempelai Pengantin baru dan juga buat para pengantin bari
……………. “, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya, Allah memperbaiki bagimu adalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar.” (Al-Ahzaab:70-71).
……….. bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu meninggal dunia melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali Imran:102).
ciptakanlah keluarga yang se iya sekata sehingga terbentuklak keluarga yang sakinah, mawaddah , warrohmah seperti kata KN. Muhammad SAW , .. Baiti Jannati ..>> Rumahku syurgaku,

Kemudian untuk saudara saudaraku lainya para jomblowan jomblowati bila kalian telah menemukan jodoh Jangan tergiur KECANTIKAN DAN KETAMPANANYA, Jangan terpengaruh karena HARTANYA, Jangan terpancing dari KETURUNANYA, Tapi kalian boleh tertarik karena AGAMA DAN KETAKWAANYA
Ananda …Riva Arisandi…… dan Fauziah Hapriyani……..yang berbahagia.
Ibu dan bapakmu, beserta keluargamu dan seluruh undangan yang hadir disini akan mendo’akan kalian berdua
“BAARAKALLAHU LAKUM WA BAARAKA’ALAIKUM
WAJAMA’ABAINAKUMAA FII KHOIR”
(mudah-mudahan Allah melimpahkan barakah kepada kamu dan menurunkan kebahagiaan atasmu, dan mempertemukan kamu berdua dalam kebaikan).(Shahih: Shahih Ibnu Majah no:1546, Ibnu Majah I:614 no:1905, dan lafadz ini milik Ibnu Majah, ‘Aunul Ma’bud VI:166 no:2116 dan Tirmidzi II:276 no:1097, namun menurut riwayat Abu Daud dan Tirmidzi menggunakan kata KA untuk orang dua tunggal).
Allohumma Allif Baina Riva Arisandi bin Muhdi Wa Fauziah Hapriyani Binti Abdul Haris Kama Allafta Baina Nabiyuka Adam wa Hawa wa Kama Allafta Baina Rosuulikal kariim Muhammad SAW wa Chodijah al Mukarromah
Kembangkanlah layar, BISMILLAHI MAJREHA WAMURSA INA ROBBI LA GHOFURURROHIIM.
Aqulu qauli haza wastaghfirulahl�azima li walakum walisairil muslimina walmuslimat, wal mu�minina wal mu�minat. Fastaghfiruhu, innahu hual ghafururrahim.
FATTAQULLAHA MASTATO�TUM. BILLAHI FII SABILIL HAQ
Wallohul muwaffiq Illa aqwammitoriq
WASSALAMUALAIKUM WR. WB


Dikirim pada 16 Juli 2009 di Keluarga




Tanda tanda Kiamat Menurut Pemahaman Ahlussunnah, Sbb:



1. Tanda-tanda Kecil,
Tanda tanda ini sudah banyak terjadi, diantaranya Wafatnya Nabi Muhammad Shallallaahu �alaihi wa sallam, munculnya banyak fitnah, fitnah dari timur (iraq), munculnya firqah Khawarij, munculnya orang yg mengaku sebagai Nabi, hilangnya amanah, diangkatnya Ilmu dan Merajalelanya kebodohan, Banyaknya Perzinaan, Banyaknya orang bermain Musik, Banyaknya orang minum Khamr, merebaknya perjudian, masjid masjid di hias, banyaknya bangunan bangunan tinggi, Budak melahirkan Tuannya, Pembunuhan, Banyaknya orang yang belajar dari Ahlul Bid�ah, Wanita yang berpakaian tapi Telanjang. ( lengkapnya lihat di Kitab Asyraathus Saa�ah hal 57 - 235 oleh Dr. Yusuf bin �Abdillah Al-Wabil )

2. Tanda-tanda Besar;

Rosululloh bersabda, Hari kiamat tidak akan terjadihingga terjadi sepuluh tanda :(1) Penenggelaman Permukaan Bumi di Timur (2) Penenggelaman Permukaan Bumi di Barat, (3) Penenggelaman Permukaan Bumi di Jazirah Arab, (4) Keluarnya Asap, (5) Keluarnya Dajjal, (6) Keluarnya Binatang Besar, (7) Keluarnya Ya�juj dan Ma�juj, (8) terbitnya Matahari dari Barat, (9) Api yang keluar dari dasar Bumi �Adn yang menggiring Manusia, (10) Turunnya �Isa bin MAryam �alaihis salaam. (Shahih - HR.MUSLIM no 2901(40))

Munculnya Pemimpin Yang Adil ( Imam Mahdi ). Dari Shabat Abdullah ibnu Mas�ud Rosululloh bersabda : " Dunia ini tidak akan lenyap atau sirna sebelum bangasa Arab di pimpin oleh Laki laki dari keturunan ku, yang Namanya seperti ku. " (Shahih, HR. Thirmidzi no.2230), Abu Dawud no. 4282, Ahmad I/337, 430)

Dari Abu Hurairah radhiyallohu� anhu : Rosullulloh bersabda :" Bagaimana dengan Kalian, bila (�Isa) putra Maryam turun kepada kalian, sedangkan imam kalian dari kalangan Kalian?" (HR. BUKHARI no 3449, HR MUSLIM no 155)

Keluarnya DAJJAL : dari Sahabat Anas bin Malik, radhiyallohu anhu, Rosululloh bersabda : "Tidak ada seorang NABI pun kecuali telah memperingatkan ummatnya tentang Dajjal yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwa Dajjal matanya Buta sebelah sedangkan Robb kalian tidak buta Sebelah. Tertulis diantara kedua matanya : KAFIR (dlm huruf arab) dan dibaca oleh setiap MUSLIM." ( HR.Bukhari no 7131, 7408 ; Muslim no. 2933)

Dajjal akan muncul dari arah timur dari Khurasan (sekarang terletak arah timur dari IRAN, dengan diiringi 70.000 orang YAhudi Ashbahan (kota di Iran). (Hasan - HR.Muslim no 2944, Ahmad no 13277) ini Riwayat dari sahabat Anas bin Malik radhiyallohu �anhu.

Dajjal di muka bumi selama 40 hari. Sehari seperti Setahun, Sehari seperti Sebulan, Sehari seperti Sepekan, dan Sisanya seperti hari hari biasa. (Shahih - HR.Muslim no.2937, Abu Dawud no.4321)

Dajjal dibunuh oleh Nabi �Isa di Bab Ludd (suatu desa dekat Baitul Maqdis, Palestina). (Shahih-HR.Tirmidzi no.2244, Ahmad III/420, Ibnu Hiddan n0. 1901/Al mawaarid).

Kemunculan Nabi �Isa ibnu Maryam, Allah berfirman : "Dan Sesungguhnya, dia ("Isa) benar-benar menjadi pertanda datangnya hari Kiamat, Karena itu janganlah kamu ragi-ragu tentang (kiamat) itu, dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus." ( QS. Az-Zukhruf ; 61 )

Dari Shabat Abu Hurairah radhiyallohu �anhu, Rosululloh bersabda ; " Demo Robb yang jiwaku berada ditanganNya, sudah dekat saatnya dimanaakan turun pada kalian ("isa) Ibnu Maryam �alaihi salaam sebagai Hakim yang Adil. Dian Akan menghancurkan SALIB, Membunuh BABI, MEnghapus Jizyah dan akan melimpah ruah harta benda sehingga tidah=ka daseorang pun yang mau menerimannya. " (Shahih- HR.Bukhari no3448 dan Muslim n0.155(242)) .

Keluarnya Ya�juj dan Ma�juj. Mereka keluar pada masa Nabi �Isa ibnu Maryam, �alaihi salaam. dan Allah membinasakan mereka semua dalam satu malam, berkat do�anya Nabi �Isa. Ya�juj dan Ma�juj seperti manusia biasa. mereka mirip dengan bangsa Turk (mereka orang Kafir), Mata sipit, hidung pesek, rambut pirang dan warna kulit bervariasi. (lihat an.Nihaayah fil Fitan wal Malaahim (hal 102) oleh Ibnu Katsir, tahqiq Ahmad �Abdusy Syaafi. Wallohu alam.)

Allah Berfirman :(QS. Al Anbiyaa. 96 - 97) " Hingga apabila tembok Ya�juj dan Ma�juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan Apabila janji yang benar telah dekat, maka tiba-tiba orang kafir terbelalak. dan Mereka berkata � Alangkah Celakanya Kami! Kami benar-benar lengah tentang ini dan bahkan kami benar-benar orang yang Zhalim."

Terbinya Matahari dari Barat : Allah berfirman " Tidak akan datang Hari kiamat hingga Matahari terbit dari Barat. Dan Jikatelah terbit dari Barat, maka semua manusia yang dibumipun beriman. Yang demikian terjadi pada saat tidak berguna lagi Iman seseorang yang belum beriman sebelum itu." (QS Al-An� aam 158) dan (Shahih -penjelasan HR Bukhari no.4635, 4636 dan 6506 : HR.Muslim no.157(248) : Abu Dawud no 4312,: Ibnu Majah 4068 ).

Kutipan dari Buku : Prinsip Prinsip AQIDAH Ahlus Sunnah Wal Jama�ah. Oleh Ust Yazid bin Abdul Qadir Jawas.





Dikirim pada 29 Juni 2009 di Uncategories

Belajar Bahasa Arab Dapat Menambah Kecerdasan?? Benarkah?


Salah satu keutamaan belajar bahasa arab adalah akan bertambahnya kecerdasaan seseorang, ia akan lebih peka terhadap suatu hal dan pikirannya menjadi terbuka dan tidak terpaku pada sesuatu, hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu,


تَعَلَّّمُوْا العَرَبِيَّةَ فَإِنَّهَا تُثَبِّتُ العَقْلَ ، وَتَزِيْدُ فِي المُرُوْءَةِ
“Pelajarilah bahasa arab, karena ia dapat menguatkan akal dan menambah kewibawaan (Imam Baihaqi dalam Syu’aibul Imaan, Maktabah Syamilah).
Lalu apa sebenarnya yang membuat bahasa arab dapat menambah kecerdasan?
Hal ini karena, ketika kita mempelajari bahasa arab ataupun membaca tulisan berbahasa arab, otak kita akan memproses apa yang kita baca dan lihat, ketika dia tidak memahami bahasa arab, maka hal itu tidak ada gunanya, akan tetapi ketika dia sudah memahami bahasa arab, dia akan lebih fokus berfikir.
Kenapa?? Hal ini karena Bahasa arab berbeda dengan bahasa Indonesia, susunan dalam bahasa Indonesia adalah baku hanya mempunyai satu makna dan mudah dipahami, sedangkan susunan bahasa arab berbeda-beda serta dapat mempunyai banyak makna, sehingga terkadang kita sulit untuk memahami apa maksud dari kalimat tersebut.
Selain itu, ketika kita membaca kitab berbahasa arab (kitab gundul), kita dituntut untuk menganalisis tiap kata yang ada, kedudukannya, fungsinya, harokatnya, karena ketika salah menganalisis, menjadikan arti yang didapat menjadi salah, yang akhirnya pemahaman kita menjadi salah pula.


Coba perhatikan contoh berikut:
أعطى محمد كتابا
Dari kalimat di atas, kita harus menganalisis, harokat apakah yang cocok untuk kalimat tersebut dan makna seperti apakah yang diinginkan. Sehingga ketika kita ingin mengatakan
أَعْطَى مُحَمَّدٌ كِتَابًا (Muhammad memberi kitab )
Kita harus menganalisisi, bahwa dari pengucapan di atas, mengindikasikan bahwa, مُحَمَّدٌ berkedudukan sebagai Fa’il (subjek), sedangkan كِتَابًا sebagai objek, karena أَعْطَى diposisikan sebagai fi’il ma’lum.
Namun, benarkah pengucapan seperti itu??
Jika kita menganalisis dengan teliti, maka kita akan tahu bahwa, kata kerja أَعْطَى (memberi) harus mempunyai dua objek (dari artinya sudah jelas membutuhkan dua objek), sedangkan kalimat di atas hanya mempunyai satu objek, jika أَعْطَى diposisikan sebagai fi’il ma’lum, maka kalimat tersebut tidak mempunyai arti yang dimaksudkan, kepada siapa Muhammad memberi kitab?? Arti menjadi rancu, sehingga pengucapan di atas kurang tepat.


Lalu bagaimana pengucapan yang benar??
Jawabnya adalah sebagai berikut:
(Muhammad telah diberi kitab) أُعْطِيَ مُحَمَّدٌ كِتَابًا
Kata kerja أعطى harus diposisikan sebagai fi’il majhul, karena ia harus mempunyai dua objek jika diposisikan sebagai fi’il ma’lum, sedangkan kata مُحَمَّدٌ berkedudukan sebagai na’ibul fa’il (pengganti fa’il) dan كِتَابًا sebagai objek, sehingga arti dari kalimat di atas, “Muhammad diberi kitab”, dan ini yang benar. Mungkin anda akan bertanya, “kan kalimat di atas masih rancu, siapa yang memberi muhammad kitab??” Jawabnya, di dalam bahasa arab, ketika fi’il ma’lum diubah menjadi majhul, mengindikasikan ada fa’il yang dihapus dan digantikan dengan objeknya (coba liat kembali pembahasan na’ibul fa’il), sehingga, ketika seseorang mengucapkan hal di atas, orang yang diajak berbicara pasti akan mengetahui maksud perkataannya.


Lebih mudahnya perhatikan kalimat berikut, jika dikatakan:
أَعْطَى مُحَمَّدٌ وَحْيًا (Muhammad memberi wahyu)
Maka ini adalah pengucapan yang salah, namun jika di ucapkan
أُعْطِىَ مُحَمَّدٌ وَحْيًا (Muhammad telah diberi wahyu)
Maka ini adalah pengucapan yang benar, walaupun fa’ilnya tidak disebutkan, kita dapat mengetahui maksud dari pengucap adalah “Muhammad telah diberi wahyu oleh Allah”. Dan ingat, fa’il dan nai’bul fa’il tidak bias digandengkan dalam satu kalimat.


Begitu pula dalam contoh kalimat,
الْيَوْمُ يَوْمُ الأَحَدِ (Hari ini adalah hari Ahad)
Kita harus menganalisis, apa kedudukan dari tiap kata tersebut, sehingga pemaknaan dan maksud yang diinginkan tersampaikan (coba bagi para pembaca untuk menentukan kedudukan serta arti dari kalimat di atas).
Dengan hal inilah mengapa mempelajari bahasa arab dapat meningkatkan kecerdasan. Materi-materi yang sudah diberikan harus bisa dipahami dan dipraktekkan. Sehingga wajar saja bila para ulama kita, ketika memberi fatwa, mereka bisa memberikan jawaban yang tepat dan mencakup banyak hal.
Dan perlu diketahui, bahasa arab dapat dijadikan ajang teka-teki bagi para santri untuk mengasah kemampuan dia dalam berbahasa arab dan tentunya dalam berpikir.
Semoga bermanfaat..
sumber : kiriman mail milist

Dikirim pada 10 Juni 2009 di Bahasa Arab online
Dikirim pada 22 Mei 2009 di Do’a & Sholawat


Di dalam hidup manusia, ang penting ialah BERKAT.
Bila hidup kita berkat, diri ini akan selamat.
Apabila diri selamat, rumahtangga jadi sepakat.
Apabila rumahtangga jadi sepakat, masyarakat jadi muafakat.
Apabila masyarakat jadi muafakat, negara kita menjadi kuat.
Apabila negara menjadi kuat, negara luar jadi hormat.
Apabila negara luar jadi hormat, permusuhan pun tersekat.
Apabila permusuhan tersekat, pembangunan pun meningkat.
Apabila pembangunan pun meningkat kemajuan menjadi pesat. .... tapi awas

Apabila pembangunan meningkat, kemajuan menjadi pesat, kita lihat bangunan naik bertingkat-tingkat.
Ditengah-tengah itu, tempat maksiat tumbuh macam kulat.
Apabila tempat-tempat maksiat tumbuh macam kulat,
KETIKA ITU manusia mula mengubah tabiat.
Apabila manusia telah mengubah tabiat,ada yang jadi lalat ada yang jadi ulat.
Apabila manusia dah jadi ulat,sembahyang makin hari makin liat.
Apabila sembahyang jadi liat, orang baik ada yang bertukar jadi jahat.
Apabila orang baik bertukar jahat, orang miskin pula nak kaya cepat.
Apabila orang miskin nak kaya cepat, orang tua pula nak mati lambat.
Apabila orang tua nak mati lambat, tak dapat minum madu telan jerla minyak gamat.

Yang lelaki,

budak budak muda pakai seluar ketat.
Semua nak tunjuk kuat.
Bila berjudi, percaya unsur kurafat.
Tapi hidup pula yang melarat.
Tali kasut dah tak berikat.
Rambut pun jarang sikat.

Yang perempuan,

Pakai mini sekerat.
Suka pakai baju ketat... (apa dapat...)
Suka sangat menunjukkan pusat.
Hingga tak pedulikan lagi batasan aurat.
Pakai pulak yang singkat-singkat.
Kadang-kadang ternampak benda �bulat�.
Bila jadi macam ini, siapa lihat pasti tercegat.
Silap gaya jadi gawat, bohsia bohjan lagi hebat.
Duduk jauh berkirim surat.
Bila berjumpa, tangan berjabat.
Kemudian pakat lawan peluk siapa erat.
Masa tu, nafas naik sampai tersekat-sekat.
Usah peduli agama dan adat.
Usah takut Allah dan malaikat.
Yang penting apa kita nak buat?
Kita �bukti� lah kita buat.
Akhirnya perut kempis dah jadi bulat.
Apabila perut kempis dah jadi bulat,
maka lahirlah
pula anak-anak yang tak cukup sifat.
Bila anak-anak tak cukup sifat, jam tu kita
tengok bayi dibuang di merata tempat.

MAKNANYA KETIKA ITU, IBLIS MULAI MELOMPAT.
Dia kata apa..? Habis manusia dah masuk jerat.
Habis manusia telah tersesat. Inilah dia fenomena masyarakat.

Oleh karena itu wahai saudaraku dan para sahabat,
Marilah kita pakat mengingat,
Bahawa dunia hari ini makin singkat,
Esok atau lusa mungkin kiamat,
Sampai masa kita semua akan berangkat! .
Berangkat menuju ke negeri akhirat.

Di sana kita akan ditanya apa yang kita buat.
Masa tu, send i ri mau ingat.

Umur mu banyak mana , berapa banyak kamu buat ibadat...?
Zaman muda mu, apa yang telah ka mu buat...?
Harta benda anda, dari mana anda dapat...?
Ilmu anta, adakah anta manafaat...?

Sebagai sesama insan sama2lah ingat mengingati sesama insan!!!
Semoga ianya dapat mengingatkan kita supaya segera
meninggalkan maksiat dan memperbanyakkan ibadat.

(Petikan ucapan Ustaz Hj. Akil Hayy Rawa. Sebarkanlah ini kepada ahli keluarga,
saudara-mara, rakan-rakan dan sahabat handai kita agar masyarakat kita akan
menjadi sebuah masyarakat yang bukan sahaja maju dari segi duniawi malah
ukhrawi. Insya-Allah...Allahhuakbar! Allahhuakbar! Allahhuakbar!)



Di kala kaki tak mampu berdiri
Di kala tangan tak mampu mengangkat lagi
Di kala lutut lenguh setiap sendi
Di kala badan tak mampu kesana kemari
Di kala telinga tak mampu menangkap bunyi
Di kala tekak tak rasa apa lagi
Rumah kata pergi
Kubur kata mari sini
Juga buat teman di kala sendiri
Dalam kubur sunyi sepi

Menangislah sepuas hati
Mulai dari hari ini
Menyesali diri
Yang jahil dan dhaif sekali
Ambillah insiatif sendiri
Untuk baiki diri
Jangan hanya duduk sesali diri


Dikirim pada 17 Mei 2009 di Renungan


Yang kami inginkan amanah, jujur & berpihak kepada rakyat

Diawal bulan Mei besok politik dagang sapi akan semakin rame,.. begitu kata pengamat politik mencari jabatan dan bagi bagi kekuasaan yang dilakukan oleh para elit parpol yang akan berlomba menduduki RI,1

sumber dari hiruk pikuk politik ponpes Buntet Cirebon

Indonesia ke depan maju tidaknya tidak bisa lepas dari peran sang presiden dalam memanaj rumah tangga bangsa ini. Masing-masing calon presiden di bawah ini telah menyatakan siap menjadi orang nomor satu di negeri nan kaya raya, tapi miskin pengelolaan.

Jadi kepada pembaca, siap-siap Anda dibuat bingung karena sekarang calonnya banyak sekali. Kesannya kok Calon Presiden ini seperti obral barang dagangan, begitu banyak terpampang di mana-mana.

Apakah yang ganteng, yang tegas, yang tua, yang muda, yang berani, atau yang tenar. Bisa juga apakah mau pilih yang faham dunia pesantren, atau yang suka membid?ahkan umat, atau yang abangan, yang santri, atau yang bernuansa merah, hijau, kuning, kelabu, terserah!

Susilo Bambang Yudhoyono: “Setelah mendekati pemilu tahun 2009, saya mempertimbangkan untuk maju kembali, Insya Allah, saya akan mencalonkan kembali sebagai capres tahun 2009,”

Jusuf Kalla : "Sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, saya tidak bisa berbicara lain selain dari apa yang diinginkan dan diputuskan dari bawah (sebagai capres). Akan tetapi, ini tentu sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan Partai Golkar,".

Megawati: ”Saya menerima pencalonan diri saya sebagai presiden dari PDI Perjuangan untuk maju dalam pemilihan presiden 2009 mendatang,”

Sutiyoso: …. Penegasan Bang Yos–sapaan akrab Sutiyoso–itu dikemukakan saat dihibungi Warta Kota, Jumat (28/9) malam, menanggapi tawaran Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi Capres. Bahkan, Bang Yos mengaku, sudah ada belasan partai politik (parpol) yang menyatakan akan mencalonkan dirinya sebagai Capres. ….

Sri Sultan Hamengkubuwono X: “Dan dengan niat yang tulus, saya menyatakan siap maju menjadi calon presiden dalam Pemilu 2009,”


Rizal Ramli: “Kami yakin akan menjadi magnet dalam perubahan,”

Yusril Ihza Mahendra: “Saya berharap maju melalui PBB, dan untuk itu PBB harus mempunyai suara yang cukup untuk mencalonkan dirinya sebagai presiden,”

Amien Rais: “Kemarin Serikat Pekerja PLN Surabaya mendukung saya sebagai capres. Nah kalau masih ada banyak lagi Serikat Pekerja di seluruh Indonesia dan diikuti PAN mendukung saya sebagai capres, ya saya akan segera mendeklarasikan diri,”

Hidayat Nur Wahid: “Saya siap jika itu merupakan keputusan Majelis Syuro, tapi kan belum diputuskan,”


Akbar Tanjung: “Saya siap mencalonkan diri menjadi presiden, namun mengenai partai yang mengusung saya belum bisa pastikan, apakah melalui kendaraan Partai Golkar atau beberapa partai lainnya yang sudah `meminang` saya,”
Gus Dur: “Saya siap kalau saya diperintahkan oleh ke lima orang tua yang dulu pernah minta saya jadi presiden,”

Rizal Malarangeng: “Saya siap ikut pilpres tahun 2009 walau harus berhadapan dengan Presiden dan mantan presiden,”
Sutrisno Bachir: ”Banyak yang menyarankan agar saya mencari pasangan tokoh Sunda (untuk pilpres 2009). Dia harus punya latar belakang akademis bagus,”

Prabowo: “Kalau Gerindra memenuhi syarat untuk mencalonkan seseorang dan saya yang dibutuhkan sebagai capres, saya siap memberi jiwa raga untuk negeri,”

Wiranto: “O ya, sejak dari awal sudah saya katakan berkali-kali soal pencalonan ini,”


Din Syamsuddin: “Saya kira sudah sering saya katakan kalau sekedar menjawab siap, maka saya sebagai pemimpin ormas besar seperti Muhammadiyah harus menyatakan siap. Insyaallah,”
Deddy Mizwar: “Harus ada calon presiden alternatif, selain clon-calon dari partai besar yang itu-itu saja."


Dikirim pada 30 April 2009 di Tokoh

Pengaruh Dzikir Terhadap Ketenangan Jiwa

By: Agussyafii

Surat al-Rad / 13:28, menyebutkan bahwa dengan mengikat (dzkir) kepada Allah maka hati menjadi tenteram. Dzikir sebagai metode mencapai ketenagan hati dilakukan dengan tata-cara tertentu. Dzikir dipahami dan di ajarkan dengan mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah secara keras (dzikr jahr), dan dengan kalimat-kalimat thayyibah yang memfokus, dari kalimat syahadat La ilaha illa Allah ke lafazh Allah dan sampai ke lafazh hu.



Sebenarnya hubungan dzikir dengan ketentraman jiwa dapat dianalisis secara ilmiah. Dzikir secara lughawi artinya ingat atau menyebut. Jika diartikan menyebut maka peranan lisan lebih dominan, tetapi jika diartikan ingat, maka kegiatan berpikir dan merasa (kegiatan psikologis) yang lebih dominan. Dari segi ini maka ada dua alur pikir yang dapat diikuti:

a) Manusia memiliki potensi intelektual. Potensi itu cenderung aktif bekerja mencari jawab atas semua hal yang belum diketahuinya. Salah satu hal yang merangsang berpikir adalah adanya hukum kausalitas di muka bumi ini. Jika seseorang melahirkan suatu penemuan baru, bahwa A disebabkan B, maka berikutnya manusia tertantang untuk mencari apa yang menyebabkan B. Begitulah seterusnya sehingga setiap kebenaran yang di temukan oleh potensi intelektual manusia akan diikuti oleh penyelidikan berikutnya sampai menemukan kebenaran baru yang mengoreksi kebenaran yang lama, dan selanjutnya kebenaran yang lebih baru akan ditemukan mengoreksi kebenaran yang lebih lama.

Sebagai makhluk berfikir manusia tidak pernah merasa puas terhadap kebenaran ilmiah sampai ia menemukan kebenaran perenial melalui jalan supra rasionalnya. Jika orang telah sampai kepada kebenaran ilahiah atau terpandunya pikir dan dzikir, maka ia tidak lagi tergoda untuk mencari kebenaran yang lain, dan ketika jiwa itu menjadi tenang, tidak gelisah dan tidak ada konflik batin. Selama manusia masih memikirkan ciptaan Allah SWT dengan segala hukum-hukumnya, maka hati tidak mungkin tenteram dalam arti tenteram yang sebenarnya, tetapi jika ia telah sampai kepada memikirkan Sang Pencipta dengan segala keagungannya, maka manusia tidak sempat lagi memikirkan yang lain, dan ketika itulah puncak ketenangan dan puncak kebahagiaan tercapai, dan ketika itulah tingkatan jiwa orang tersebut telah mencapai al- nafs al-muthmainnah.

b) Manusia memiliki kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas, tidak ada habis-habisnya, padahal apa yang dibutuhkan itu tidak pernah benar-benar dapat memuaskan (terbatas). Oleh karena itu selama manusia masih memburu yang terbatas, maka tidak mungkin ia memperoleh ketentraman, karena yang terbatas (duniawi) tidak dapat memuaskan yang tidak terbatas (nafsu dan keinginan). Akan tetapi, jika yang dikejar manusia itu Allah SWT yang tidak terbatas kesempurnaan-Nya, maka dahaganya dapat terpuaskan. Jadi jika orang telah dapat selalu ingat (dzikir) kepada Allah maka jiwanya akan tenteram, karena dunia manusia yang terbatas telah terpuaskan oleh rahmat Allah yang tidak terbatas.

Hanya manusia pada tingkat inilah yang layak menerima panggilan-Nya untuk kembali kepada-Nya dan untuk mencapai tingkat tersebut menurut al-Rozi hanya dimungkinkan bagi orang yang kuat potensinya dalam berpikir ketuhanan atau kuat dalam uzlah dan kontemplasi (tafakkur)-nya.

Jadi al-nafs al-muthmainnah adalah nafs yang takut kepada Allah, yakin akan berjumpa dengan-Nya, ridlo terhadap qodlo-Nya, puas terhadap pemberian-Nya, perasaannya tenteram, tidak takut dan sedih karena percaya kepada-Nya, dan emosinya stabil serta kokoh.
sumber :http://buntetpesantren.org/index.php?


Dikirim pada 30 April 2009 di Kesehatan

Pengucapan Dan Penulisan Lafazh “Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam”

Author: badar online

Pembaca kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, shalawat adalah doa yang dipanjatkan oleh seorang muslim kepada Allah untuk Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam ucapan tersebut terkandung ibadah dan pahala yang sangat besar, bahkan Allah memerintahkan bagi orang-orang yang beriman untuk bershalawat kepada beliau, Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56)
Makna shalawat dari Allah atas hamba-hambanya adalah pujian dari Allah kepada mereka di hadapan para malaikat di sisinya, inilah makna dari shalawat yang benar. Makna shalawat ini bukanlah “tuduhan” sebagian orang-orang kafir dan munafik yang mengatakan bahwasanya “Muhammad sekarang ini belum selamat, karena ia masih butuh di shalawati..??” maka kita katakan kepada mereka, “Engkau sungguh-sungguh tidak memahami makna shalawat..”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh umatnya, diantara hak tersebut adalah kewajiban mencintainya, dan dari kecintaan itu adalah memperbanyak membaca shalawat atasnya pada setiap waktu, dan Allah telah memerintahkan kaum mu’minin untuk melakukan hal itu dan menjanjikan mereka dangan ganjaran yang agung, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan bahwa kehinaanlah bagi orang yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disebut padanya sedang ia tidak mengucapkan shalawat atasnya.
Shalawat yang dilakukan oleh seorang muslim adalah ibadah yang bermanfaat bagi yang mengucapkannya, ibadah yang memberikan pahala bagi orang yang mengucapkannya, bukan kepada diri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Allah telah menjamin bahwa beliau adalah orang yang pertama kali memasuki surga, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barang siapa yang bershalawat atasku satu kali, maka Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
Penulisan lafaz shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam teks arab adalah,
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Jika ingin dilafazkan sesuai panjang pendeknya ditulis latin dengan shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan memanjangkan ‘a’ pada lafzhul jajalah ‘Allah’.
Ucapan ini adalah doa yang selayaknya ditulis dengan lengkap, sehingga tidak tepatlah perbuatan sebagian kaum muslimin yang menuliskan shalawat tersebut dengan penyingkatan seperti SAW, صلعم dan lainnya, karena singkatan tersebut bukanlah doa akan tetapi sekedar singkatan.
sumber: badar.muslim.or.id/

Dikirim pada 19 April 2009 di Do’a & Sholawat

Untukmu Caleg Wurung

buat apa kau bersedih
buat apa kau tangisi

seharusnya kau sesali
kemudian lakukanlah introspeksi
Jagan kau lupa akhirnya bunuh diri

dulu kau tak punya apa apa
kemudian kau jadi punya harta benda
sekarang kembali tak punya apa apa
kecuali pinjaman hembusan nyawa

Dunia ini tidaklah selebar daun kelor
Lihatlah matahari masih tegar bersinar
Banyak ciptaanNya yang belum pudar
Dapat kau jadikan tempat bersandar

Hidup kita cuma bagaikan sandiwara
Masing masing cerita ada perananya
Yang menangpun tidak untuk selamanya
Yang kalah itu ... juga cuma sementara
Karena hanya sedikit saja kurang suara

Wahai saudaraku .........
Ingatlah ada pepatah " Nasi telah menjadi bubur "
Ingatlah perjalanan masih jauh kita jangan takabur
Ingatlah nasib semuanya ingin bernasib mujur
Ingatlah bila sudah terlanjur menjadi bubur
Janganlah kau campakan nanti mubadzir tiada guna
Tambahkan telor, bawang goreng dan kecap tiga rasa
Akhirnya jadilah bubur spesial buat seluruh keluarga

Saudaraku yang gagal menjadi anggota dewan
Demikian coretanku smoga jadi bahan masukan
Dijadikan obat penawar hati hilangkan kedukaan
Sebelum kita dipanggil kembali dalam pangkuan

maston@160409

Dikirim pada 16 April 2009 di Tokoh


Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarga, sahabat-sahabat serta para pengikutnya.

Ada empat perbuatan ringan yang apabila kita lakukan, maka kita termasuk golongan orang yang tidak terpuji.

1. Seseorang yang membuang air kecil sambil berdiri, 2. Seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, 3. Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti apa yang diucapkan muadzin, 4. seseorang yang apabila mendengar nama Nabi Muhammad Saw disebut, tetapi tidak membacakan shalawat atasnya.
Sabda Nabi Muhammad Saw:

أربع من الجَفَاءِ أن يبول الرجل وهو قائم، وأن يمسح جبهته قبل أن يفرغ من الصلاة، وأن يسمع النداء فلا يشهد مثل ما يشهد المؤذّن، وأن أذكر عنده فلا يصلي عليّ. (رواه البزار والطبراني)

Artinya:
“Empat perbuatan termasuk perbuatan yang tidak terpuji, yaitu (1) bila seseorang buang air kecil sambil berdiri, (2) seseorang yang mengusap dahinya sebelum selesai dari shalat, (3). Seseorang yang mendengar adzan tetapi ia tidak menirukan seperti yang diucapkan muadzin, (4) seseorang yang apabila mendengar namaku disebut, tetapi ia tidak membacakan shalawat atasku. (HR. Bazzar dan Tabhrani)

Dalam ibadah sehari-hari, sebenarnya ada sebuah perbuatan ringan yang apabila kita lakukan mendatangkan akibat yang maha dahsyat, dan apabila kita tinggalkan maka kita termasuk golongan orang yang tidak berbalas budi.

Pada saat kita telah diberi bantuan oleh orang lain, sudahlah pasti akan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atau mungkin mengucapkan doa untuk kebaikannya. Begitu pula dengan Rasulullah Saw yang telah mengeluarkan kita dari lembah kegelapan menuju alam terang benderang, maka sudahlah pantas bagi kita untuk selalu mengucapkan sholawat dan salam atas beliau, sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kecintaan kita atas segala jasa dan perjuangan yang tak tertandingi di alam jagad ini.
Dalam ibadah-ibadah lain, Allah Swt memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk mengerjakannya, namun khusus dalam perintah membaca shalawat, Allah Swt menyebutkan bahwa Allah sendiri bershalawat atasnya, kemudian memerintahkan kepada malaikatNya, baru kemudian pada orang-orang yang beriman untuk bershalawat atasnya. Dengan hal ini semakin menunjukkan bahwasanya melakukan shalawat atas Nabi muhammad saw, tidak cuma sekedar ungkapan terima kasih, tetapi ia juga menjadi ibadah yang utama.

Bila kita ingin mengetahui bahwa shalawat termasuk ibadah yang utama, maka perhatikan dan renungkan firman Allah Swt dalam al-Quran:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya, bershalawat atas Nabi, wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab 56).

Dari ayat tersebut kita mengetahui, Allah Swt saja sang Pencipta jagad raya dan mahkluk seluruh dunia termasuk diri kita yang kecil ini, mau bershalawat terhadap Nabi Muhammad Saw, dan juga para malaikat yang telah dijamin tak akan berbuat kesalahan turut bershalawat terhadap nabi, mengapa diri kita yang telah diselamatkan beliau masih melupakan ibadah yang teramat mulia ini. Sesungguhnya perbuatan seseorang menunjukkan pada perangai dirinya.

سيرة المرء تنبأ عن سريرته

Shalawat adalah sebuah ibadah yang tidak berbatas alam, jarak ataupun waktu. Artinya bila diucapkan maka akan menembus alam langit yang sangat jauh, didengar para malaikat, lalu turut menyampaikan doa bagi manusia yang mengucapkannya, dan menembus Alam kubur menyampaikan salam yang diucapkan manusia kepada Nabi Muhammad Saw.

Nabi Saw bersabda:

ما منكم من أحدٍ سلّم علي إذا متُّ إلا جاءني جبريل فقال جبريل يا محمد هذا فلان ابن فلان يُقرئك السلام، فأقول وعليه السلام ورحمة الله وبركاته. (رواه أبو داود).

Artinya:
“Tidak ada salah seorang di antara kamu yang mengucapkan salam kepadaku sesudah aku mati melainkan malaikat jibril datang kepadaku seraya mengucapkan: ‘wahai Muhammad, ini Fulan bin Fulan mengucapkan salam untukmu, maka aku menjawab: “dan atasnya salam dan rahmat serta berkah dari Allah”. (HR. Abu Daud)

Lalu apa fadhilah mengucapkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw?
Ada beberapa riwayat dari hadist Rasulullah Saw, Atsar sahabat Radiallahu anhum dan pengalaman beberapa ulama yang mengisyaratkan imbalan bagi mereka yang mau bershalawat.

1). Shalawat membersihkan dosa

Sabda Nabi Saw:

صلّو عليّ فإن الصلاة علي زكاةٌ لكم واسألوا الله لي الوسيلة، قالوا وما الوسيلة يا رسول الله؟ قال: أعلى درجةٍ في الجنة لا ينالها إلا رجلٌ واحدٌ وأنا ارجو أن يكون أنا هو. (رواه أحمد في مسنده)

“bacalah shalawat atasku karena sesungguhnya shalawat atasku membersihkan dosa-dosamu, dan mintalah kepada Allah untukku wasilah”. Para sahabat bertanya: “apakah wasilah itu?” beliau menjawab: “derajat yang paling tinggi di sorga yang hanya seorang saja yang akan memperolehnya dan aku berharap semoga akulah orang yang memperolehnya”.

2). Shalawat berpahala sepuluh rahmat Allah dan menghapus sepuluh kesalahan

Sabda Nabi Saw:

من صلّى علي صلاةً واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحطّ عنه عشر خطيآت (رواه النسائي)

“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai)

3). Dikabulkan hajat di dunia dan akhirat

Sabda beliau Saw:

من صلى علي في اليوم مائةَ مرّةٍ قضى الله له مائةَ حاجةٍ، سبعين منها في الآخرة وثلاثين في الدنيا

“barangsiapa yang membacakan shalawat untukku pada suatu hari seratus kali, maka Allah akan memenuhi seratus hajatnya, 70 di antaranya nanti di akhirat dan 30 di dunia. (Kitab Jam’ul Jawami’, Hal: 796)

4). Terangkatnya derajat manusia

Sabda beliau Saw:

من صلى عليّ من أمتي مخلصاًَ من قَلبِه صلاةً واحدةً صلّى اللهُ عليه عشر صلواتٍ ورفع عشر درجاتٍ ومحا عنه عشر سيئاتٍ. (رواه النسائ)

“barangsiapa di antara umatku yang membacakan shalawat atasku satu kali dengan ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah menurunkan sepuluh rahmat kepadanya, mengangkat sepuluh derajat kepadanya, dan menghapus sepuluh kesalahan”. (HR. Nasai)

5). Menjadikan doa cepat terkabul

Bahwasanya Umar bin Khattab Ra berkata: “Saya mendengar bahwa doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad Saw”. (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)
Ada sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka’bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat kaki dan menurunkannya senantiasa membaca shalawat atas nabi.

Sufyan bertanya: “Sesungguhnya engkau telah telah tinggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya melakukan shalawat atas Nabi. Apakah ada bagimu landasan yang khusus? Orang itu menjawab: “Siapakah engkau? Semoga Allah mengampunimu.

Sufyan menjawab: “Saya adalah sufyan ats tsauri”. Orang itu berkata: “seandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan masalah ini dan menunjukkan rahasiaku ini”.

Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: “sewaktu saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika berada di dekat kepalanya ayahku meninggal dan mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan “innalillah wa inna ilahi rajiun” dan saya menutup mukanya dengan kain.

Kemudian saya tertidur dan bermimpi, dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang pakaiannya sambil bertanya: “wahai hamba Allah siapakah engkau? Bagaimana lantaran kamu Allah menjadikan muka ayahku itu langsung berubah menjadi putih di tempat yang istimewa ini?. Orang itu menjawab: “apakah kamu tidak mengenal aku?

Aku adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa al-Quran. Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia banyak membaca shalawat atasku. Ketika ia berada dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya, karena aku suka memberi pertolongan kepada orang yang banyak memperbanyak shalawat atasku”. Setelah itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka ayahku berubah menjadi putih. (Dari Kitab: Tanbihun Ghofilin, as-Samarqhondi, hal: 261)

Begitu dahsyatnya balasan shawalat terhadap Nabi Saw. sehingga bagi siapapun yang mengucapkannya akan melibatkan Allah, para malaikat dan Nabi Muhammad Saw langsung membalasnya, tidak cuma balasan pahala, imbalan atau keselamatan di akhirat, tetapi juga mendapat syafaat dari Nabi Muhammad Saw.
Orang yang mendengar shalawat atas nabi, tetapi tidak menjawabnya lalu ia meninggal dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari RahmatNya.

Sabda Nabi:

“Jibril datang kepadaku dan berkata: “wahai Muhammad, barangsiapa yang mendapatkan bulan ramadhan namun ia tidak diampuni dosanya, lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah akan menjauhkan dari RahmatNya. Aku menjawab: “amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang masih bertemu dengan kedua orangtuanya atau salah satu diantaranya kemudian tidak berbuat baik pada orang tuanya, lalu mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku menjawab: “Amin”. Jibril berkata lagi: “barangsiapa yang disebutkan namamu (muhammad) namun ia tidak membacakan shalawat lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkan dari rahmatNya. Aku mengucapkan “Amin”. (HR. Ibnu Hibban).

Ucapkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, disaat kita senggang, disaat akan menggubah posisi kegiatan kita, disaat kapanpun, dimanapun selagi kita mampu. Dan bila ada yang mengucapkan shalawat:

اللهم صلى على محمد وعلى آل محمد
Maka kita menjawab:
اللهم صلى وسلم وبارك على محمد

Jangan lupakan shalawat, karena bila kita lupa berarti kita telah melupakan seseorang yang telah menunjukkan kita kejalan yang lurus yaitu Nabi Muhammad Saw. bila kita telah melupakan shalawat berarti kita telah melupakan dan keliru dari jalan yang seharusnya kita tempuh menuju sorga.
“barangsiapa yang lupa membaca shawalat atasku, berarti ia telah keliru dari jalan ke sorga” (HR. Ibnu majah).

Sumber http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/
article/22-pengajian/1255-dahsyatnya-sholawat



Dikirim pada 15 April 2009 di Do’a & Sholawat


Pagi buta, ia sudah siap dengan keranjang besar di punggungnya, tongkat penjepit dan magnet bundar di ujungnya. Ia datangi satu demi satu tong sampah di setiap rumah. Ia korek-korek, kadang ia mendapati botol plastik, kadang ia dapati kaleng bekas minuman bersoda, kadang ia dapati kardus dan Koran. Ia mulai memisahkan berdasarkan jenisnya.
Menjelang siang hari keranjang besar itu sudah penuh dengan sampah beraneka jenis. Ia datangi pengepul, ditukarnya sekeranjang sampah itu dengan beberapa lembar uang ribuan setelah sebelumnya ditimbang berdasarkan jenisnya. Pemulung memang mendapatkan uang tidak sebesar yang kita dapatkan, tapi ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil?
Pertama, Bergegaslah dan jangan Malas!.

Kantuk adalah tanda kehidupan, tapi manakala kantuk itu menjadi alasan utama yang membuat kita berhenti beraktivitas wajib, maka itu adalah tanda "kematian". Kita harus mengalahkan kantuk dan kemalasan setiap hari. Bahkan Rasulullah mengajari kita untuk berlindung dari kelemahan dan kemalasan. Setiap hari pemulung harus berpacu dengan tukang sampah, ketika ia terlambat beberapa saat saja, ia akan kehilangan sampah yang seharusnya bisa pungut. Walau hanya dibalut dengan baju atau kaos lusuh plus celana seadanya, ia harus bergegas sembari bersusah payah membelalakkan kedua matanya untuk mengusir kantuk yang mendera. Ia akhirnya setiap hari berhasil mengalahkan kemalasan, sikap lemah dan berhasil menjemput rizkinya di balik tong-tong sampah. Bagaiman dengan kita?

Kedua, sambut pagi!.

Memulai aktifitas dari pagi hari. Rasulullah pernah besabda:

بورك أمتي في بكورهم, artinya: "Umat ku diberkahi pada pagi hari mereka". Seorang muslim setelah menjalankan shalat malam, dan kemudian istirahat sebentar lalu menjalankan shalat subuh di masjid, tibalah saatnya untuk mencari karunia Allah di muka bumi. Kita diwajibkan menyebar di segenap bumi untuk mencari maisyah, mencari sumber-sumber rezeki dari berbagai pintunya. Apapun profesi kita, apakah guru, pedagang, pebisnis, karyawan, pagi hari adalah waktu yang sangat baik untuk memulai aktivitas. Pagi adalah awal hari, saat fajar mulai menunjukkan kemerahannya, disusul mentari, kicauan burung dan kokokan ayam jantan. Udara pagi hari seberapapun kotornya nanti, adalah kondisi paling ideal untuk dihirup seluruh makhluq hidup termasuk kita. Saat itu pula badan kita telah kembali segar dan bergairah, setelah beberapa jam kita terlelap dan kita biarkan sel-sel tubuh kita meregenerasi dirinya. Saat itulah kuncup-kuncup bunga kembali bermekaran, setelah semalaman ia menguncupkan dirinya. Saat itulah bayi-bayi membuka matanya, tersenyum menebarkan kebahagiaan bagi setiap orang yang menatapnya. Saat itulah Malaikat mendoakan keberkahan bagi orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah. Itulah pagi hari. Maka sebaik-baik aktivitas yang baik idealnya kita mulai saat pagi.

Ketiga, bawalah bekal walau itu berat!.

Lihatlah pemulung, keranjangnya melebihi besar tubuhnya, dipikul di punggungnya, iapun membawa tongkat untuk memudahkan memungut sampah. Ia paham benar apa yang akan ia lakukan dengan bekalnya. Keranjangnya sebanding dengan uang yang ia harapkan setelah ia menjual sampah hasil pencariannya. Bahwa kita dengan berbagai profesi kita, membutuhkan bekal untuk mencapai impian dan hasil yang kita harapkan. Semakin kita siap dan sungguh-sungguh mempersiapkannya semakin siap kita menjemput impian dan sukses yang kita harapkan itu. Kadang bekal itu sangat berat, dan itulah mungkin resiko yang harus kita pikul agar hasil yang kita capai maksimal. Dan sebaik-baik bekal sesungguhnya adalah taqwa, apapun impian yang ingin anda capai. Karena taqwa dijadikan Allah sebagai wasilah agar kita ditolong, agar kita memperoleh jalan keluar dari setiap keruwetan yang kita hadapi, agar kita dimudahkan dan agar kita memperoleh rezeki dari pintu yang tidak kita sangka-sangka.

Keempat, kumpulkan sedikit demi sedikit!.

Keranjang tukang sampai begitu besar, sementara sampah-sampah yang ia pungut mungkin hanya satu buah disetiap tong sampah, malah mungkin ia tidak dapatkan satupun darinya. Tapi ia tidak pernah berhenti dan bosan untuk menghentikan kerjanya, memunguti satu demi satu, mengumpulkan sampah-sampah hingga keranjangnya penuh. Anda, saya mungkin memiliki impian dan target pencapaian yang sangat besar. Seakan-akan target itu sulit bahkan mustahil kita penuhi. Tapi yakinlah bahwa jika sedikit demi sedikit kita kumpulkan kemampuan dan hasil-hasil kecil itu hingga akhirnya target kita terpenuhi. Lihatlah bukankah buku-buku ditulis selembar demi selembar. Lihatlah bukankah banjir itu berasal dari kumpulan dari setitik air hujan?

Kelima, klasifikasikan yang Anda temukan!.

Apapun yang kita miliki, kita dapatkan dan kita hasilkan cobalah untuk dikumpulkan sesuai dengan jenisnya. Itu akan memudahkan kita untuk memikirkannya dan managenya. Klasifikasi itu akan memberi kita nilai yang lebih daripada kita satukan. Bukankan ketika seorang pemulung menjual sampahnya berdasarkan jenisnya ia akan memperoleh uang lebih daripada ia memborongkannya?

Keenam, tukarlah apa yang telah anda hasilkan!.

Berapapun hasilnya yang telah anda peroleh, ia tidak akan bernilai apapun jika tidak Anda tukar dengan sesuatu yang anda inginkan. Bukankah Allah telah mewajibkan hambanya untuk beribadah kepadaNya, tapi Dia juga memberikan bagi hambanya surga dengan rahmatNya? Surga adalah nilai tukar yang akan kita dapatkan setelah kewajiban kita jalankan, walaupun ibadah itu sebenarnya sangat tidak sebanding dengan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Itulah pelajaran yang dapat kita ambil dari seorang pemulung.

dari: milist assunnah yahoogroup

Dikirim pada 15 April 2009 di Renungan


Pemilu legislatif tinggal 4 hari lagi, masa kampanye yang kebanyakan menampilkan hiburan dangdut dan pawai di jalan jalan telah berakhir kemaren mulai hari ini kita memasuki minggu tenang untuk menuju hari penyontrengan di TPS,.. tapi kebanyakan masyarakat masih bingung siapa yang akan di contreng maklum kertas suaranya saja selebar koran sebanyak 4 lembar dengan warna berbeda
Bagaimana pendapat Syaikh Abdul Malik Ramadhani tentang Pemilu...? berikut ini Fatwa yang disampaikan beliau ditulis oleh : Abdullah bin Taslim al-Buthani, Lc disebuah millist

Fatwa Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani Tentang Pemilu


Tanya (Abdullah bin Taslim): Sehubungan dengan Pemilu untuk memilih presiden yang sebentar lagi akan diadakan di Indonesia, dimana Majelis Ulama Indonesia mewajibkan masyarakat Indonesia untuk memilih dan mengharamkan golput, bagaimana sikap kaum muslimin dalam menghadapi masalah ini?

Syaikh Abdul Malik: Segala puji bagi Allah, serta salawat, salam dan keberkahan semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada keluarga dan para sahabatnya, serta orang-orang yang setia mengikuti jalannya, amma ba’du:

Saat ini mayoritas negara-negara Islam menghadapi cobaan (berat) dalam memilih pemimpin (kepala negara) mereka melalui cara pemilihan umum, yang ini merupakan (penerapan) sistem demokrasi yang sudah dikenal. Padahal terdapat perbedaan yang sangat jauh antara sistem demokrasi dan (syariat) Islam (dalam memilih pemimpin), yang ini dijelaskan oleh banyak ulama (ahlus sunnah wal jama’ah). Untuk penjelasan masalah ini, saudara-saudaraku (sesama ahlus sunnah) bisa merujuk kepada sebuah kitab ringkas yang ditulis oleh seorang ulama besar dan mulia, yaitu kitab “al-’Adlu fil Islaam wa laisa fi dimokratiyyah al maz’uumah” (Keadilan yang hakiki ada pada syariat Islam dan bukan pada sistem demokrasi yang dielu-elukan) , tulisan guru kami syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-’Abbaad al-Badr –semoga Allah menjaga beliau dan memanjangkan umur beliau dalam ketaatan kepada-Nya –.

‘Ala kulli hal, pemilihan umum dalam sistem demokrasi telah diketahui, yaitu dilakukan dengan cara seorang muslim atau kafir memilih seseorang atau beberapa orang tertentu (sebagai calon presiden). Semua perempuan dan laki-laki juga ikut memilih, tanpa mempertimbangkan/ membedakan orang yang banyak berbuat maksiat atau orang shaleh yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semua ini (jelas) merupakan pelanggaran terhadap (syariat) Islam. Sesungguhnya para sahabat yang membai’at (memilih) Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu (sebagai khalifah/pemimpin kaum muslimin sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) di saqiifah (ruangan besar beratap tempat pertemuan) milik (suku) Bani Saa’idah, tidak ada seorang perempuan pun yang ikut serta dalam pemilihan tersebut. Karena urusan siyasah (politik) tidak sesuai dengan tabiat (fitrah) kaum perempuan, sehingga mereka tidak boleh ikut berkecimpung di dalamnya. Dan ini termasuk pelanggaran (syariat Islam), padahal Allah Ta’ala berfirman:

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى

“Dan laki-laki tidaklah seperti perempuan.” (Qs. Ali ‘Imraan: 36)

Maka bagaimana kalian (wahai para penganut sistem demorasi) menyamakan antara laki-laki dan perempuan, padahal Allah yang menciptakan dua jenis manusia ini membedakan antara keduanya?! Allah Ta’ala berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ

“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka.” (Qs. al-Qashash: 68)

Di sisi lain Allah Ta’ala berfirman:

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

“Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir). Mengapa kamu (berbuat demikian); bagaimanakah kamu mengambil keputusan?” (Qs. al-Qalam: 35 - 36)

Sementara kalian (wahai para penganut sistem demokrasi) menyamakan antara orang muslim dan orang kafir?! Maka ini tidak mungkin untuk…(kalimat yang kurang jelas). Masalah ini (butuh) penjelasan yang panjang lebar.

Akan tetapi (bersamaan dengan itu), sebagian dari para ulama zaman sekarang berpendapat bolehnya ikut serta dalam pemilihan umum dalam rangka untuk memperkecil kerusakan (dalam keadaan terpaksa). Meskipun mereka mengatakan bahwa (hukum) asal (ikut dalam pemilihan umum) adalah tidak boleh (haram). Mereka mengatakan: Kalau seandainya semua orang diharuskan ikut serta dalam pemilu, maka apakah anda ikut memilih atau tidak? Mereka berkata: anda ikut memilih dan pilihlah orang yang paling sedikit keburukannya di antara mereka (para kandidat yang ada). Karena umumnya mereka yang akan dipilih adalah orang-orang yang memasukkkan (mencalonkan) diri mereka dalam pemilihan tersebut. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah radhiallahu ‘anhu:

“Janganlah engkau (berambisi) mencari kepemimpinan, karena sesungguhnya hal itu adalah kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat nanti.” (Gabungan dua hadits shahih riwayat imam al-Bukhari (no. 6248) dan Muslim (no. 1652), dan riwayat Muslim (no. 1825))

Maka orang yang terpilih dalam pemilu adalah orang yang (berambisi) mencari kepemimpinan, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang (berambisi) mencari kepemimpinan maka dia akan diserahkan kepada dirinya sendiri (tidak ditolong oleh Allah dalam menjalankan kepemimpinannya) .” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan lain-lain, dinyatakan lemah oleh syaikh al-Albani dalam “adh-Dha’iifah” (no. 1154). Lafazh hadits yang shahih Riwayat al-Bukhari dan Muslim: “Jika engkau menjadi pemimpin karena (berambisi) mencarinya maka engkau akan diserahkan kepadanya (tidak akan ditolong oleh Allah).”

Allah akan meninggalkannya (tidak menolongnya) , dan barangsiapa yang diserahkan kepada dirinya sendiri maka berarti dia telah diserahkan kepada kelemahan, ketidakmampuan dan kesia-siaan, sebagaimana yang dinyatakan oleh salah seorang ulama salaf – semoga Allah meridhai mereka–..

‘Ala kulli hal, mereka berpendapat seperti ini dalam rangka menghindari atau memperkecil kerusakan (yang lebih besar). Ini kalau keadaannya memaksa kita terjeremus ke dalam dua keburukan (jika kita tidak memilih). Adapun jika ada dua orang calon (pemimpin yang baik), maka kita memilih yang paling berhak di antara keduanya.

Akan tetapi jika seseorang tidak mengatahui siapa yang lebih baik (agamanya) di antara para kandidat yang ada, maka bagaimana mungkin kita mewajibkan dia untuk memilih, padahal dia sendiri mengatakan: aku tidak mengetahui siapa yang paling baik (agamanya) di antara mereka. Karena Allah Ta’ala berfirman:

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabn ya.” (Qs. al-Israa’: 36)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menipu/mengkhianati kami maka dia bukan termasuk golongan kami.” (HSR Muslim (no. 101)). Jika anda memilih orang yang anda tidak ketahui keadaannya maka ini adalah penipuan/pengkhiana tan.

Demikian pula, jika ada seorang yang tidak merasa puas dengan kondisi pemilu (tidak memandang bolehnya ikut serta dalam pemilu) secara mutlak, baik dalam keadaan terpaksa maupun tidak, maka bagaimana mungkin kita mewajibkan dia melakukan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam?!

Maka ‘ala kulli hal, kita meyakini bahwa Allah Ta’ala Dialah yang memilih untuk umat ini pemimpin-pemimpin mereka. Kalau umat ini baik maka Allah akan memilih untuk mereka pemimpin-pemimpin yang baik pula, (sabaliknya) kalau mereka buruk maka Allah akan memilih untuk mereka pemimpin-pemimpin yang buruk pula. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضاً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.” (Qs. al-An’aam: 129)

Maka orang yang zhalim akan menjadi pemimpin bagi masyarakat yang zhalim, demikianlah keadaannya.

Kalau demikian, upayakanlah untuk menghilangkan kezhaliman dari umat ini, dengan mendidik mereka mengamalkan ajaran Islam (yang benar), agar Allah memberikan untuk kalian pemimpin yang kalian idam-idamkan, yaitu seorang pemimpin yang shaleh. Karena Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Dalam ayat ini) Allah tidak mengatakan “…sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada pemimpin-pemimpin mereka”, akan tetapi (yang Allah katakan): “…sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Aku telah menulis sebuah kitab tentang masalah ini, yang sebenarnya kitab ini khusus untuk para juru dakwah, yang mengajak (manusia) ke jalan Allah Ta’ala, yang aku beri judul “Kamaa takuunuu yuwallaa ‘alaikum” (sebagaimana keadaanmu maka begitupulalah keadaan orang yang menjadi pemimpinmu). Aku jelaskan dalam kitab ini bahwa watak para penguasa selalu berasal dari watak masyarakatnya, maka jika masyarakatnya (berwatak) baik penguasanya pun akan (berwatak) baik, dan sebaliknya.

Maka orang-orang yang menyangka bahwa (yang terpenting dalam) masalah ini adalah bersegera untuk merebut kekuasaan, sungguh mereka telah melakukan kesalahan yang fatal dalam hal ini, dan mereka tidak mungkin mencapai hasil apapun (dengan cara-cara seperti ini). Allah Ta’ala ketika melihat kerusakan pada Bani Israil disebabkan (perbuatan) Fir’aun, maka Allah membinasakan Fir’aun dan memberikan kepada Bani Israil apa yang mereka inginkan, dengan Allah menjadikan Nabi Musa ‘alaihissalam sebagai pemimpin mereka. (Akan tetapi) bersamaan dengan itu, kondisi (akhlak dan perbuatan) mereka tidak menjadi baik, sebagaimana yang Allah kisahkan dalam al-Qur’an. Mereka tidak menjadi baik meskipun pemimpin mereka adalah kaliimullah (orang yang langsung berbicara dengan Allah Ta’ala), yaitu Nabi Musa ‘alaihissalam, sebagaimana yang sudah kita ketahui. Bahkan sewaktu Allah berfirman (menghukum) sebagian dari Bani Israil:

كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

“Jadilah kamu kera yang hina.” (Qs. al-Baqarah: 65)

Kejadian ini bukanlah di zaman kekuasaan Fir’aun. Akan tetapi hukuman Allah ini (menimpa) sebagian mereka (karena mereka melanggar perintah Allah) ketika mereka di bawah kepemimpinan Nabi Musa ‘alaihissalam dan para Nabi Bani Israil ‘alaihimussalam sepeninggal Nabi Musa ‘alaihissalam, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya Bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi ‘alaihimussalam, setiap seorang Nabi wafat maka akan digantikan oleh Nabi berikutnya.” (HSR al-Bukhari dan Muslim)

Dan hanya Allah-lah yang mampu memberikan taufik (kepada manusia).

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Madinah Nabawiyyah, 15 Rabi’ul awal 1430 H / 11 Maret 2009 M

Dikirim pada 06 April 2009 di Uncategories


Perbanyaklah Sholawat di hari Jum�at
disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal



Alhamdulillahi robbil �alamin. Allahumma sholli �ala nabiyyina Muhammad, wa �ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Amalan yang satu ini juga mungkin banyak dilalaikan oleh kamu muslimin atau mungkin belum diketahui. Amalan tersebut adalah shalawat kepada Nabi kita shallallahu �alaihi wa sallam. Janganlah kita sampai melalaikan amalan ini.

Keutamaan Bershalawat Kepada Nabi shallallahu �alaihi wa sallam

Dari �Abdullah bin �Amr, Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَوْ سَأَلَ لِي الوَسِيْلَةَ حَقَّتْ عَلَيْهِ شَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ
"Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa�atku pada hari kiamat nanti." (Hadits ini terdapat dalam Fadhlu Ash Sholah �alan Nabiy no. 50, Isma�il bin Ishaq Al Jahdiy. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
"Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim no. 408)

Keutamaan Bershalawat di Hari Jum�at

Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum�at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum�at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti." (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)

Amalkanlah Shalawat Berikut

Di antara shalawat yang dianjurkan yang dapat kita amalkan adalah:
[1] Dari Zaid bin Abdullah berkata bahwa sesungguhnya mereka dianjurkan mengucapkan,



اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ
"Allahumma sholli �ala Muhammad an nabiyyil ummiyyi..... Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad Nabi yang Ummi]" (Fadhlu Ash Sholah �alan Nabi shallallahu �alaihi wa sallam no. 60. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa hadits ini shohih)



[2] Dari Ka�ab bin �Ujroh, beliau mengatakan,

"Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahu bagaimana kami mengucapkan salam padamu. Lalu bagaimana kami bershalawat padamu?" Nabi shallallahu �alaihi wa sallam bersabda, "Ucapkanlah :
اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
"Allahum

sholawat lengkap : http://www.geocities.com/jilani_badawi/



Dikirim pada 03 April 2009 di Tokoh

Kita mengintip "air seni" yuk....

Ini dia yang sering luput dari perhatian kita semua. Bahkan dengan senang hati kita melepaskannya. Karena dia adalah barang buangan. Yang harus dibuang. Terbayang orang-orang yang menghabiskan banyak hartanya untuk bisa membuang barang yang satu ini. Tapi walaupun barang buangan, dari sanalah para dokter (salah satunya) dapat mengidentifikasi (mendiagnosa) penyakit.

Urin/air seni/air kencing namanya. Merupakan cairan sisa saringan ginjal yang tidak lagi berguna atau belebihan. Kemudian dikeluarkan oleh tubuh melalui proses urinasi. Nama kerennya pipis/kencing/buang air kecil. Aneh memang jika kita ingin memperhatikan air seni kita sendiri, bahkan mungkin tabu. Tapi, jangan buang keinginan itu. Sedikitnya ada 19 jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan dari urin. Mari yuk kita perhatikan urin kita. Normal atau....

Yang paling mudah adalah memperhatikan warna. Biasanya urin berwarna kuning muda sampai kuning. Bila warna merah kemungkinan karena pendarahan pada saluran kemih atau kontaminasi menstruasi. Warna coklat atau seperti teh tua bisa disebabkan ganguan hati. Warna abnormal lainnya jingga, biru atau hijau

Kejernihan. Normalnya jernih karena hanya mengandung sedikit komponen urin. Bila agak keruh (bahkan keruh), berarti komponen yang ada lebih dari normal. Bisa mengandung satu jenis komponen atau lebih. Untuk mengetahuinya menggunakan bantuan mikroskop. Nanti kelihatan komponennya, antara lain sel epitel, Sel darah merah, sel darah putih, kristal-kristal, jamur, bakteri dll

Bau urin normal adalah khas (bau pesing). Bau busuk atau tengik bisanya disebabkan infeksi saluran kemih. Bau lainnya bau manis dan bau seperti buah.

Busa urin bisanya tidak berwarna. Tetapi bila berwana kuning kemungkinan karena gangguan hati yang berat.

Pemeriksaan diatas umumnya bisa dilakuan dirumah. Artinya anda bisa menampung urin diwadah teransparan trus diperhaatikan urin anda. Untuk busa, tinggal dikocok saja. Beres.

Beberapa pemeriksaan lainnya biasa dilakukan dilaboratorium.
pH. Derajat keasaman urin 4.5-8.0. Kurang dari 4,5 biasanya karena diare berat atau suka makanan yang tinggi protein hewaninya. Bila lebih 8.0 penyebabnya infeksi saluran kemih.

Berat jenis. Normalnya 1,005-1,030 gr/ml (kalau air murni 1,000). Kurang 1,005, Kebanyakan minum, kelebihan cairan atau yang parah penyakit ginjal. Lebih dari 1,030, kurang minum, muntah, diare, diabetes mellitus atau kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).

Protien tidak terdapat di urin normal. Bila ada kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan dia muncul adalah stres berat, infeksi akut, penyakit ginjal dan jantung.

Glukosa juga tidak terdapat dalam urin normal. Tetapi bila terdeteksi kesimpulan yang paling mudah dan mendekati dalah Diabetes mellitus alias kencing manis. Itu sebabnya
dinamakan kencing manis.

Nah bagi anda yang jarang memperhatikan (atau terfikir saja tidak) urin anda. Mulai lah sedikit diperhatikan, siapa tahu bisa mengetahui adanya gangguan dalam tubuh anda. Jadi biaya kedokter bisa dikurangi kan?

(fwd dari email)

Dikirim pada 02 April 2009 di Kesehatan

Banyak wanita yang bilang bahwa susah menjadi wanita, lihat saja aturan-aturan dibawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
8. Wanita kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas.
9. dan lain-lain.

Tetapi… PERNAHKAH KITA LIHAT KENYATAANNYA ?

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti itulah intan permata bandingannya dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya ?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suami? Sementara suami apabila menerima warisan ia wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya ?

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk, malaikat dan seluruh mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
Diakherat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Istrinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya. Artinya , bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

5. Seorang Wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja yang disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu : Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga Kehormatannya.

6. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi wanita jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH… ! demikian sayangnya ALLAH SWT kepada wanita…..

Yakinlah bahwa sebagai Zat yang Maha Pencipta sudah pasti ALLAH Maha Tahu akan segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang terbaik bagi manusia.

Dikirim pada 30 Maret 2009 di Uncategories
27 Mar

Wahai Dunia

Wahai Dunia, Wahai dambaan disetiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja, mereka menikmati keberhasilan dengankegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetesair liurnya melihat kenikmatan para raja dunia. Telah datang pula golongan hambayang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencari ridho Allah.

Wahai Dunia, tidaklah para raja, atau fakir miskin, atau bahkan orang-orang shalih itumeninggalkanmu kecuali kau bekali 1 X 2 meter saja dari milikmu untuk lubangkuburnya, hanya itulah yang kau berikan pada mereka, itulah kebaikanmu pada para pecintamu atau mereka yang meninggalkanmu, sama saja, padahal para pecintamu melupakan segala-galanya hanya untuk mendapatkanmu, namun tak satupun darimereka meninggalkanmu, selain hanya mendapatkan kuburnya saja, maka parapecintamu meninggalkan harta untuk menjadi bahan perebutan dan percekcokanantara ahli warisnya kelak, dan ia meninggalkanmu dibebani dosa, dan para hambaShalih mendapat tumpukan pahala.Firman Allah: "Dan Kehidupan Dunia hanyalah panggung sandiwara dan fatamorgana belaka"

Oh Saudara.., sadarlah.. aku dan engkau hanyalah satu sel dari 1 Milyar sel yangterkumpul dalam beberapa tetes cairan kental yang mengalir dari dahsyatnya birahi manusia sebelumku dan sebelummu. 1 Milyar sel itu bertebaran di vagina, berjuang mencapai kehidupan alam rahim, maka 1 Milyar sel itu gagal kesemuanya, mereka semua mati dan terbuang, hanya satu sel yang berhasil selamat ke alam rahim, ITULAH AKU DAN ENGKAU, satu-satunya yang berhasil selamat dari 1 Milyar saudaraku dan saudaramu yang musnah..

Aku dan engkaupun hidup bertebaran memenuhi bumi, lalu mati dan dibenamkandikubur, kubur kita yang harus dalam, agar bau busuk yang dahsyat kelak, tak terbauidan mengganggu manusia lain yang masih belum jadi bangkai seperti kita, aku dan engkau akan sendiri, tak ada teman terdekat sekalipun yang mau menemani di kubur kita, tak satupun dari mereka mau perduli terhadap hewan tanah yang menggerogoti kita, lalu hewan tanah akan menggerogoti tubuh ini sedikit demi sedikit, berkeliaran di paru-paru kita, dan mungkin menjadikan otak kepala ini sebagai tempat bertelur. Lalu kita akan habis menjadi tulang, lalu habis lebur menjadi tanah.., musnah.., tak lagi
terlihat bentuk ini, tak lagi ada suara ini, wujud ini, semua habislah sudah begitu saja.Wahai aku dan kalian, ingatlah bahwa maut membayangiku dan kalian lebih dekat dari bayangan kita sendiri, dan ingatlah bahwa satu nafas kita adalah selangkah menuju ajal. (dari malis Rosululloh,org)

Dikirim pada 27 Maret 2009 di Uncategories

Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.

Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.

Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.

Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.

Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.

Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.

Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.

Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.

Tapi, penaklukan besar-besaran --di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab-- itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.

Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.

Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.

Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.

Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.

Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.

Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan

Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.

Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

sumber: media isnet : Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978, Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982


Dikirim pada 25 Maret 2009 di Tokoh


01. Nabi Muhammad

51. Umar Ibn Al-Khattab

02. Isaac Newton

52. Asoka

03 Nabi Isa

53. St. Augustine

04. Buddha

54. Max Planck

05. Kong Hu Cu

55. John Calvin

06. St. Paul

56. William T.G.Morton

07. Tsai Lun

57. William Harvey

08. Johann Gutenberg

58. Antoine Henri Becquerel

09. Christopher Columbus

59. Gregor Mendel

10. Albert Einstein

60. Joseph Lister

11. Karl Marx

61. Nikolaus August Otto

12. Louis Pasteur

62. Louis Daguerre

13. Galileo Galilei

63. Joseph Stalin

14. Aristoteles

64. Rene Descartes

15. Lenin

65. Julius Caesar

16. Nabi Musa

66. Francisco Pizarro

17. Charles Darwin

67. Hernando Cortes

18. Shih Huang Ti

68. Ratu Isabella I

19. Augustus Caesar

69. William Sang Penakluk

20. Mao Tse-Tung

70. Thomas Jefferson

21 Jengis Khan

71. Jean-Jacques Rousseau

22. Euclid

72. Edward Jenner

23. Martin Luther

73. Wilhelm Conrad Rontgen

24. Nicolaus Copernicus

74. Johann Sebastian Bach

25. James Watt

75. Lao Tse

26. Constantine Yang Agung

76. Enrico Fermi

27. George Washington

77. Thomas Malthus

28. Michael Faraday

78. Francis Bacon

29. James Clerk Maxwell

79. Voltaire

30. Orville Wright & Wilbur Wright

80. John F. Kennedy

31. Antone Laurent Lavoisier

81. Gregory Pincus

32. Sigmund Freud

82. Sui Wen Ti

33. Alexander Yang Agung

83. Mani

34. Napoleon Bonaparte

84. Vasco Da Gama

35. Adolf Hitler

85. Charlemagne

36. William Shakespeare

86. Cyrus Yang Agung

37. Adam Smith

87. Leonhard Euler

38. Thomas Edison

88. Niccolo Machiavelli

39. Antony Van Leeuwenhoek

89. Zoroaster

40. Plato

90. Menes

41. Guglielmo Marconi

91. Peter Yang Agung

42. Ludwig Van Beethoven

92. Meng-Tse (Mencius)

43. Werner Heisenberg

93. John Dalton

44. Alexander Graham Bell

94. Homer

45. Alexander Fleming

95. Ratu Elizabeth I

46. Simon Bolivar

96. Justinian I

47. Oliver Cromwell

97. Johannes Kepler

48. John Locke

98. Pablo Picasso

49. Michelangelo

99. Mahavira

50. Pope Urban II

100. Neils Bohr

Tokoh-Tokoh Terhormat Yang Tertinggal
St. Thomas Aquinas

Archimedes

Charles Babbage

Khufu (Cheops)

Marie Curie

Benjamin Franklin

Mohandas Gandhi

Abraham Lincoln

Ferdinand Magellan

Leonardo Da Vinci



dari: Pustaka Online Media ISNET

Dikirim pada 25 Maret 2009 di Tokoh

Kita Hanyalah Musafir di BumiNya ?

Dunia ini pinjaman yang harus kau kembalikan
Pesonanya sesaat, fana, dan hanya fatamorgana
Yang berakal takkan terkecoh kilau kemilaunya
Karena ia tahu ada kehidupan abadi disana
Orang beriman tak betah di negeri persinggahan
Karena negeri persinggahan bukanlah tujuan
Dunia tak terpikir, akhiratlah yang jadi pikiran


Wahai yang terlena dalam kenikmatan semu
Melihat kehancuran, kehinaan mengintaimu
Ingatlah kau dengan hari pembalasan
Tak ada yang bisa disembunyikan
Semua perbuatan akan peroleh ganjaran
Sadarlah! Mumpung masih ada kesempatan
Mumpung liang lahat yang sempit belum datang
Terangi makammu dengan kebaikan


Bersyukurlah pada ALLAH atas kebesaranNya
Ia begitu dekat, lebih dekat dari urat leher kita
Ia pemberi rejeki seluruh penghuni semesta
Ia hamparkan bumi, langit, udara, laut, dan hujan juga
Demi kebaikan kita, janganlah kau bangkangi Ia
Sungguh, semua orang akan tanggung amalannya..?


(dikutip dari puisi Ibnu Hazm El Andalusy, ?Di Bawah Naungan Cinta?)

Harus disadari, kenikmatan di dunia hanya bersifat sementara. Bagi yang memperoleh hidayah dariNya, akan menempuh jalan yang diridhaiNya. Mereka menyadari bahwa kenikmatan dunia adalah sarana untuk mencapai tujuan utama kehidupan, yaitu akhirat. urip ning dunyo ibarate mampir ngombe
Sementara bagi yang lalai, kenikmatan dunia menjadi tujuan hidup. Dan mereka lalai terhadap kewajiban mereka. Dan Rasulullah saw telah bersabda bahwa kehidupan seseorang di dunia tidak lain seperti musafir yang beristirahat sejenak di bawah pohon sebelum meneruskan perjalanan ke tujuan berikutnya.
Segala kenikmatan yang diberikan oleh ALLAH tidak boleh memperdayakan kita. Karena kematian bisa sewaktu-waktu datang tanpa permisi. Kematian bisa datang lebih cepat, namun kematian juga bisa datang tertatih-tatih dan merangkak perlahan.
Ketika maut menggapai, tak ada tempat lagi untuk bersembunyi, tak ada tali untuk bergantung, tak ada tembok yang tinggi untuk berlindung. Kematian datang dengan caranya sendiri. Tidak pernah malas atau lupa untuk menjemput kita, dimanapun kita. Manusia hanya bisa menunggu saatnya tiba. Tidak detik ini, mungkin menit berikutnya.

?Sesungguhnya kalian berada dalam perjalanan malam dan siang, dalam umur yang terus berkurang, dengan amal yang tersimpan, dan dalam kematian yang akan tiba-tiba datang? (Ibnu Mas?ud ra) Lalu apa yang sudah kita persiapkan untuk kematian yang akan menyapa kita itu? Siapkah kita melihat buku amalan diri kita selama hidup di dunia? Apakah kita sudah merasa cukup menulis banyak amalan kebaikan dalam buku catatan amal kita? Apakah kita sudah merasa siap berjumpa dengan ALLAH membawa senyum kedamaian dan penuh kerinduan akan perjumpaan denganNya? Apakah sudah cukup langkah kita berhenti karena merasa banyak membawa bekal untuk perjalanan ke surga nanti?
Mempersiapkan kematian sama saja seperti menyiapkan bekal untuk perjalanan panjang kita. Karena hidup adalah pilihan, maka tinggal kita pilih saja, hendak mempersiapkan segala sesuatunya dengan persiapan yang matang atau hendak mempersiapkannya dengan santai-santai saja. ALLAH swt telah memberikan perbandingan yang jelas antara kehidupan dunia dan akhirat, dalam firmanNya : ?dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.? (QS. AL-Ankabut : 64)

Maka, untuk menghadapi kehidupan dunia yang merupakan senda gurau dan main-main ini, diperlukan tuntunan agama yang merupakan petunjuk dariNya, yaitu berupa Al-Qur?an dan hadist Rasulullah saw yang harus dijalankan dengan penuh ketaatan dan kesungguhan.

Karenanya setiap detik dan menit yang berganti dalam hidup ini sangat berarti sekali bagi orang yang mempersiapkan diri menghadapi kematian. Betapa dirinya takut dan sangat berharap akan cukup atau tidaknya bekal yang dibawanya. Dengan mengingat kematian, maka ia terus menerus berusaha menambah perbekalan agar benar-benar siap menghadapi maut.
Tak ada waktu yang terbuang kecuali untuk mengingat kematian. Betapa dirinya sungguh-sungguh jauh dari keterlenaan dunia. Ia selalu berusaha untuk mengingat-ingat sepak terjangnya dan kemudian berusaha menimbang sendiri apakah hari ini sudah dilewati dengan menyisakan amal kebaikan atau malah sebaliknya. Apalagi selalu ada yang mengawasi kita dan tidak pernah tidur walau sekejappun. Ada para malaikat yang setia mengikuti langkah kaki kita dan terus menulis amalan baik dan amalan buruk yang kita kerjakan. ?Tiada satu ucapan pun yang diucapkan kecuali ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.? (QS. Qaaf : 18)
Umar bin Khaththab berkata, ?Timbanglah dirimu sebelum ditimbang, hitung-hitunglah amal perbuatanmu sebelum dihitung, dan bersiap-siaplah untuk menghadapi persidangan yang paling besar, yaitu pada hari kiamat. Pada hari itu tidak akan ada yang tersembunyi darimu walaupun sesuatu yang sangat samar.?


ALLAH akan memanggil kita tanpa harus bertanya apakah kita sudah siap atau tidak. ALLAH tidak akan memundurkan waktu kematian kita bilapun kita tidak siap. Karena ALLAH telah memberi kita waktu yang lebih dari cukup untuk berbuat baik dan menyiapkan diri untuk di kampung akhirat.


Maka janganlah menunda kebaikan sekecil apapun. Dunia hanya persinggahan yang hanya kita lewati sekejap mata. Dunia hanya sarana dan jembatan bagi kita untuk menyebrangi tempat menuju kehidupan abadi.
Ali bin Abi Thalib menulis dalam surat wasiat kepada putranya Al Hassan, ?Dan ketahuilah, engkau diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia fana ini. Untuk sirna, bukan untuk abadi. Untuk mati, bukan untuk hidup selamanya. Bahwa posisimu adalah posisi berangkat untuk mengumpulkan bekal. Dan bahwa engkau tengah berjalan menuju akhirat. Bahwa engkau tengah dikejar oleh kematian. Tidak ada makhluk yang dapat lari darinya. Karena itu, hati-hatilah selalu dengan kematian. Jangan sempat engkau dijemput kematian ketika engkau tengah dalam kondisi buruk.? Segala puji bagi ALLAH dengan sifat-sifat kesempurnaanNya, yang menetapkan kematian atas segala makhlukNya. DIA yang mengadili di akhirat di tengah semua ciptaanNya. Yang mencabut nyawa seseorang setelah mengisi kehidupan dunia. Semoga kita termasuk orang-orang yang menganggap dunia adalah lautan dan menjadikan amal sebagai perahu yang ditumpangi di lautan itu untuk menuju ke tempat persinggahan abadi nanti.


?...Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan pada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan pada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya. Berilah maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami dalam menghadapi orang-orang kafir.?
Semoga ALLAH senantiasa mengampuni dosa-dosa kita dan berkenan membuka pintu maaf yang selebar-lebar. Semoga kita bisa meraih pintu hidayahNya dan terus berusaha menjalankan ibadah dengan bersungguh-sungguh. Tetapkan hati untuk meraih damai bersamaNya..insyaALLAH..


Semoga pula dalam hiruk pikuk nya kehidupan dunia ini, kita masih sangat bisa menyempatkan waktu untuk memikirkan urusan surga dan neraka. Perjalanan hidup kita memang tak pernah terduga akan berakhir seperti apa. Semua begitu mengejutkan seperti kehidupan itu sendiri. Maka berusaha untuk terus istiqomah dan meningkatkan ketaqwaan adalah salah satu usaha kita meraih ridho dan pintu maghfirohNya..

Amiin..Ya Rabbal ?Alamin...

Dan dalam umur yang sedemikian sempit ini, semoga kita semua bisa terus saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketaqwaan. Karena saat ini pun, kita sedang dikejar kematian. Kita tak bisa lari, apalagi sembunyi

Dikirim pada 23 Maret 2009 di Renungan

Ingatkah syair lagu yang dinyanyikan oleh Ebit G Ade belasan tahun yang lalu…? “Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”, inilah sebaris syair yang Ebit lantunkan lewat lagu. Adakah ia sudah tak punya lagi asa dan rasa hingga ia seperti frustasi dan bertanya pada rumput yang bergoyang..?

Entahlah…tapi saya merasa kegalauan Ebit perlu saya renungkan, kepada siapa saya pun harus bertanya “Mengapa di tanahku terjadi bencana..?” Ketika melihat air, api yang menghancurkan rumah kita, ketika melihat tanah, angin yang sudah tidak bersahabat lagi dengan kita, kepada siapa saya harus bertanya…dan saya pun hanya bisa menduga “Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita”.

Sahabatku dan saudaraku, alam memang terus berubah, pertumbuhan manusia semakin mempersempit ruang alam jagat raya ini, setiap orang berlomba-lomba mendapatkan ruang di alam jagat raya ini, baik ruang kehormatan, kepangkatan, kekayaan maupun ruang derajat kemulyaan hidup, semuanya ingin dicapai dan dimiliki hingga kita hampir lupa bahwa kita akan mencapai takdir kita…mati! demikian pula dengan jagat raya ini suatu saat ia pun akan menepati janjiNya yaitu kiamat.

Allah SWT menurunkan bencana ke bumi akibat dari dorongan dosa yang dilakukan oleh ahli bumi, semua amal bani adam terangkat ke atas, jika amalan baik maka rohmat yang akan diturunkan dan jika kemaksiatan maka adzab Allah menimpa kita. Allah menciptakan bencana terhadap alam ini semata-mata untuk kita renungkan. Sebandingkah bencana yang terjadi dengan ambisi kita untuk mendapatkan kenikmatan…? Sebandingkah rasa syukur kita kepada Allah SWT dengan kenikmatan dunia yang telah kita rasakan…? sebandingkah waktu kita untuk meraih kesuksesan dengan waktu untuk bersujud kehadapanNya…?

Tengoklah diri kita seberapa besar kejujuran yang tersedia di hati kita, ketika kita punya ambisi untuk mendapatkan kenikmatan pernahkan kita mempertimbangkan sebab akibatnya, ketika kita merasa puas atas nikmat yang kita rasakan pernahkan kita bersyukur kepada sang pemberi kenikmatan yaitu Allah SWT, ketika kita menghabiskan waktu untuk meraih kesuksesan pernahkah menghargai waktu-waktu untuk beribadah kepadaNya…?

Mari kita bandingkan ketika kita memiliki ambisi atas suatu jabatan dan kehormatan, bagaimana kita meluangkan waktu, tenaga, pikiran, biaya agar kita memiliki disiplin ilmu (“mungkin”) untuk mencapai kesuksesan hidup yang kita inginkan. Tiada terik…tiada hujan, tiada siang …tiada malam, tiada dekat…tiada jauh, duduk dengan tekun menyimak ilmu-ilmu yang masih “mungkin ya” dan “mungkin tidak” bisa menghantarkan ke ambisi kita.
Dan ketika sadar hati kita kosong oleh ilmu agama, adakah kita bisa melawan nafsu kita untuk duduk di majlis-majlis talim mendengarkan ilmu-ilmu Allah yang sudah pasti (janji Allah) akan menghantarkan kita kedalam kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketika telinga kita mendengar sang bilal mengumandangkan adzan apa yang terasa dihati kita…? Adakah kita bersyukur bahwa kita masih diberi waktu untuk beribadah kepadaNya…? Adakah kita bergegas menuju mesjid…? ketika berdiri menghadap kiblat, ketika ruku menghormat sang pencipta, ketika bersujud merendahkan diri kehadapan Allah, ketika duduk memanjatkan doa, bersahadat dan bersalawat, tenangkah hati kita…? Betahkah hati kita berlama-lama menikmati khusyuknya solat…? Atau ingin secepatnya menyelesaikan solat untuk segera kembali mengumbar hawa nafsu kita. Coba kita bandingkan ketenangan hati kita ketika menyaksikan pertandingan sepak bola di layar TV, ketika bermain catur, ketika bermain kartu, ketika berolahraga, ketika hati kita berada dalam kemaksiatan. Jangan bertanya kepada rumput yang bergoyang, tapi tanyakanlah ke hati kita.

Kematian adalah awal penyesalan bagi orang-orang yang ingkar terhadap janji-janji Allah, kematian adalah awal penderitaan bagi orang-orang yang terbuai oleh kemewahan dunia, dan kematian adalah akhir dari segala usaha amal ibadah untuk mendapatkan kebahagiaan (sorga) yang hakiki.

Sahabatku…mungpung masih ada waktu… ajal belum tiba ! mari kita tafakuri hidup ini dengan meningkatkan kualitas ibadah kita kepada sang pencipta. Hargai waktu ibadah seperti kita menghargai waktu untuk meraih kesuksesan dunia, bekali ibadah kita dengan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad melalui majlis-majlis ta’lim. Mari kita berjihad melawan nafsu duniawiyah kita dengan melangkahkan kaki ke majlis-majlis ilmu untuk duduk dan mendengarkan Qalam Allah yang disampaikan oleh para ulama kapan pun waktunya dan dimana pun tempatnya agar ibadah kita sesuai dengan syariat-syariat agama.

Mari kita syukuri bahwa kita dilahirkan menjadi umat junjungan nabi Muhammad yang telah menghantarkan kita kedalam iman dan islam, mari kita penuhi hidup ini dengan beribadah sesuai dengan yang diajarkan Muhammad, mari kita penuhi hati ini dengan ilmu-ilmu yang diwahyukan Allah kepada Muhammad, dan mari kita berharap agar kelak kita bisa disatukan dalam sorga Allah bersama nabi Muhammad.

Sahabatku…adzan hampir tiba mari kita bersihkan lahir dan batin kita dengan wudhu, siapkan hati kita untuk bersujud dan bersyukur berjamaah di mesjid bersama orang-orang yang soleh untuk mencari ridlo Allah.

Dikirim pada 23 Maret 2009 di Renungan

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
دُ عَاء الفرَج لِسَيِِّدِنَا الخِضِرْ عَلَيْة السَّلاَم

اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِى عَظَمَتِكَ دُونَ اللّطَفَاءِ وَعَلوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ ، وَعَلِمْتَ مَاتَحْتَ أَرِضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ ، وَكَا نَتِ وَسَاوسُ الصدورِ كَاْلعَلاَ نِيَّة عِنْدَكَ ، وَعَلاَ نَّيِةُ اْلقَوْلِ كَالسَّر فِى عِلْمِكَ ، وَانْقَادَ كُلُّ شَىْء لِعَظَمَتِكَ ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِى سُلْطَانٍ لسُلْطَانِكَ ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا والاَخِرَةِ كُلُّه بِيَدِكَ . اِجْعَلْ لِى مِنْ كُلَ هَمٍ أَصْبَحْتُ أَوْ أَمْسَيْتُ فِيهِ فَرَجَا وَمَخرَ جَا اللَّهُمَّ إِنَّ عَفَوَكَ عَنْ ذُنُوبِى ، وَتَجَاوَزَكَ عَنْ خَطِيئَتىِ ، وَسِتْركَ عَلَى قَبِيحِ عَمَلِى ، أَطمِعْني أَنْ أَسْألَُكَ مَا لاَ أَسْتَوْجِبُهُ مِنْكَ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيهِ ، أَدْعُوكَ اَمِنا وَأَسْأ لك مُسْتَأنِسَا . وَإِنَّكَ الْمحْسِنُ إِلَّى ، وَأَنَا الْمُسِى إلى نَفْسِى فِيِمَا بَيْنِى وَبَيْنَكَ ، تَتَوَدَدُ إِلىَّ بِنِعْمَتِكَ وَأَتَبَغَّضُ إلَيْكَ بِالْمعَاصِى وَلَكِنَّ الثَّقَةُ بِكَ حَمَلَتْنِى علَى الْجراءَةِ عَلَيْكَ فَعُدْ بِفَضْلِكَ وإحْسِانِكَ عَلَي إِنَّكَ أَنْتَ التَّوِابُ الَّرَحِيم وَصَلَ الله ُعَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Dikirim pada 21 Maret 2009 di Do’a & Sholawat



Doa Tawassul pada Nabi saw

Setelah shalat hajat lalu membaca Subhanallah wabihamdih 100X lalu Assalamualaika Yaa Rasulallah saw 100X, lalu membaca doa ini.

اللهم إني أسألك وأتوجه إليك بنبيك محمد نبي الرحمة يا محمد إني توجهت بك إلى ربي في حاجتي هذه فتقضى لي اللهم شفعه في وشفعني فيه

Wahai Allah, sungguh aku memohon pada Mu, dan menghadap dan mengemis pada Mu demi Nabi Mu Muhammad (saw) Nabi Rahmat, wahai Muhammad sungguh aku menghadap denganmu kepada Tuhanku tentang hajatku ini, maka hingga engkau mengabulkannya, Wahai Allah jadilah beliau saw membantuku dan jadikan aku dikelompok orang orang yg dibantu oleh beliau (saw).


DO’A TAWASUL NABI MUHAMMAD SAW





بسم الله الر حمن الر حيم

اللهمَ اِ نِى أَ ْسئلُكَ ِبحَقِ السَا ِئلِينَ عَلَيْكَ وَ ِبحَقِ مَمْشَا يَ هَذَا

فَإِ نِى لَم اَ خْرُ جْ أَ شَرً ا وَ لَا بَطَرً ا وَ لاَ ِر يَاءً

وَ لَا سُمْعَةً خَرَ جْتُ اِ تِقَاءَ سَخَطِكَ وَ ا بْتِغَاءَ مَرْضَا تِكَ

فَأَ سْئَلُكَ اَنْ تُعِيْذَ نِى مِنَ النَا رِ وَ اَنْ تَغْفِرَ لِى ذُ نُوْ بِى

اِنَهُ لَا يَغْفِرُ الذُ نُوْ بِ اِلَا اَنْتَ.



Hartosna :



Nun Gusti Alloh, sayaktosna jisim abdi nyuhunkeun ka Paduka Yaa Alloh kalayan haq kahormatan kaagungan sakur hamba Gusti anu tukang ngado’a ka Gusti sareng kalayan haq kahormatan kaagungan lengkah abdi ieu, sayaktosna jisim abdi teu kaluar ti rorompok abdi karena ujub, takabbur,riya, hoyong kapuji ku jalmi, abdi kaluar teh estuning nebihan bebendu Gusti estuning milarian ridlo Gusti, abdi nyuhunkeun ka Gusti mugi Gusti nyalametkeun jisim abdi tina seuneu. Sareng mugi Gusti ngahapunten tina sagala rupi dosa-dosa abdi sayaktosna teu aya nu tiasa ngahapunten kana sadaya dosa-dosa abdi kajabi Paduka Yaa Alloh.



Katerangan :

Sing saha jalmi anu kaluar ti bumi seja sholat ka masjid, hadlir ka majlis ta’lim, seja ngagungkeun Maulid Nabi Muhammad Saw, maka Alloh bakal madep kalawan Pameunteu MantenNa sareng pangmentakeun hampura ka Alloh pikeun eta jalma ku tujuh puluh rebu Malaikat.

Dikirim pada 21 Maret 2009 di Do’a & Sholawat

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika

Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.

Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!"

Sang pendeta pun mulai bertanya,

1. Sebutkan satu yang tiada duanya,

2. dua yang tiada tiganya,

3. tiga yang tiada empatnya,

4. empat yang tiada limanya,

5. lima yang tiada enamnya,

6. enam yang tiada tujuhnya,

7. tujuh yang tiada delapannya,

8. delapan yang tiada sembilannya,

9. sembilan yang tiada sepuluhnya,

10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,

11. sebelas yang tiada dua belasnya,

12. dua belas yang tiada tiga belasnya,

13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya.

14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!

15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?

17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?

18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!

19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?

20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?

21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,



1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.



2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra�: 12).

3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.

4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur�an.

5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.

7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis.

Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).

8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman.

Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.

Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung �Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu�jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *

10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan.

Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An�am: 160).

11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusuf .

12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu�jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,

"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman,

�Pukullah batu itu dengan tongkatmu.� Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).

13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruhadalah waktu Shubuh.

Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing." (At-Takwir: 18).

15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka," tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya�qub berkata,

"Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya

Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai." (Luqman: 19).

18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya�: 69).

20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalahtipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.

Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"

Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!" Pendeta tersebut berkata, "Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut,.... namun aku takut kalian marah.

" Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Sang pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa ashadu anna Muhammadar Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**

* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)

** Kisah nyata ini diambil dari Mausu�ah al-Qishash al-Waqi�ah melalui internet, www.gesah.net Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akherat..

Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya.. Semoga Allah SWT memberikan Hidayah kepada mereka yang mau berpikir.. amien

Rabu, 22 Peb 2006 dari milist

Dikirim pada 21 Maret 2009 di Uncategories

MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH
Jika seseorang telah menyatakan dua kalimat syahadat (tidak ada Ilah kecuali Allah), berarti ia telah berikrar dan meyakini hal-hal berikut ini :

1. Tidak ada pencipta kecuali Allah

(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. 6:102) Yang demikian itu adalah Allah, Rabbmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan. (QS. 40:62)

2. Tidak ada yang memberi rizki kecuali Allah

Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 11:6)

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu.Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan dari bumi Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)? (QS. 35:3)

3. Tidak ada yang memiliki kecuali Allah

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siap yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:284)

4. Tidak ada yang memberi manfaat dan mudharat kecuali Allah

Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya selain Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. (QS. 6:17)

Katakanlah:"Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat". Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 5:76)

Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 10:107)

5. Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allah

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS. 32:5)

6. Tidak ada pelindung kecuali Allah

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). (QS. 5:55)

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni nereka; mereka kekal di dalamnya. (QS. 2:257)

7. Tidak ada pembuat hukum kecuali Allah

Katakanlah:"Sesungguhnya aku (berada) di atas hujjah yang nyata (al-Quran) dari Rabbku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik. (QS. 6:57)

Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah,padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (al-Quran) kepadamu dengan terperinci Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa al-Quran itu diturunkan dari Rabbmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. (QS. 6:114)

Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. 12:40)

8. Tidak ada yang memerintah dan melarang kecuali Allah

Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam. (QS. 7:54)

9. Tidak ada penentu undang-undang kecuali Allah

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan.Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih. (QS. 42:21)

10. Tidak ada yang ditaati kecuali Allah

Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. 3:132)

Katakanlah:"Taatilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (QS. 3:32)

11. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. 20:14)

RUKUN-RUKUN YANG HARUS DIPENUHI DALAM LAA ILAAHA ILLALLAAH

Rukun Laa Ilaaha Illallah ada dua :
1. Meniadakan/menafikan : (An-Nafyu) seluruh bentuk Tuhan selain Allah SWT :
Hawa Nafsu
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (QS. 25:43)

Patung dan Berhala
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya:"Apakah yang kamu sembah?" Mereka menjawab:"Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya". Berkata Ibrahim:"Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)? Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat"? Mereka menjawab:"(bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian". Ibrahim berkata:"Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu? (QS. 26:69-76)

Jin dan Malaikat
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat:"Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?" Malaikat-malaikat itu menjawab:"Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu." (QS. 34:40-41)

Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS. 72:6)

Nabi
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia:"Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah". Akan tetapi (dia berkata):"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai Rabb. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam" (QS. 3:79-80)

Rahib dan Pendeta
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah, dan (juga mereka menjadikan Rabb ) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Ilah Yang Maha Esa; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. 9:31)

Thaghut : Orang yang mengambil hukum selain hukum Allah dan Rasul-Nya atau menyembahnya atau mengikutinya tanpa pengetahuan dan izin dari Allah(Ibn Qayyim)
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut dan beriman kepada Allah, maka sesunguhnya ia tela berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:256)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):"Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. 16:36)

Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa,
Tatkala Rabbnya memanggilnya di lembah suci ialah lembah Thuwa; Pergilah kamu kepada Firaun, susungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Firaun):"Apakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)" (QS. 79:15-18)

dan kaum Firaun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam negerinya,
lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu, (QS. 89:10-12)

2. Menetapkan : (Itsbat) bahwa yang berhak disembah hanya Allah SWT
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya:"Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". (QS. 21:25)

SYARAT-SYARAT DITERIMANYA LAA ILAAHA ILLALLAAH
Syarat Laa Ilaaha Illallah ada tujuh :

1.Al-Ilmu : Mengetahui maknanya baik unsur Nafyu maupun unsur Itsbat

2. Al-Yaqiin : Meyakini kebenaran ikrarnya tanpa selubung keraguan

3. Al-Ikhlas : Murni dalam menjalankan tuntutan/konsekuenasinya tanpa tercampur noda syirik

4. As-Sidqu : Benar dalam pengakuan bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah

5. Al-Mahabbah : Mencintai tanpa membenci sedikitpun apa yang dituntutnya

6. Al-Istislam : Menerima setiap ketentuan yang telah ditetapkan tanpa menolak sedikitpun

7. Al-Amal : Melaksanakan tuntutan itu tanpa sedikitpun meninggalkannya

KEUTAMAAN LAA ILAAHA ILLALLAAH

1. Aman dari Azab Allah Dunia dan Akhirat :
Firman Allah :
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampurkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 6:82)

2. Sebaik-baik Iman
Sabda Rasulullah :
Iman itu 70 cabang, yang utama adalah Laa Ilaaha illallah, yang terendah adalah menyingkirkan duri dari jalan. (HR. Muslim)

3. Penghapus Dosa Maksiat
Sabda Nabi :
Allah SWT berfirman : Wahai anak Adam, bila engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh langit dan bumi, kemudian engkau bertemu denga-Ku (di hari kiamat) dengan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku berikan samudera ampunan untukmu. (HR. Turmuzi)

4. Penyebab Masuk Surga dan Tidak Kekal di Neraka
Sabda Nabi :
Allah SWT berfirman : Siapa yang menemuiKu tidak menyekutukan Aku dengna sesuatu pun, maka ia masuk surga. Siapa yang menemuiku dengan menyekutukan Aku, maka pasti masuk neraka. (HR. Muslim)

Dikirim pada 20 Maret 2009 di Islami

Ada unta dalam bis wisata

dimusim haji beberapa waktu yang lalu
banyak bis wisata yang dicarter oleh rombongan jemaah haji
sebuah bis wisata pengantar rombongan haji sedang ngisi BBM di SPBU

wah ini rejeki buat pedagang asongan yang masuk ke dalam bis
seorang tukang aqua masuk kedalam sambil menawarkan daganganya
aqua aqua, aquanya bu yang dingin yang dingin
bu aqua murah cuma 2000 rupiah saja...

seluruh penumpang sedang hikmad dzikir sambil megangin tasbih
tukang aqua berjalan dari depan kebelakang dan kembali kedepan
kemudian pintu bis ditutup karena bis akan berangkat kembali
karena seluruh penumpang sudah membawa minuman masing dari rumah

sehingga gak ada satupun penumpang bis wisata itu yang beli aqua
maka sambil ngedumel turun si tukang aqua ... ngomong
....... dasar penumpangnya semuanya unta ......
secara spontan dijawab sang kenek bis dengan tersipu malu
iyah emang unta tahan gak pernah minum

Dikirim pada 20 Maret 2009 di huMor


connect with ABATASA