0

Menyambut kedatangan tamu agung ke Bandung tgl, 3 Januari 2011, ada baiknya kita mengenal siapaa tamu mulya tsb beliau adalah Al-Imam Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafidz Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz. rencana kunjungan adalah jam08.00 -11.30 Tabligh akbar, istighozah & dzikir bersama di Masjid Agung Sumedang, Jam 13.00 - 16.00 silaturahmi bersama 500 undangan ulama se Jabar di MT & Dakwah Asy-syifaa Walmahmuudiyyah Sumedang, dilanjutkan touring ke Bandung dan mampir dulu ke Simapng Tanjungsari utk acara peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Asyifaa Centre di Tanjungsari, kemudian melanjutkan perjalanan touring ke Masjid Raya Bandung untuk Tabligh Akbar dan dzikir bersama sampai jam 24.00
Beliau adalah Al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafidz putera dari Abdallah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidrous putera dari Al-Hussain putera dari Al-Syaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abdallah putera dari ‘Abdarrahman putera dari ‘Abdallah putera dari Al-Syaikh ‘Abdarrahman Assaqof putera dari Muhammad Maula Al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib Al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari Al-Imam Al-Muhajir Ilallah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali Al-‘Uraidi putera dari Ja’far Asshadiq putera dari Muhammad Al-Baqir putera dari ‘Ali Zainal ‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah Azzahra puteri dari Rasul Muhammad SAWW.

Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Syaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, Al-Habib Salim bin Hafiz dan Al-Habib Hafiz bin Abdallah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.
Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan Syaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, Al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr.
Namun secara tragis, ketika Al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.
Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota Al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.
Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di Al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia Al-Habib Muhammad bin ‘Abdullah Al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama madzhab Shafi‘i Al-Habib Zain bin Smith, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.
Kali ini tempatnya adalah Al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul SAW pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing, usaha beliau yang demikian gigih mulai menunjukkan hasil yang besar, mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Rasul SAWW
.
Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah mengikuti beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini beliau mulai mengunjungi kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, beliaupun belajar ilmu dari mufti Ta‘iz Al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Syaikh Al-Habib Muhammad Al-Haddar, sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.
Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul SAWW di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari Al-Maghfurlah Al-Qutub Al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad Assaqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya SAWW dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai oleh Al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni Al-Habib Ahmed Mashur Al-Haddad dan Al-Habib ‘Attas Al-Habsyi.

Sejak itulah nama Al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, beliau mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah SWT dan Rasul SAW dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru.
Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat Al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.

Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-Al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya para murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar bin Hafiz. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen Al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia.
Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim Yaman, dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.
Murid-murid di Indonesia: Tidak terhitung berapa jumlah murid Habib Umar yang tersebar di penjuru dunia, termasuk di Indonesia yang juga sangat banyak, dan diantara mereka itu banyak yang menjadi ulama besar dan mempunyai Ma’had (Pesantren) atau Majlis Ta’lim. Diantara murid-murid Habib Umar di Indonesia adalah Habib Munzir bin Fuad Al Musawa (Majlis Rasulullah SAW, Jakarta), Habib Abdurrahman bin Muhammad Alaydrus (Condet, Jakarta Timur), Habib Jindan bin Naufal bin Salim Bin-Jindan (Ma’had Al Fakhrihiyyah, Tangerang), Habib Ahmad bin Naufal bin Salim Bin-Jindan (Ma’had Al Fakhrihiyyah, Tangerang), Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih (Darul Hadits Faqihiyyah, Malang), Habib Abdul Qadir bin Umar Mauladdawilah (Malang, yang menulis Manaqib Habib Umar), Syaikh Abdullah Abdun (Mahad Darut Tauhid, Malang), Syaikh Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi (Ma’had Asy Syifa Wal Mahmudiyyah, Bandung), Habib Abu Bakar Assegaf (Pasuruan, Jawa Tengah), Ustadz Payage (Da’i TPI asal Papua), dll.

sunber:
http://pondokhabib.wordpress.com/2010/09/24/biografi-al-habib-umar-bin-salim-bin-hafiz/

Dikirim pada 26 Desember 2010 di Tokoh


Yang kami inginkan amanah, jujur & berpihak kepada rakyat
Diawal bulan Mei besok politik dagang sapi akan semakin rame,.. begitu kata pengamat politik mencari jabatan dan bagi bagi kekuasaan yang dilakukan oleh para elit parpol yang akan berlomba menduduki RI,1
sumber dari hiruk pikuk politik ponpes Buntet Cirebon
Indonesia ke depan maju tidaknya tidak bisa lepas dari peran sang presiden dalam memanaj rumah tangga bangsa ini. Masing-masing calon presiden di bawah ini telah menyatakan siap menjadi orang nomor satu di negeri nan kaya raya, tapi miskin pengelolaan.

Jadi kepada pembaca, siap-siap Anda dibuat bingung karena sekarang calonnya banyak sekali. Kesannya kok Calon Presiden ini seperti obral barang dagangan, begitu banyak terpampang di mana-mana.

Apakah yang ganteng, yang tegas, yang tua, yang muda, yang berani, atau yang tenar. Bisa juga apakah mau pilih yang faham dunia pesantren, atau yang suka membid?ahkan umat, atau yang abangan, yang santri, atau yang bernuansa merah, hijau, kuning, kelabu, terserah!

Susilo Bambang Yudhoyono: “Setelah mendekati pemilu tahun 2009, saya mempertimbangkan untuk maju kembali, Insya Allah, saya akan mencalonkan kembali sebagai capres tahun 2009,”

Jusuf Kalla : "Sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, saya tidak bisa berbicara lain selain dari apa yang diinginkan dan diputuskan dari bawah (sebagai capres). Akan tetapi, ini tentu sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan Partai Golkar,".

Megawati: ”Saya menerima pencalonan diri saya sebagai presiden dari PDI Perjuangan untuk maju dalam pemilihan presiden 2009 mendatang,”

Sutiyoso: …. Penegasan Bang Yos–sapaan akrab Sutiyoso–itu dikemukakan saat dihibungi Warta Kota, Jumat (28/9) malam, menanggapi tawaran Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi Capres. Bahkan, Bang Yos mengaku, sudah ada belasan partai politik (parpol) yang menyatakan akan mencalonkan dirinya sebagai Capres. ….

Sri Sultan Hamengkubuwono X: “Dan dengan niat yang tulus, saya menyatakan siap maju menjadi calon presiden dalam Pemilu 2009,”

Rizal Ramli: “Kami yakin akan menjadi magnet dalam perubahan,”

Yusril Ihza Mahendra: “Saya berharap maju melalui PBB, dan untuk itu PBB harus mempunyai suara yang cukup untuk mencalonkan dirinya sebagai presiden,”

Amien Rais: “Kemarin Serikat Pekerja PLN Surabaya mendukung saya sebagai capres. Nah kalau masih ada banyak lagi Serikat Pekerja di seluruh Indonesia dan diikuti PAN mendukung saya sebagai capres, ya saya akan segera mendeklarasikan diri,”

Hidayat Nur Wahid: “Saya siap jika itu merupakan keputusan Majelis Syuro, tapi kan belum diputuskan,”

Akbar Tanjung: “Saya siap mencalonkan diri menjadi presiden, namun mengenai partai yang mengusung saya belum bisa pastikan, apakah melalui kendaraan Partai Golkar atau beberapa partai lainnya yang sudah `meminang` saya,”
Gus Dur: “Saya siap kalau saya diperintahkan oleh ke lima orang tua yang dulu pernah minta saya jadi presiden,”

Rizal Malarangeng: “Saya siap ikut pilpres tahun 2009 walau harus berhadapan dengan Presiden dan mantan presiden,”
Sutrisno Bachir: ”Banyak yang menyarankan agar saya mencari pasangan tokoh Sunda (untuk pilpres 2009). Dia harus punya latar belakang akademis bagus,”

Prabowo: “Kalau Gerindra memenuhi syarat untuk mencalonkan seseorang dan saya yang dibutuhkan sebagai capres, saya siap memberi jiwa raga untuk negeri,”

Wiranto: “O ya, sejak dari awal sudah saya katakan berkali-kali soal pencalonan ini,”

Din Syamsuddin: “Saya kira sudah sering saya katakan kalau sekedar menjawab siap, maka saya sebagai pemimpin ormas besar seperti Muhammadiyah harus menyatakan siap. Insyaallah,”
Deddy Mizwar: “Harus ada calon presiden alternatif, selain clon-calon dari partai besar yang itu-itu saja."


Dikirim pada 30 April 2009 di Tokoh

Untukmu Caleg Wurung

buat apa kau bersedih
buat apa kau tangisi

seharusnya kau sesali
kemudian lakukanlah introspeksi
Jagan kau lupa akhirnya bunuh diri

dulu kau tak punya apa apa
kemudian kau jadi punya harta benda
sekarang kembali tak punya apa apa
kecuali pinjaman hembusan nyawa

Dunia ini tidaklah selebar daun kelor
Lihatlah matahari masih tegar bersinar
Banyak ciptaanNya yang belum pudar
Dapat kau jadikan tempat bersandar

Hidup kita cuma bagaikan sandiwara
Masing masing cerita ada perananya
Yang menangpun tidak untuk selamanya
Yang kalah itu ... juga cuma sementara
Karena hanya sedikit saja kurang suara

Wahai saudaraku .........
Ingatlah ada pepatah " Nasi telah menjadi bubur "
Ingatlah perjalanan masih jauh kita jangan takabur
Ingatlah nasib semuanya ingin bernasib mujur
Ingatlah bila sudah terlanjur menjadi bubur
Janganlah kau campakan nanti mubadzir tiada guna
Tambahkan telor, bawang goreng dan kecap tiga rasa
Akhirnya jadilah bubur spesial buat seluruh keluarga

Saudaraku yang gagal menjadi anggota dewan
Demikian coretanku smoga jadi bahan masukan
Dijadikan obat penawar hati hilangkan kedukaan
Sebelum kita dipanggil kembali dalam pangkuan

maston@160409

Dikirim pada 16 April 2009 di Tokoh


Perbanyaklah Sholawat di hari Jum�at
disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Alhamdulillahi robbil �alamin. Allahumma sholli �ala nabiyyina Muhammad, wa �ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Amalan yang satu ini juga mungkin banyak dilalaikan oleh kamu muslimin atau mungkin belum diketahui. Amalan tersebut adalah shalawat kepada Nabi kita shallallahu �alaihi wa sallam. Janganlah kita sampai melalaikan amalan ini.
Keutamaan Bershalawat Kepada Nabi shallallahu �alaihi wa sallam
Dari �Abdullah bin �Amr, Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَوْ سَأَلَ لِي الوَسِيْلَةَ حَقَّتْ عَلَيْهِ شَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ
"Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa�atku pada hari kiamat nanti." (Hadits ini terdapat dalam Fadhlu Ash Sholah �alan Nabiy no. 50, Isma�il bin Ishaq Al Jahdiy. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
"Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim no. 408)
Keutamaan Bershalawat di Hari Jum�at
Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum�at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum�at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti." (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)
Amalkanlah Shalawat Berikut
Di antara shalawat yang dianjurkan yang dapat kita amalkan adalah:
[1] Dari Zaid bin Abdullah berkata bahwa sesungguhnya mereka dianjurkan mengucapkan,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ
"Allahumma sholli �ala Muhammad an nabiyyil ummiyyi..... Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad Nabi yang Ummi]" (Fadhlu Ash Sholah �alan Nabi shallallahu �alaihi wa sallam no. 60. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa hadits ini shohih)

[2] Dari Ka�ab bin �Ujroh, beliau mengatakan,
"Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahu bagaimana kami mengucapkan salam padamu. Lalu bagaimana kami bershalawat padamu?" Nabi shallallahu �alaihi wa sallam bersabda, "Ucapkanlah :
اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
"Allahum
sholawat lengkap : http://www.geocities.com/jilani_badawi/

Dikirim pada 03 April 2009 di Tokoh
Awal « 1 2 » Akhir


connect with ABATASA