0


Kebesaran Tuhan ada di mana-mana, kali ini saya ajak anda menikmati kebesaranNya di dalam rumahnya suku Eskimo, yang kalau anda lihat di TV, di Koran, majalah atau di internet seperti rumah kura-kura yang kepala dan kakinya sedang masuk kedalamnya tempurungnya, sehingga yang terlihat hanya tempurungnya saja dan tertungkup yang berbentuk melingkar setengah bola. Rumah unik yang terbuat dari Es, lagi lagi dengan akal yang diberikan pada manusia, manusia mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, termasuk dalam lingkungan yang serba ekstrem.
Anda ingin merasakan ada di dalam rumah es atau iglo? Oke, saya ajak anda kedalamnya dan merasakan bagaimana orang-orang Eskimo tidur di dalamnya, ya tidur di dalam rumah es. Kita tak perlu mesti pergi jauh-jauh ke Kutub Utara sana atau pergi jauh-jauh ke negara Kanada di bagian utaranya, saya ajak anda ke Moskow saja.
Di Moskow kreasi ukiran es di musim dingin memang tak habis-habisnya, kreasi ukiran es di musim dingin beda-beda tema dan beda-beda tempat. Tahun lalu ada di WDNH dengan temanya sekitar ruang angkasa, karena kebetulan pada tahun kemarin, 2011, peringatan tepat setengah abad manusia pertama ke angkasa, Yuri Gagarin, tepatnya pada tanggal 12 April 1961!
Nah di musim di depan musium Aeronautika itu di bangun tempat untuk pameran ukiran es di ruang terbuka dengan tiket masuk 200 rubel. Nah kali ini tempatnya pindah ke Sokolniki, karena di tempat-tempat atau taman-taman lain yang saya sering kunjungi memang tak ada ukiran es, kecuali di Sokolniki. Mengapa Sokoniki? Itu urusan penyelenggara, yang penting bagi kita dapat menikmatinya. Perjalanan ke taman Sokoniki tak perlu saya uraikan lagi. Singkat kata kita ada di Taman Sokolniki, letaknya dekat dengan stasiun metro(Kereta bawah tanah) Sokolniki.
Oke mari kita langsung masuk, tapi jangan lupa beli tiket dulu dan anda dilayani dengan mesin otomatis, nah ini bisa dijadikan model buat beli tiket, antri di hadapan mesin, masukan uang seharga tiket, tiketnya keluar dan anda serahkan kepada petugas atau penjaga di pintu masuk ke dalam ruangan ukiran es.
Dengan tiket bervariasi dari yang gratis buat anak-anak balita, 200 rubel untuk pelajar dan mahasiswa dan 300 rubel( sekitar 90.000- 100.000 rupiah, tergantung kurs saat itu) untuk orang dewasa. Asik ya ... kita beli tiket antri di hadapan mesin! Mesin tak bisa diajak kompromi, jadi mislanya anda mau "nakal" anda orang dewasa tapi membeli tiketnya yang 200 rubel dan anda masukan uang dua ratus rubel, ya keluar tiket yang dua ratus itu, tapi ketika anda masuk ke ruangan ukiran es, ya tak bisa, karena tiket anda kurang 100 rubel !
Nah ketika akan masuk anda harus pakai jaket khusus berwarna biru, padahal anda sudah memakai jaket harian di musium dingin lengkap, nah terpaksa harus di dobel dengan jaket tadi, dan andapun terlihat semakin gemuk, apa boleh buat bila anda tak ingin resiko kedingin yang amat membekukan, di luar ruangan suhu memang sekitar plus dua derajat C, tapi ketika anda masuk ke dalam ruangan ukiran es ini anda disambut dengan suhu ekstrem, langsung ke minus 25 derajat C! Bayangkan dari plus 2 ke minus 25, jadi perbedaan suhu tiba-tiba drastis dan hidung dan mulut anda seketika mengeluarkan uap panas dan langsung membentuk asap, seperti anda merokok!
Dengan ruangan yang di tata lampu dominan warna biru dan dinding dengan warna hitam pekat, anda bisa-bisa langsung kehilangan orientasi arah, anda tak tahu lagi anda sedang menghadap ke mana, ke Utara, Selatan, Barat atau Timur? Karena di dalamnya anda masuk, lagi-lagi semacam labirin.
Nah anda dibuat tertegun dan terpesona, karena setelah masuk ke labirin tadi, anda sudah berputar-putar pada tempat yang sama, dekat tapi terasa jauh! Dan setelah ke luar dari kota-kota labirin yang sudah anda lalui, anda disambut rumah Iglo... ya rumahnya bangsa Eskimo yang menempati alam Kutub Utara sana.
Iglo yang selama ini hanya saya lihat di TV, di film-film, di buku-buku, ensiklopedia dan lain sebagainya, sekarang ada dihadapan saya, ya di hadapan saya itu Iglo... rumah suku Eskimo yang semunya terbuat dari pahatan es, dari balok-balok es yang yang disusun sedemikian rapatnya, agar tak ada angin sedikitpun yang dapat masuk ke Iglo tersebut.
Apa yang anda rasakan? Persis sama dengan saya, saya duga di dalamnya dingin, karena ada di dalam es! Tapi apa yang saya rasakan juah berbeda, di luar Iglo suhu minus 25 derajat C, di dalam Iglo ternyata hangat... ya hangat... anda tak percaya bukan? Sayapun mulanya begitu, sebelum membutikan sendiri. Sukar saya bayangkan sebelumnya, mana bisa di dalam es kok hangat? Atau karena ada penghatnya? Kalau ada pemanasnya, bukankah es itu akan mencair? Ah sudahlah itu urusan ahli fisika.
Setelah saya merasakan kehangatan Iglo di tengah-tengah dinginnya ruang ukiran es ini, mari kita lanjutkan perjalanan kita, oya anda bisa foto-foto di dalam ruang ini sebebasnya, tanpa bayar lagi. Biasanya di tempat lain, untuk foto, vidio dan sebagainya harus pakai tiket lagi, di tempat ini ternyata tidak, sukur alhmadulillah. Ya sudah saya foto semua obyek sepuas-sepuasnya, mengapa?
Karena moment ini hanya ada di musim dingin dan di tiap musim dingin temanya berbeda, jadi kalau tak diabadikan sekarang, tahun depan tak ada lagi temayang sama,
Inilah yang membuat saya berpikir "kasihan" mengapa? Karena ada ukiran es yang dibentuk nabi Isa AS beserta ibunya, Maria, beserta Malaikat dengan cirinya bersayap, lengkap dengan goanya! Loh kok kasihan? Karena selesai pameran ini, ukiran es nabi Isa AS, yang disebut Yesus itu akan mencair, meleleh dan kembali menjadi air!
Ya sudahlah itu urusan sang pengukir, tapi mari saya ajak anda terus masuk ke dalam pameran ini dan anda merasakan kemegahan ruang yang penuh dengan berbagai macam ukiran es yang seakan tak habis-habisnya dan karena ini ukiran es dan es mudah patah, maka suhu minus 25 derajat C tetap dipertahankan! Akibatnya kalau anda di dalam ruang tadi jangankan sejam dua jam, baru masuk saja anda sudah merasa seperti orang"ditampar" nyes....!
Di depan Iglo tadi ada kuda serba putih dengan posisi berdiri yang gagahnya bukan main, ada puteri duyung..., nah ini yang unik, ternyata Rusiapun percaya akan cerita rakyat bahwa puuteri duyung itu berbadan wanita dengan wajahnya cantik dengan "kakinya" ekor ikan, sebagai gambaran lihat filmnya Johnny Depp, Pirates Of The Carribean IV, di situ ada "Puteri Duyung" yang cantik yang sekaligus monster yang menyeramkan.
Nah di ruang ukiran es inipun ikan duyung di ukir dengan gambaran wanita cantik dengan ekor ikannya, tapi memang kalah cantik dengan senyuman gadis Rusia, tentu yang muslimah dan berjilbab, sayang di kolom oase iman tak disediakan tempat untuk foto walau hanya selembar, ya sudah anda membayangkan saja kecantikan gadis Rusia yang muslimah.
Jadi dengan merasakan masuk di dalam rumah Iglo lengkaplah sudah merasakan iklim-iklim ektrem di bumi. Karena sayapun pernah merasakan panasnya padang pasir di Mesir dan Saudi Arabia dengan suhu plus 46 derajat C! Di Moskow pernah merasakan minus 31 derajat C! Lalu apa yang dapat kita pelajari dari suku Eskimo atau berhadapan dengan suhu yang serba ektrem, ya optimis dan berbahagialah hidup di Indonesia, tak pernah merasakan suhu seektrem di kedua tempat tadi, di kutub dan di gurun.
Mereka bisa bertahan hidup, mengapa kita tidak? Mereka tetap bisa berkarya dan berbuat sesuatu di saat iklim begitu dingin yang membekukan atau di saat iklim begitu panas menyengat, lalu mengapa kita banyak mengeluh dan mengaduh, padahal Indonesia secara iklim adalah surga, apalagi sumber daya alamnya yang melimpah, apa yang kurang? Mengapa tidak bersukur hidup di Indonesia?
Di Indonesia tak perlu direpotkan dengan pakaian berlapis-lapis di musim dingin, dan yang punya mobil tak perlu direpotkan mengganti ban setiap musim dingin, perlu diketahui ganti bannya dihitung tergantung pada jenis/merk mobil yang dipakai dan tergantung ukuran band, setiap ban harganya sekitar 250-300 rubel atau sekitar 90- 100 ribu rupiah perban, jadi total di kali 4, karena tak mungkin hanya diganti salah satu ban saja!
Kita kembali ke Iglo, dengan rumah yang semua terbuat dari es dan mereka juga mengambil sumber makanan atau ikan banyak dengan mengebor es, anda bisa bayangkan betapa repotnya mereka dan betapa enjoynya hidup di Indonesia, sumber makanan ada di mana-mana dan dengan kaos oblong dan celana pendek saja, sudah bisa ke luar rumah bagi laki-laki tentunya dan itu tak bisa terjadi pada suku Eskimo dan tak akan pernah terjadi di Moskow pada musim dingin ketika suhu dibawah titik beku, kecuali kalau mau mencari penyakit! Oke sampai sekian, .... (sumber: eramuslim)

Dikirim pada 27 Januari 2012 di Uncategories


Memasuki tahun 2012, desainer muda Dian Pelangi memprediksi akan banyak sekali permainan warna dalam tren berbusana muslim. Warna-warna yang sebelumnya jarang muncul, seperti shocking pink akan jadi populer. Setelah tahun-tahun sebelumnya para desainer muslim masih memilih warna aman- seperti cokelat dan warna-warna pastel-, kini mereka banyak mengeluarkan koleksi warna terang.
Ada pula permainan tabrak warna, yang sudah lama menjadi ciri khas rancangan Dian Pelangi sejak 2009. Para pencinta fashion bisa memadukan warna-warna yang ‘berani’ ini dengan warna lain yang lebih ‘kalem’ seperti hitam, krem, dan coklat. Pemilihan motif untuk busana muslim juga menjadi lebih beragam. Motif-motif geometris, abstrak, gradasi, tye dye, dan jumputan akan semakin marak. “Motif-motif yang unik dan aneh aku prediksi akan banyak muncul,” katanya.
Di sisi lain, model busana Muslim konvensional seperti gamis dan abaya akan semakin ditinggalkan oleh para Muslimah muda. Dian mengatakan, saat ini pemakai busana Muslim, khususnya anak muda sudah lebih sadar fashion. Mereka bahkan banyak yang ahli padu padan agar penampilan tidak lantas membosankan.
Gaya berkerudung saat ini pun sudah bermacam-macam dan mudah ditiru. Dian mengakui, kocek yang dikeluarkan untuk bergaya ala street style memang lebih mahal. Tapi hal ini bisa diakali dengan membeli busana yang multifungsi, sehingga bisa menghemat. Misalnya, pilihlah baju yang bisa dimodifikasi menjadi beberapa model. Bisa juga diakali dengan membeli kerudung yang bisa dikreasikan menjadi bermacam-macam bentuk.
Celana juga akan menjadi outfit yang muncul dengan berbagai macam model. Harem, jodphur, badwings, menjadi must have items yang bisa diburu. Muslimah sendiri, menurut Dian, sudah semakin enggan menggunakan tight jeans yang sempat populer. Mereka akan memilih celana model longgar yang lebih nyaman dan tetap modis.
Untuk pemilihan aksesoris, cincin-cincin berukuran besar akan mengambil alih tren di tahun ini. Sedangkan gaya berkerudung yang akan jadi tren adalah model turban, berupa sejuntai kerudung yang dililit-lilit di kepala. Model ini sudah sejak dulu populer di Mesir dan negara Timur Tengah. Jika ingin mengikuti gaya ini, pilihlah bahan yang tidak panas seperti lycra, sehingga bisa diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. (yahooshe)

Dikirim pada 11 Januari 2012 di Uncategories


Alhamdulillah tahun baru islam 1 Muharam 1433.H telah berlalu, 22 hari sudah kita memasuki bulan Muharam, tapi gema Muharaman dengan acara GEBYAR MUHARAM masih terus berlangsung setiap malam di berbagai wilayah, ini suatu tanda umat islam perduli dan memahami hikmah yang ada dalam bulan tersebut, semoga ilmu yang disampaikan disetiap tabligh akbar gema Muharam meningkatkan ketakwaan buat kita umat muslim yang mencintai nabinya Muhammad SAW, amiin Yaa Robbal `alamiin
Dari: www.eramuslim.com

KEISTIMEWAAAN BULAN MUHARAM
Muharram adalah bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Al-Quran. "Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah
pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."
Keempat bulan itu adalah, Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat dengan hal ini karena Rasululullah Saw dalam haji kesempatan haji terakhirnya
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."
Selain keempat bulan khusus itu, bukan berarti bulan-bulan lainnya tidak memiliki keutamaan, karena masih ada bulan Ramadhan yang diakui sebagai bulan paling suci dalam satu satu tahun. Keempat bulan tersebut secara khusus disebut bulan-bulan yang disucikan karena ada
alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.
Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah Swt memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmatnya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas
kehendakNya.

Keutamaan Bulan Muharram
Nabi Muhammad Saw bersabda, "Ibadah puasa yang paling baik setelah puasa Ramadan adalah berpuasa di bulan Muharram."
Meski puasa di bulan Muharram bukan puasa wajib, tapi mereka yang berpuasa pada bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt. Khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari `Asyura.
Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Muhammad Saw hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Menurut orang-orang Yahudi itu, tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari ketika Nabi Musa dan
pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.
Mendengar hal ini, Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Kami lebih dekat hubungannya dengan Musa daripada kalian" dan langsung menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari `Asyura. Bahkan dalam sejumlah tradisi umat Islam, pada awalnya berpuasa pada hari `Asyura
diwajibkan. Kemudian, puasa bulan Ramadhan-lah yang diwajibkan sementara puasa pada hari `Asyura disunahkan.
Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika Rasullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari `Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika puasa bulan Ramadhan menjadi puasa wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan
kewajiban puasa pada hari `Asyura dihilangkan. Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah Saw biasa berpuasa pada hari `Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.
Abdullah Ibn Mas`ud mengatakan, "Nabi Muhammad lebih memilih berpuasa pada hari `Asyura dibandingkan hari lainnya dan lebih memilih berpuasa Ramadhan dibandingkan puasa `Asyura." (HR Bukhari dan Muslim). Pendek kata, disebutkan dalam sejumlah hadist bahwa puasa di hari `Asyura hukumnya sunnah.
Beberapa hadits menyarankan agar puasa hari `Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari `Asyura. Alasannya, seperti diungkapkan oleh Nabi Muhammad Saw, orang Yahudi hanya berpuasa pada hari `Asyura saja dan Rasulullah ingin membedakan puasa umat Islam dengan puasa orang Yahudi. Oleh sebab itu ia menyarankan umat Islam berpuasa pada hari `Asyura ditambah puasa satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya (tanggal 9 dan 10 Muharram atau tanggal 10 dan 11 Muharram).
Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu boleh
dilakukan.
Legenda dan Mitos Hari `Asyura
Meski demikian banyak legenda dari salah pengertian yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari `Asyura, meskipun tidak ada sumber otentiknya dalam Islam. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari`Asyura Nabi Adam diciptakan, pada hari `Asyura Nabi Ibrahim dilahirkan, pada hari `Asyura Allah Swt menerima tobat Nabi Ibrahim, pada hari `Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada
hari `Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari `Asyura.
Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari `Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari `Asyura tidak bisa dikaitkan dengan
peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari `Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan
hari `Asyura.
Anggapan-anggapan yang salah lainnya tentang bulan Muharram adalah kepercayaan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang tidak membawa keberuntungan, karena Husain terbunuh pada bulan itu. Akibat adanya anggapan yang salah ini, banyak umat Islam yang tidak melaksanakan pernikahan pada bulan Muharram dan melakukan upacara khusus sebagai
tanda ikut berduka atas tewasnya Husain dalam peperangan di Karbala, apalagi disertai dengan ritual merobek-robek baju atau memukuli dada sendiri.
Nabi Muhammad sangat melarang umatnya melakukan upacara duka karena meninggalnya seseorang dengan cara seperti itu, karena tindakan itu adalah warisan orang-orang pada zaman jahiliyah.
Rasulullah bersabda, "Bukanlah termasuk umatku yang memukuli dadanya, merobek bajunya dan menangis seperti orang-orang pada zaman jahiliyah."
Bulan Pengampunan Dosa
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Kata Muharram artinya `dilarang`. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan pertumpahan
darah.
Seperti sudah disinggung di atas, bahwa bulan Muharram banyak memiliki keistimewaan. Khususnya pada tanggal 10 Muharram. Beberapa kemuliaan tanggal 10 Muharram antara lain Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun ke depan. (Tarmizi)
(ln/Islamicity)

Dikirim pada 18 Desember 2011 di Islami


Juli 2011 dengan tiada terduga saya terpanggil oleh perusahaan tempat saya bekerja untuk berangkat melaksanakan ibadah umroh ke Tanah Suci,. belum pernah naik pesawat terbang sama sekali apalagi pergi ke tanah suci, Saya benar-benar belum bisa membayangkan bagaimana Ka’bah, bukit Marwah dan bukit Shoffah, terbayang nanti kalau Syai pasti naik turun bukit dan panas dan buta atas apa yang akan ia temui di Tanah Suci.
Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah ternyata saya diberi ongkos umroh untuk dua orang, ini berarti saya boleh bawa istri ikut kesana, maka begitu sudah positif betul akan diberangkatkan umroh, saya langsung tanyakan ke istri saya .. bu pengin umroh gak ke Mekkah, kalau mau syaratnya mudah, ibu harus sholat tepat waktu, aurat selalu tertutup, berdoa dan baca sholawat haji Insyaalloh gak lama lagi ibu doanya terkabul bisa Umroh ke tanah suci,. dengan tekad bulat dan di tengah kesibukannya saat itu, saya berusaha mencari dana talangan karena ongkos yang ditanggung perusahaan masih kurang, sambil mengurus pasport dan silaturahmi ke sanak family sekalian mohon maaf , karena dua minggu sebelum Ramadhan saya dan istri mau berangkat Umroh ke tanah suci selama 9hari
Saat tiba hari keberangkatan saya menggunakan bus menuju bandara Cengkareng Jakarta, selama perjalanan terus berdzikir inikah yang namanya panggilan Alloh dengan tidak disangka sangka bisa berangkat ke tanah suci, Setelah masuk kedalam pesawat jenis Boeing 747-400 .. Subhanalloh begitu banyaknya penumpang 400 orang lebih belum ditambah barang bawaan, kalao bukan karena izin Alloh gak mungkin bisa terbang, Setelah 9jam penerbangan nonstop akhirnya pesawat mendarat di Madinah, langsung menuju hotel kira-kira 300 meteran dari masjid Nabawi, Subhanalloh , Alhamdulillah akhirnya saya bersama istri bisa sholat isya di masjid Nabawi,.. Subhanalloh begitu luasnya lebih luas dari stadion persib didalamnya dipenuhi dengan ornamen2 dan ukiran yang terbuat dari emas, hawanya sejuk berAC diluar masjid suhu 45C, Setelah selesai sholat saya bertemu kembali sama istri di salah satu sudut diluar masjid ,. kemudian saya jalan jalan dulu sambil lihat2 pedagang kaki5 sekalian mengenal medan supaya tidak nyasar, selama 3 malam di Madinah sempat sholat di Raudhoh dan ziarah ke tempat2 bersejarah disekitaar Madinah, selepas Lohor perjalanan dilanjut ke Mekkah..
Setelah mandi dan berpakaian ihrom kemudian checkout dari hotel untuk menuju Mekkah, kira-kira perjalanan di 12km bus berhenti di BirAli ini namanya daerah miqot /batas yang dari arah Madinah, disini kita sholat sunah ihrom dan niat Umroh, nah mulai saat inilah segala macam larangan yang membatalkan Umroh berlaku sampai nanti kita melaksanakan tahallul. Perjalanan dari sini menuju Mekkah masih 400 km lebih yang ditempuh 6 jam lebih,.. selama perjalanan mengucapkan Talbiyah, dzikir , Subhanalloh sepanjang perjalanan dikanan kiri jalan hanya berupa gunung batu dan padang pasir hanya sedikit dijumpai perkampungan penduduk , tak terlihat ada tanaman yang menghijau.. kurang lebih jam 10malam WAS sampai di Mekkah langsung menuju hotel simpan barang, makan malam dan kira-kira jam 01.00 WAS menuju Masjidilharam untuk melaksanakan Thowaf,.. Alhamdulillah Subhanalloh tak terasa air mata menetes saat memasuki pintu utama Masjidilharam dan melihat Ka`bah
Selama thowaf saya sambil berdoa, mohon ampun dari dosa, baca sholawat, dan baca 7surat untuk menandakan thowat telah dilaksanakan 7kali putaran, setelah itu berdoa di makom Ibrohim dan sholat sunah, Kemudian dilanjut Syai 7balikan dari bukit Marwah ke bukit Shoffah,.. setelah selesai Syai dilanjut gunting rambut atau Tahallul,. maka selesailah sudah rangkaian ibadah Umroh.dan smua yg tadinya diharamkan menjadi halal, kemudian saya masih penasaran tanya sama pembimbing pak mana bukitnya kok gak ada saya kira naik turun bukit, setelah dikasih tahu ... ow itu bukitnya ada dibawah jadi tadi kita Syai di bangunan lantai dua. Alhamdulillah walau sedikit pegel dan mata sedikit memerah akhirnya dapat dilaksanakan dengan lancar. kemudian kami kembali ke hotel untuk ganti pakaian dan istirahat sebentar kemudian berangkat lagi ke Baitulloh untuk sholat subuh berjamaah, selama 3 malam di Mekkah kami gak menyianyiakan kesempatan ini untuk selalu beribadah di Masjidilharm dan sholat sedekat mungkin ke Ka`bah,.. setelah makan malam bada isya istirahat kemudian jam01.00 WAS berangkat lagi ke Masjidilharam sholat tahajud, baca quran, dzikir dll sampai menjelang subuh,
Tibalah saatnya hari terakhir di Mekkah kebetulan hari Jumaat maka takdisiasiakan kesempatan ini untuk sholat Jumat di dekat Ka`bah,. karena ada info akan checkout setelah makan siang,.. sedangkan teman yang lain tidak Jumatan hanya Thowaf wada, tapi dengan tekad bulat saya tunda Thowaf wada setelah sholat Jumat,.. Subhanalloh baru jam 10.00WAS Masjidil haram sudah penuh jamaah, dalam situasi yang panas terik tapi di lantai dekat Ka`bah alhamdulillah tidak terasa panas beda dengan lantai diluar masjid. Begitu sholat Jumat selesai saya langsung Thowaf wada kemudian cepat2 kembali ke hotel checkout untuk menuju ke Jeddah,.. Alhamdulillah walau makan siang tertinggal tapi bus yng dicharter untuk ke Jeddah belum datang, jadi bisa berangkat bersama rombongan.
Sungguh pengalaman yang tak terlupakan selama Thowaf wada tsb istri saya selalu menangis terisak isak tak terbendung airmatanya terus mengalir,, pokoknya dari awal sampai akhir Thowaf cuma kebanyakan hanya mengucapkan doa sapujagat, begitu juga saya airmata terus mengalir rasanya berat berpisah dengan Baitulloh selalu mohon panjangkan usia dan beri kesehatan sehingga suatu saat nanti bisa kembali lagi ke Baitulloh.,
Tepat jam 14.00WAS bus datang setelah rombongan semua naik lalu berangkatlah kita ke Jeddah untuk transit semalam , karena baru kesokan harinya saya dan teman2 kembali ke Indonesia. sebelum tiba di hotel Jeddah singgah dulu di sebuah pantai dan sholat ashar di Masjid terapung sambil menikmati pemandangan setelah itu chckin di hotel AL-Azhar Jeddah menjelang senja, sambil istirahat iseng2 nyalakan teve, astaghfirulloh disini banyak chanel teve dari luar negeri yang penuh tontonan aurat, berbeda dengan di Madinah dan Mekkah hanya ada satu chanel teve lokal saja.
Keesokan harinya Minggu saya dan istri melihat lihat sebuah masjid yang lain dari yang lain karena di halaman masjid tsb adalah tempat untuk melakukaan qishos / hukuman pancung terpidana mati,.disitu masih terlihat tetesan darah terhukum katanya Jumat kemaren ada yang dieksekusi.. saya merenung dalam hati kalau ini diterapkan di negara kita untuk menghukum koruptor insyaalloh negara kita tidak akan terpuruk ekonominya dan makmur rakyatnya. Setelah dari situ saya pergi ke tempat shoping namanya AL-Balad sekalian menghabiskan uang real dan menyimpan selembar saja buat kenang2an,
Setelah makan siang di hotel saya dan rombongan langsung checkout kemudian menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah untuk kembali lagi ke tanah air naik pesawat maskapai yang sama jenis boeing 747-400 berangkat dari Jeddah bada maghrib nonstop langsung ke Cengkareng, Alhamdulillah pesawat mendarat dengan selamat, dijemput sama sanak family yang ada di Jakarta begitu ketemu langsung salaman. berpelukaan dan isak tangispun terjadi lagi, setelah barang bagasi terkumpul, melanjutkan perjalaanan kembali ke Bandung , Alhamdulillah menjelang azan maghrib saya dan istri sampai kerumah , . dan mengalirlah kembali air mata ini demikian pengalaman saya pertama kali naik pesawat langsung pergi wisata Umroh ke tanah suci, smoga tulisan ini menjadi penyemangat menggugah hati pembacanya punya keinginan ibadah ke tanah suci, mohon maaf bila ada kesalahan,

Dikirim pada 23 Oktober 2011 di Renungan

Menyambut kedatangan tamu agung ke Bandung tgl, 3 Januari 2011, ada baiknya kita mengenal siapaa tamu mulya tsb beliau adalah Al-Imam Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafidz Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz. rencana kunjungan adalah jam08.00 -11.30 Tabligh akbar, istighozah & dzikir bersama di Masjid Agung Sumedang, Jam 13.00 - 16.00 silaturahmi bersama 500 undangan ulama se Jabar di MT & Dakwah Asy-syifaa Walmahmuudiyyah Sumedang, dilanjutkan touring ke Bandung dan mampir dulu ke Simapng Tanjungsari utk acara peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Asyifaa Centre di Tanjungsari, kemudian melanjutkan perjalanan touring ke Masjid Raya Bandung untuk Tabligh Akbar dan dzikir bersama sampai jam 24.00
Beliau adalah Al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafidz putera dari Abdallah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidrous putera dari Al-Hussain putera dari Al-Syaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abdallah putera dari ‘Abdarrahman putera dari ‘Abdallah putera dari Al-Syaikh ‘Abdarrahman Assaqof putera dari Muhammad Maula Al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib Al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari Al-Imam Al-Muhajir Ilallah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali Al-‘Uraidi putera dari Ja’far Asshadiq putera dari Muhammad Al-Baqir putera dari ‘Ali Zainal ‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah Azzahra puteri dari Rasul Muhammad SAWW.

Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Syaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, Al-Habib Salim bin Hafiz dan Al-Habib Hafiz bin Abdallah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.
Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan Syaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, Al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr.
Namun secara tragis, ketika Al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.
Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota Al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.
Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di Al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia Al-Habib Muhammad bin ‘Abdullah Al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama madzhab Shafi‘i Al-Habib Zain bin Smith, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.
Kali ini tempatnya adalah Al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul SAW pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing, usaha beliau yang demikian gigih mulai menunjukkan hasil yang besar, mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Rasul SAWW
.
Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah mengikuti beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini beliau mulai mengunjungi kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, beliaupun belajar ilmu dari mufti Ta‘iz Al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Syaikh Al-Habib Muhammad Al-Haddar, sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.
Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul SAWW di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari Al-Maghfurlah Al-Qutub Al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad Assaqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya SAWW dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai oleh Al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni Al-Habib Ahmed Mashur Al-Haddad dan Al-Habib ‘Attas Al-Habsyi.

Sejak itulah nama Al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, beliau mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah SWT dan Rasul SAW dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru.
Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat Al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.

Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-Al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya para murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar bin Hafiz. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen Al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia.
Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim Yaman, dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.
Murid-murid di Indonesia: Tidak terhitung berapa jumlah murid Habib Umar yang tersebar di penjuru dunia, termasuk di Indonesia yang juga sangat banyak, dan diantara mereka itu banyak yang menjadi ulama besar dan mempunyai Ma’had (Pesantren) atau Majlis Ta’lim. Diantara murid-murid Habib Umar di Indonesia adalah Habib Munzir bin Fuad Al Musawa (Majlis Rasulullah SAW, Jakarta), Habib Abdurrahman bin Muhammad Alaydrus (Condet, Jakarta Timur), Habib Jindan bin Naufal bin Salim Bin-Jindan (Ma’had Al Fakhrihiyyah, Tangerang), Habib Ahmad bin Naufal bin Salim Bin-Jindan (Ma’had Al Fakhrihiyyah, Tangerang), Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih (Darul Hadits Faqihiyyah, Malang), Habib Abdul Qadir bin Umar Mauladdawilah (Malang, yang menulis Manaqib Habib Umar), Syaikh Abdullah Abdun (Mahad Darut Tauhid, Malang), Syaikh Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi (Ma’had Asy Syifa Wal Mahmudiyyah, Bandung), Habib Abu Bakar Assegaf (Pasuruan, Jawa Tengah), Ustadz Payage (Da’i TPI asal Papua), dll.

sunber:
http://pondokhabib.wordpress.com/2010/09/24/biografi-al-habib-umar-bin-salim-bin-hafiz/

Dikirim pada 26 Desember 2010 di Tokoh

Melewati Bostwana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Tanzania, Kenya, Turki, Suriah, dan Yordania, Nathim Caircross (28 tahun) dan Imtiyaz Ahmad Haron (25 tahun) mengayuh sepeda ke Arab Saudi. Setiap hari mereka harus mengayuh sejauh 80-100 km, bermula dari Cape Town, Afrika Selatan. "Mengayuh sepeda ke Kerajaan dari Cape Town adalah pengalaman yang melelahkan. Kami melakukan perjalanan dengan cara ini sehingga kita siap untuk menjalani kerasnya ibadah haji," kata Cairncross, yang berprofesi sebagai perencana kota, sepeti dikutip arabnews.com.
Di Cape Town mereka kuliah hukum Islam di sebuah universitas. Cairncross hobi berselancar angin, Haron hobi kickboxing dan mendaki gunung. Cairncross kemudian kursus perencanaan kota yang kemudian mengantarnhya kepada dunia kerja. Mereka mengaku bahagia begitu tiba di perbatasan Arab.
Mereka memulai perjalanan pada 7 Februari 2010. Ini adalah perjalanan haji pertama mereka. "Kami bisa naik pesawat, tapi kami menghargai perjalanan yang berbeda. Jadi kami memilih menggunakan sepeda kami. Bersepeda adalah kegiatan yang paling kami sukai," kata Cairncross.
Senja tiba, mereka akan mencari masjid atau memasang untuk beristirahat. Selepas Subuh, mereka melanjutkan perjalanan lagi. Selama perjalanan, Selama perjalanan,eka menemukan orang-orang yang ramah dan menyambut baik mereka. Orang-orang salut atas perjalanan haji mereka. Tawaran makan pun berdatangan selama di perjalanan
Mereka membawa bekal yang minim. Tawaran bantuan uang pun berdatangan kepada mereka. Di perbatasan Arab, petugas keamanan juga menyambut ramah dua jamaah yang harus pula turun naik pegunungan dengan mengayuh sepeda. Melewati sembilan negara selama sembilan bulan, mereka sering mengganti ban dan memperbaiki rantai sepeda. Masalah bahasa sedikit menjadi kendala dalam perjalanan mereka. Tapi, mereka bisa mengatasinya. Selesai berhaji, mereka akan pulang melalui Afrika Barat.
Liputan,6 com mekkah,(AN/ARI)

Dikirim pada 30 Oktober 2010 di Renungan

10-10-2010 jam10.10 menit Apa artinyaa??
Jakarta (ANTARA News) - Jika anda mau coba keberuntungan, bisa jadi hari ini adalah saat yang tepat. Hari ini, hari ke-10 di bulan ke-10 di tahun ke-10 abad 21, disebut-sebut sebagai salah satu hari keberuntungan pada abad ini. Itu kata koran Daily Mail, lho.

Para numerologis menyatakan angka-angka 10 sempurna berturut-turut itu bukan cuma terjadi setiap seratus tahun, tapi "saat yang ampuh untuk lahir kembali".

Di Inggris, terdaftar 31.050 pasangan yang menikah pada tanggal ini, dan jumlah pengantin itu 10 kali lipat dibandingkan hari Minggu biasa.

Pasangan lainnya berencana melahirkan bayi mereka lewat operasi Caesar pada hari tersebut dengan harapan anak mereka diberkahi keberuntungan.

Di Dubai, salah satu rumah sakit membolehkan 10 calon ibu memilih hari kelahiran bayi mereka yang akan dilakukan lewat operasi Cesar.

Di China, upacara pernikahaan antara jam 10 pagi hingga 10 pagi lewat 10 menit sudah dipesan berbulan-bulan sebelumnya. Di Las Vegas, Amerika Serikat, hotel-hotel menyediakan paket pernikahan 10.10.10.

Sonia Ducie, penulis buku "Numerology: Your Personal Guide For Life" mengemukakan bahwa angka 10 sangatlah kuat, dan makin kuat karena ditulis berulang kali sesuai tanggal.

"Sepuluh adalah angka kebijaksanaan, karena memuat semua kandungan angka satu hingga sembilan." "Angka satu pada 10.10.10 artinya semua soal fokus, arah baru, energi besar dan kelahiran kembali."

"Ini adalah hari yang tepat untuk membulatkan tekad ikut tes wawancara (lamaran kerja) karena angka ini membantu anda mencapai tujuan," katra Ducie.

Soal utak-atik angka merupakan hal yang diminati Matt Parker, ahli matematika di Queen Mary’s College, University of London. Awalnya, dia terpukau dengan tanggal ketika dia ikut wisata sekolah 21 tahun lalu,

"Aku dapat mengingat tempat saya berada pada 11.45 malam 6 Juli 1989, atau 23.45.6.7.89. Menarik sekali. Tepat saat itu saya berhenti sejenak, dan saat itulah saya ingin jadi ahli matematika," katanya.

Parker mengatakan bahwa manusia tampaknya punya hasrat akan keteraturan. " Kita menyukai pola-pola dan otak kita sudah terbentuk untuk menemukan pola-pola itu."

Ahli matematika itu yakin manusia mengembangkan kemampuan menemukan pola untuk mengalahkan dunia yang penuh bahaya dan tak dapat diduga.

Zaman dahulu, orang dengan segera dapat memahami bahwa tanaman dapat tumbuh subur jika benih ditanam pada waktu tertentu.

"Peradaban kita terbangun oleh kemampuan kita dalam menemukan berbagai pola lalu menyadari bahwa pola itu dapat kita manfaatkan."

Nah, percaya atau tidak, terserah anda. Daily Mail menyarankan agar anda menggunakan kesempatan hari ini - kalau tidak, - anda terpaksa menunggu seratus tahun lagi untuk mencapai 10 Oktober 2110. Mungkin hanya sedikit dari kita yang bisa mencapai tanggal itu.

Dikirim pada 10 Oktober 2010 di Uncategories
24 Sep

Istilah Islam KTP, yang sejak lama kita kenal, kini tidak banyak lagi digunakan. Yang disebut Islam KTP adalah orang yang di dalam KTP disebut beragama Islam, tetapi dianggap bukan pemeluk Islam yang taat karena tidak menjalankan ibadah ritual seperti salat, zakat, atau haji. Kalau mereka berpuasa dan berderma, mungkin tidak seluruh puasa dan derma itu sama dengan puasa dan zakat yang sesuai dengan syariat Islam. Terkesan istilah Islam KTP bermaksud menunjukkan bahwa mereka tampaknya Islam, tetapi bukan Islam yang sesungguhnya. Sekitar 60 tahun lalu, Clifford Geertz memunculkan istilah abangan dan santri. Kelompok abangan ialah mereka yang disebut Islam KTP. Tidak sulit membedakan kelompok abangan dengan santri.
Secara bertahap, sesuai dengan pertambahan usia dan perkembangan masyarakat, mereka yang dulu disebut Islam KTP itu mulai belajar tentang Islam. Banyak di antara mereka yang beribadah salat dengan baik. Tidak sedikit di antara mereka yang pergi haji. Bahkan, ada yang lebih taat daripada mereka yang sejak dulu termasuk kelompok santri. Masjid dalam kampus PTN terkenal, seperti UI, IPB, ITB, UGM, dan ITS, menjadi basis kegiatan anak muda Islam terdidik.
Setelah ormas-ormas dan partai Islam menerima Pancasila, batas antara abangan dan santri makin samar. Di mata pemilih kalangan santri, partai Islam tidak jauh berbeda dengan partai berasas Pancasila yang juga ikut berjuang bagi aspirasi politik bernuansa Islam. Banyak perempuan yang dulu termasuk kelompok abangan atau Islam KTP kini menggunakan jilbab. Kantor-kantor, hotel-hotel, bandara, stasiun KA, dan pelabuhan menyediakan musala bagi masyarakat luas. Pompa besin berlomba menyediakan musala yang bersih dan nyaman. Sungguh suatu perubahan yang menggembirakan.
Setelah banyak sekali mereka yang kita sebut Islam KTP menjalankan ibadah mahdhoh (ritual) dengan tekun, apakah hampir semua muslim di Indonesia bisa kita sebut sebagai pemeluk Islam yang taat? Kalau kriteria Islam taat itu adalah bersalat, berhaji, dan berderma, jawabannya pasti positif. Tetapi, kita perlu meninjaunya dari sudut pandang yang lebih luas. Kita saksikan di dalam kehidupan sehari-hari terdapat realitas yang amat bertentangan dengan fakta itu. Praktik korupsi makin marak di pusat maupun daerah. Kejujuran atau sikap amanah masyarakat tidak menggembirakan. Rasa saling percaya dalam masyarakat menipis. Sudah banyak anak Islam seusia pelajar SMP yang berhubungan seks. Amat sulit bagi kita menjelaskan kontradiksi seperti itu.
Salat, puasa, dan haji adalah simbolisasi ibadah mahdhoh, yang bersifat ragawi. Substansi atau tujuan tiga ibadah itu, yang bersifat batiniah, tidak berbeda. Dengan salat, kita diharapkan tercegah dari perilaku keji dan mungkar. Seberapa banyak umat Islam Indonesia yang bisa mencapai tingkat seperti itu? Bukan hanya orang awam, tetapi juga banyak tokoh.
Menurut surat Al Baqarah ayat 183, ibadah puasa diharapkan membuat kita menjadi orang yang bertakwa. Ayat 188 surat tersebut berbunyi, “Janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim dengan maksud kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa padahal kamu mengetahui.”
Kini kita menyaksikan banyak sekali muslimin di Indonesia, termasuk kaum terpelajar, pejabat, kelompok profesional, bahkan mungkin sedikit tamatan pesantren, yang berpuasa Ramadan, tetapi ternyata tidak mencapai dampak positif dari ibadah mahdhoh itu seperti yang dipesankan Al Baqarah ayat 183-188. Banyak di antara kita yang masih memperjualbelikan keadilan. Apa sebutan yang tepat bagi mereka yang berpuasa tetapi dengan sadar terus-menerus melanggar larangan Allah? Apakah mereka itu kita sebut Islam KTP atau Islam yang taat?
Kita juga menyaksikan banyak muslimin yang sudah berhaji (dan mungkin berumrah berkali-kali), tetapi dampak ibadah haji dan umrah itu belum sesuai dengan harapan. Seakan ibadah vertikal (kepada Tuhan) dan perilaku sosial (yang berpotensi ibadah) tidak menyambung dan terputus, bahkan bertolak belakang. Padahal, seharusnya ada kaitan yang kuat antara ibadah ritual (vertikal) dan sosial itu.
Kita perlu bertanya, mengapa Denmark yang konon mayoritas penduduknya tidak percaya kepada Tuhan bisa menjadi negara yang paling bersih dari korupsi dan Indonesia yang sering kita klaim sebagai negara agamais (religius) ternyata termasuk negara yang indeks korupsinya tidak baik?
Kita juga menyaksikan bahwa jutaan umat Islam masih membutuhkan uluran tangan sesama muslim. Potensi zakat baru tergali antara 5-20 persen. Syukur dalam beberapa tahun terakhir pengumpulan zakat, infak, dan sedekah meningkat tajam. Kondisi yang kontradiktif itu sudah berlangsung lama sekali dan tidak banyak di antara kita yang mengkaji secara serius penyebab hal itu terjadi. Kita tetap asyik dengan ibadah mahdhoh dengan cara seperti itu, seakan tidak peduli dengan kontradiksi tersebut. Para mubalig masih tetap asyik bicara tentang dampak positif ibadah-ibadah itu tanpa menyinggung dampaknya yang nyata dalam masyarakat, yang tidak nyambung dengan keindahan ibadah tersebut. Tentu tulisan ini tidak bermaksud mengurangi ibadah ritual, tetapi mendorong upaya mengkaji penyelarasan ibadah ritual dengan perilaku sosial kita.
Apakah sebutan yang tepat bagi muslimin/muslimat yang beribadah mahdhoh, tetapi perilakunya buruk? Islam KTP atau Islam taat? Kalau taat secara ragawi, tetapi tidak taat secara batiniah, apakah masih layak disebut Islam yang taat? Tidak mudah menjawab pertanyaan itu. Atau lebih baik dihilangkan saja istilah Islam KTP dan Islam taat? Yang penting, umat Islam harus taat menjalankan ibadah ritual dengan baik sehingga berdampak positif terhadap perilaku kita. Kita berjuang menjadi orang baik, yang berlaku baik terhadap orang lain, apa pun agamanya, apa pun pangkatnya, tidak peduli kaya atau miskin.
Sumber: jawapos, 16/09/10

Dikirim pada 24 September 2010 di Renungan

Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh
Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata,
“Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, karena ayat Innallooha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)
Tuanku Kanjeng Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata,
“Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)
Konon Sayidina Ali bin Abi Tholib Karromalloohu Wajhah meluangkan waktunya untuk ibadah pada 4 malam dalam setahun, yakni: malam pertama bulan Rojab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban. (Manhajus Sawiy dan Tadzkiirun Nas)
Al-Imam As- Subkiy.rhm berkata, bahwa malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun, malam Jum’at menghapus dosa seminggu, dan Lailatul Qodr menghapus dosa seumur hidup.
Diriwayatkan kapadaku bahwa Sahabat Nabi Usamah bin Zaid.ra berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau berpuasa di bulan lain lebih banyak dari puasamu di bulan Sya’ban.” Kata Nabi,
“Bulan itu sering dilupakan orang, karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – Sunah Abu Dawud).
Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:
Hadis Pertama
Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata,
“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadis Kedua
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)
Hadis Ketiga
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).
Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak- banyaknya kepada Allah.
Sumber MILIS MAJELIS RASULULLAH SAW

Dikirim pada 24 Juli 2010 di Islami


Sekali bernafas, manusia memerlukan 0,5 liter udara. Pernahkah kita merenungkan, minimal merasakan rasa syukur?
Oleh: Syaefudin

Bernafas, mungkin sudah dianggap biasa dan tak lagi menarik dibahas oleh sebagian orang. Pasalnya, sejak bangun tidur sampai terlelap, manusia tak lepas dari kegiatan mengambil udara di alam bebas ini. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bagaimana nikmat Allah ini sebenarnya bernilai miliaran rupiah? Tak perlu menghitung kegiatan bernafas secara keseluruhan yang melibatkan berbagai organ tubuh, cukup kiranya menjumlah rupiah dari setiap udara yang dihirup.

Sekali bernafas, umumnya manusia memerlukan 0,5 liter udara. Bila perorang bernafas 20 kali setiap menitnya, berarti udara yang dibutuhkan sebanyak 10 liter. Dalam sehari, setiap orang memerlukan 14.400 liter udara.

Lalu, berapa nilai tersebut bila dirupiahkan? Sebagaimana diketahui, udara yang dihirup manusia terdiri dari beragam gas semisal oksigen dan nitrogen. Keduanya, berturut-turut 20% dan 79% mengisi udara yang ada di sekitar manusia. Bila perbandingan oksigen dan nitrogen dalam udara yang manusia hirup sama, maka setiap kali bernafas manusia membutuhkan oksigen sebanyak 100 ml dan 395 ml lainnya berupa nitrogen. Artinya, dalam sehari manusia menghirup 2880 liter oksigen dan 11.376 liter nitrogen.

Jika harga oksigen yang dijual saat ini adalah Rp 25.000 per liter dan biaya nitrogen per liternya Rp 9.950 (harga nitrogen $ 2.75 per 2,83 liter, data nilai tukar dollar Bank Indonesia pada 9 November 2009), maka setiap harinya manusia menghirup udara yang sekurang-kurangnya setara dengan Rp 176.652.165. Dengan kata lain, bila manusia diminta membayar sejumlah udara yang dihirup berarti setiap bulannya harus menyediakan uang sebesar 5,3 Miliar rupiah. Dalam setahun, manusia dapat menghabiskan dana 63,6 Miliar.

Itu hanya jumlah uang yang diperlukan dalam setahun. Bila dihitung seluruh kebutuhan seumur hidup, pastilah nilainya lebih mencengangkan lagi. Sungguh, Allah maha pemurah atas segala karunia-Nya. Tak terkecuali nikmat Allah dari udara yang digunakan manusia sebagai bahan bernafas setiap saatnya.

Udara yang melimpah ruah di alam adalah bukti kasih sayang Allah yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut diberikan Allah kepada manusia dengan cuma-cuma. Tak sepeser pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. Oleh karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta. Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana firman Allah, “katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?’…”(QS Al Anbiyaa’ 21: 42).

Dikirim pada 29 Juni 2010 di Renungan
Awal « 1 2 3 4 » Akhir


connect with ABATASA